Benjamin Sesko Ungkap Kecepatan Liga Inggris Jadi Ujian Terberatnya Sejak Gabung MU

Benjamin Sesko akui sempat kewalahan dengan kecepatan Liga Inggris.

Bola.com, Jakarta - Benjamin Sesko menjalani musim debut yang cukup menjanjikan bersama Manchester United.

Namun, penyerang asal Slovenia itu mengakui bahwa proses adaptasi di Liga Inggris menjadi ujian terberat yang pernah dihadapinya sejak bergabung dengan Setan Merah.

Dalam wawancara eksklusif bersama Give Me Sport Sesko menceritakan pengalaman yang ia rasakan setelah meninggalkan RB Leipzig dan pindah ke Old Trafford pada musim panas tahun lalu dengan nilai transfer mencapai 74 juta paun.

Striker berusia 22 tahun tersebut menutup musim pertamanya dengan koleksi 11 gol. Catatan itu membuatnya menjadi pencetak gol terbanyak MU bersama Bryan Mbeumo.

Kontribusi mereka membantu Setan Merah finis di peringkat ketiga Liga Inggris dan mengamankan tiket Liga Champions musim depan.

Sejumlah gol penting yang dicetak Sesko ke gawang Liverpool, Aston Villa, Crystal Palace, dan Everton membuatnya cepat mendapat tempat di hati pendukung Setan Merah.

Namun, perjalanan menuju titik itu tidak selalu berjalan mulus.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Adaptasi dengan Tempo Liga Inggris

Sesko sempat kesulitan mendapatkan menit bermain reguler ketika Ruben Amorim masih menangani tim. Ia juga beberapa kali terganggu masalah cedera sebelum akhirnya menemukan performa terbaiknya di bawah arahan Michael Carrick.

Ketika ditanya koresponden Give Me Sport, Sam Cohen, mengenai tantangan terbesar yang ia hadapi sejak datang ke Inggris, Sesko tidak ragu menyebut kecepatan permainan Liga Inggris sebagai jawabannya.

"Saya pikir tantangan tersulit di sini adalah beradaptasi dengan liga ini," kata Sesko.

"Ini liga terbaik di dunia. Kecepatan segalanya sangat berbeda dan saya membutuhkan waktu untuk membiasakan diri," ujarnya.

Menurutnya, setiap pertandingan secara perlahan memaksanya berkembang sebagai pemain.

"Setiap pertandingan membantu saya menjadi lebih cepat, berpikir lebih cepat, bergerak lebih cepat, dan saya benar-benar menikmati hal itu," lanjutnya.

Tekanan di MU Justru Dinikmati

Sebagai pemain yang didatangkan dengan harga mahal, Sesko juga menghadapi ekspektasi besar sejak hari pertama berada di Old Trafford. Namun, tekanan tersebut tidak dianggapnya sebagai beban.

"Saya pribadi menikmati tekanan," ujarnya.

"Saya pikir jika ada tekanan, itu berarti Anda melakukan sesuatu dengan baik karena tekanan selalu muncul dari suatu alasan."

Sebagai penyerang MU, Sesko memahami tuntutan yang melekat kepada dirinya.

"Sebagai striker Manchester United, tugas saya adalah mencetak gol. Itulah alasan saya berada di sini dan itulah yang ingin saya berikan," ucapnya.

"Tentu saya harus menghadapi tekanan. Namun, tekanan seharusnya selalu menjadi sebuah privilese."

"Sesuatu yang bisa dilihat dari sisi positif karena pada akhirnya saya datang ke sini untuk mencetak gol, membantu tim, dan seperti yang saya inginkan, memenangkan trofi bersama klub ini," tutur pemilik nomor punggung 30 di MU ini.

Ibrahimovic Jadi Anutan

Performa Sesko bersama MU membuat banyak pendukung melihatnya sebagai calon penyerang nomor sembilan jangka panjang klub.

Kombinasi postur atletis, kekuatan fisik, dan kemampuan teknik yang dimilikinya juga kerap memunculkan perbandingan dengan Zlatan Ibrahimovic, mantan "seniornya" di MU. Ibrahimovic pernah membela Setan Merah selama hampir dua musim.

Dalam wawancara yang sama, Sesko mengakui bahwa legenda asal Swedia itu memang merupakan idola masa kecilnya.

"Idola saya adalah Ibrahimovic, Zlatan Ibrahimovic," kata Sesko.

"Tentu saja dia pemain yang luar biasa. Dia benar-benar hebat. Saya banyak memperhatikannya, tetapi bukan hanya dia."

Sesko mengungkapkan bahwa sejak kecil ia senang meniru berbagai aksi pemain-pemain top untuk meningkatkan kemampuannya.

"Secara umum saya melihat sepak bola, keterampilan individu, dan gol-gol yang mereka cetak. Saya selalu mencoba keluar ke lapangan dan menirunya," ungkapnya.

"Bahkan saat musim panas dan cuaca sangat panas, saya tetap ingin berlatih karena saya hanya ingin menjadi pemain yang lebih baik," ujar Sesko.

 

Sumber: Give Me Sport

Video Populer

Foto Populer