Bola.com, Jakarta - Arne Slot akhirnya kehilangan pekerjaannya di Liverpool setelah musim 2025/2026 berakhir jauh dari harapan.
Musim sebelumnya, pelatih asal Belanda itu sempat membawa The Reds menjuarai Premier League dan memastikan tiket Liga Champions.
Namun, status juara bertahan tidak mampu dipertahankan. Liverpool bahkan tidak pernah benar-benar terlibat dalam persaingan perebutan gelar sepanjang musim.
Ekspektasi sempat melambung tinggi setelah klub memecahkan rekor transfer Inggris dua kali dalam satu musim panas.
Florian Wirtz didatangkan dari Bayer Leverkusen sebelum Alexander Isak menyusul dari Newcastle United dengan nilai transfer yang lebih besar lagi.
Namun, sejumlah momen dan hasil pertandingan penting justru menjadi titik balik yang mempercepat berakhirnya era Slot di Anfield.
1. Hubungan Memburuk dengan Mohamed Salah
Satu di antara momen paling menentukan terjadi ketika Slot mencadangkan Mohamed Salah pada akhir 2025.
Pemain terbaik Premier League musim 2024/2025 itu tidak menerima keputusan tersebut dengan baik. Setelah hanya menjadi penonton dalam dua dari tiga pertandingan antara akhir November hingga awal Desember, Salah melontarkan kritik terbuka.
Dalam wawancara di mixed zone seusai hasil imbang 3-3 melawan Leeds United, Salah merasa dirinya dikorbankan oleh klub dan mengungkapkan bahwa hubungannya dengan Slot sudah tidak lagi baik.
Kendati konflik sempat mereda, hubungan keduanya tidak pernah benar-benar pulih.
Situasi makin panas setelah Liverpool kalah 2-4 dari Aston Villa. Melalui media sosial, Salah secara terbuka meminta Liverpool kembali memainkan sepak bola menyerang khas era Jurgen Klopp.
"Kami kembali menelan kekalahan musim ini dan itu sangat menyakitkan serta bukan yang pantas diterima para suporter," tulis Salah.
"Saya ingin melihat Liverpool kembali menjadi tim dengan sepak bola menyerang ala heavy metal yang ditakuti lawan dan kembali menjadi tim yang memenangkan trofi."
"Itulah sepak bola yang saya pahami dan identitas yang harus dipulihkan serta dipertahankan. Itu tidak bisa ditawar dan setiap orang yang datang ke klub ini harus menyesuaikan diri," imbuhnya.
"Memenangi beberapa pertandingan sesekali bukanlah standar Liverpool. Semua tim bisa menang. Liverpool akan selalu menjadi klub yang sangat berarti bagi saya dan keluarga saya. Saya ingin melihat klub ini sukses jauh setelah saya pergi," lanjut Salah.
Kini, baik Slot maupun Salah sama-sama meninggalkan Liverpool.
2. Kalah dari Manchester United di Anfield
Pada Oktober, Liverpool tumbang 1-2 dari Manchester United di Anfield.
Bryan Mbeumo membawa tim tamu unggul sebelum Cody Gakpo menyamakan skor. Namun, Harry Maguire memastikan kemenangan Setan Merah lewat sundulan pada menit ke-84.
Kekalahan itu terasa menyakitkan karena menjadi kemenangan pertama Manchester United di Anfield dalam satu dekade.
3. Dipermalukan Nottingham Forest
November menghadirkan pukulan berikutnya.
Nottingham Forest yang sedang berantakan akibat pergantian pelatih justru datang ke Anfield dan menang telak 3-0 melalui gol Murillo, Nicolo Savona, dan Morgan Gibbs-White.
Yang paling mengkhawatirkan bukan hanya skor akhir, melainkan fakta bahwa Forest terlihat lebih berbahaya dibanding Liverpool pada fase akhir pertandingan.
4. Dihajar PSV di Liga Champions
Liga Champions sempat menjadi pelarian Liverpool dari buruknya performa domestik. Mereka memenangkan enam dari delapan pertandingan League Phase dan finis di posisi ketiga.
Namun, kekalahan 1-4 dari PSV Eindhoven di Anfield menjadi alarm serius.
Virgil van Dijk menjalani malam yang buruk. Bek asal Belanda itu berulang kali kehilangan duel dan kesulitan menghadapi kecepatan para pemain PSV.
Banyak pendukung Liverpool mulai menyerukan pemecatan Slot setelah kekalahan tersebut, terutama karena sebelumnya tim juga kalah 0-3 dari Manchester City dan Nottingham Forest.
Saat itu Liverpool dianggap sudah kehilangan identitas. Mereka tidak lagi memainkan sepak bola intens khas Klopp, tetapi juga gagal menampilkan kontrol permainan yang menjadi ciri Slot.
5. Hancur di Etihad dan Insiden Szoboszlai
Harapan Liverpool meraih trofi kemudian bertumpu pada Piala FA. Namun, perjalanan mereka berakhir menyakitkan setelah kalah 0-4 dari Manchester City di Etihad Stadium.
Erling Haaland mencetak hattrick, sedangkan satu gol lainnya lahir dari Antoine Semenyo.
Situasi makin buruk ketika Dominik Szoboszlai terlibat konfrontasi dengan suporter Liverpool yang meluapkan kekecewaan mereka seusai pertandingan.
Meski kemudian meminta maaf, insiden itu memperlihatkan renggangnya hubungan antara tim dan pendukung.
6. Tumbang dari Tim Terburuk di Liga
Pada Maret lalu, Liverpool masih berharap finis di empat besar. Namun, mereka justru kalah dari Wolverhampton Wanderers yang ketika itu dianggap sebagai satu di antara tim terburuk dalam sejarah Premier League musim 2025/2026.
Liverpool sempat menyamakan skor melalui Mohamed Salah setelah kesalahan lini belakang Wolves. Namun, Andre mencetak gol kemenangan pada masa tambahan waktu.
Itu menjadi gol penentu pada menit akhir kelima yang bersarang ke gawang Liverpool sepanjang musim liga.
Kemenangan akan membuat Liverpool menyamai poin Manchester United dan Aston Villa di posisi ketiga serta keempat. Sebaliknya, mereka tetap tertahan di peringkat kelima dan tidak pernah naik lebih tinggi lagi.
7. Dicemooh Suporter Anfield
Awal Mei menjadi titik ketika hubungan Slot dengan publik Anfield benar-benar runtuh. Saat menghadapi Chelsea, Slot menarik keluar Rio Ngumoha yang tampil impresif dan sudah menyumbang assist.
Keputusan itu langsung disambut siulan dan cemoohan keras dari tribune. Ketika Ngumoha berjalan meninggalkan lapangan, sorakan negatif berubah menjadi tepuk tangan untuk pemain muda tersebut.
Pesannya jelas: pendukung Liverpool sudah kehilangan kepercayaan terhadap Slot.
Setelah pertandingan, Slot menjelaskan bahwa Ngumoha sendiri meminta diganti karena tidak lagi merasa berada dalam kondisi fisik terbaik.
Namun, penjelasan itu datang terlambat. Keretakan hubungan dengan suporter sudah telanjur terjadi dan tidak bisa diperbaiki lagi.
Beberapa pekan kemudian, Liverpool resmi mengakhiri kerja sama dengan Arne Slot. Rangkaian keputusan transfer yang dipertanyakan, konflik dengan pemain senior, serta sederet hasil buruk sepanjang musim menjadi kombinasi yang akhirnya mengakhiri masa jabatannya di Anfield.
Sumber: Football Transfers