Gerrard: Arsenal Tidak Akan Terus Terpuruk, Mereka Punya Karakter untuk Bangkit

Arsenal pulang dari Budapest dengan tangan kosong, namun kepala tetap tegak.

BolaCom | Gregah NurikhsaniDiterbitkan 31 Mei 2026, 21:15 WIB
Para pemain Arsenal bereaksi saat adu penalti dalam pertandingan final Liga Champions antara Paris Saint-Germain dan Arsenal di Budapest, Hongaria, Sabtu, 30 Mei 2026. (AP Photo/Andreea Alexandru)

Bola.com, Jakarta - Arsenal pulang dari Budapest dengan tangan kosong, namun kepala tetap tegak. Kekalahan adu penalti melawan Paris Saint-Germain di final Liga Champions menutup musim yang luar biasa dengan cara yang menyakitkan, setelah Eberechi Eze dan Gabriel Magalhaes gagal menjalankan tugas mereka dari titik putih. Tendangan Gabriel menjadi yang paling menentukan, mengakhiri mimpi Arsenal untuk pertama kalinya menjadi juara Eropa sekaligus merampungkan double Premier League dan Liga Champions.

Namun di tengah duka yang masih segar, Steven Gerrard hadir dengan pandangan yang justru menenangkan. Legenda Liverpool yang tampil sebagai pundit TNT Sports pada malam final itu menegaskan bahwa Arsenal tidak perlu dikhawatirkan soal kemampuan mereka untuk bangkit dari kekalahan ini.

Advertisement

Gerrard menilai karakter yang ditunjukkan skuad Mikel Arteta sepanjang musim ini adalah bukti nyata bahwa tim ini punya fondasi mental yang terlalu kuat untuk goyah hanya karena satu kekalahan di final. Baginya, apa yang dibangun Arteta di Emirates sudah jauh melampaui sekadar hasil di satu malam.

Ditanya langsung oleh TNT Sports apakah ia pikir Arsenal akan kesulitan untuk bangkit, jawaban Gerrard tidak butuh waktu lama.

 


Tidak Melihat Banyak Ego di Skuad Ini

Ekspresi gelandang Arsenal Eberechi Eze (kiri) dan rekan-rekannya setelah kalah dari Paris Saint-Germain di final Liga Champions 2025/2026 di Puskas Arena, Budapest, Minggu (31/5/2026) dini hari WIB. (Nicolas Tucat/AFP)

Gerrard memberikan analisis yang melampaui sekadar komentar emosional pascafinal. Ia melihat sesuatu di dalam tubuh skuad Arsenal yang membuatnya yakin klub ini akan kembali lebih kuat musim depan.

"Tidak, saya tidak berpikir demikian," kata Gerrard tegas. "Karena saya melihat skuad Arsenal secara keseluruhan dan saya tidak melihat banyak ego di sana. Saya melihat banyak pemain profesional yang sudah tampil fantastis dalam waktu yang cukup lama."

Gerrard juga memberikan kredit besar kepada Arteta sebagai arsitek di balik transformasi Arsenal. "Saya melihat seorang manajer muda yang lapar dan telah melakukan hal-hal luar biasa bersama kelompok pemain ini," ujarnya.

 


Gerrard Tahu Betapa Sulitnya Juara Premier League

Pemain Arsenal, Gabriel Magalhaes, tak mampu menutupi kekecewaan setelah gagal mengeksekusi penalti dalam adu tos-tosan yang berujung pada kekalahan The Gunners dari PSG pada final Liga Champions 2025/2026 di Stadion Puskas Arena, Sabtu (30/5/2026). (AP Photo/Andreea Alexandru)

Yang membuat penilaian Gerrard terasa lebih bermakna adalah fakta bahwa ia berbicara dari pengalaman pribadi yang pahit. Selama 15 tahun bersama Liverpool, ia berjuang keras untuk memenangkan Premier League bersama tim-tim dan pemain-pemain berkualitas, namun tidak pernah berhasil.

"Anda tidak boleh membiarkan kekalahan ini merenggut apapun dari pencapaian menjadi juara Premier League. Saya mencoba melakukan itu selama 15 tahun bersama tim-tim bagus dan pemain-pemain bagus di Liverpool, dan itu sangat, sangat sulit," tutur Gerrard.

Ia menambahkan bahwa rekan-rekan sesama pundit malam itu pun bisa bersaksi atas kesulitan tersebut. "Martin sudah melakukannya, Jack akan cerita betapa sulitnya memenangkan liga itu. Arsenal melakukannya sepuluh hari lalu, mereka layak mendapat banyak pujian, mereka layak mendapat banyak kredit malam ini," kata Gerrard.

 


Kalau Harus Kalah di Final, Kalah dengan Cara Seperti Itu

Gerrard menutup penilaiannya dengan kalimat yang mencerminkan respek tulus seorang pesepakbola sejati terhadap perjuangan yang ditunjukkan Arsenal. Baginya, cara The Gunners kalah pun masih mengandung kemuliaan tersendiri.

"Ini kejam, tapi kalau Anda harus kalah di sebuah final, kalah dengan cara seperti itu di mana Anda sudah berlari habis-habisan untuk satu sama lain dan memberikan segalanya. Mereka kalah lewat adu penalti, dan itu sungguh disayangkan," pungkas Gerrard.

Musim depan, Arsenal akan kembali. Dan berdasarkan karakter yang sudah mereka tunjukkan musim ini, tidak banyak yang meragukan bahwa The Gunners akan datang dengan lebih lapar dari sebelumnya.

Berita Terkait