Sir Alex Ferguson Sebut Arsenal Tim Membosankan setelah Kalah dari PSG di Final Liga Champions

Sir Alex Ferguson sebut Arsenal membosankan setelah kekalahan dari PSG di final Liga Champions. Benarkah?

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 01 Juni 2026, 08:45 WIB
Sir Alex Ferguson, eks manajer Manchester United. (Dok. manutd.com)

Bola.com, Jakarta - Sir Alex Ferguson dikabarkan melontarkan kritik tajam terhadap Arsenal setelah kekalahan mereka dari Paris Saint-Germain (PSG) pada final Liga Champions 2026, Sabtu kemarin.

Menurut laporan media Prancis, L'Equipe, mantan manajer Manchester United itu mengirim pesan singkat kepada Presiden PSG, Nasser Al-Khelaifi, sesaat setelah pertandingan berakhir.

Advertisement

Dalam pesan tersebut, Ferguson disebut memuji keberhasilan PSG mempertahankan gelar Liga Champions, sekaligus menyindir cara bermain Arsenal yang dianggap terlalu pasif.

"Nasser, ini Alex Ferguson. Selamat, ini malam yang berat bagi Anda, tetapi Anda bermain melawan tim yang membosankan dan tidak melakukan apa pun selain bertahan," demikian isi pesan yang dilaporkan L'Equipe.

"Nikmati masa liburan Anda, Anda pantas mendapatkannya.

Ferguson tentu bukan sosok asing di Liga Champions. Selama menangani MU, pria asal Skotlandia itu dua kali membawa Setan Merah menjuarai kompetisi elite Eropa tersebut.


Gagal Lengkapi Musim Bersejarah

Ekspresi gelandang Arsenal Eberechi Eze (kiri) dan rekan-rekannya setelah kalah dari Paris Saint-Germain di final Liga Champions 2025/2026 di Puskas Arena, Budapest, Minggu (31/5/2026) dini hari WIB. (Nicolas Tucat/AFP)

Kekalahan di Budapest membuat Arsenal gagal menutup musim dengan dua gelar besar.

Sebelumnya, tim asuhan Mikel Arteta itu telah memastikan gelar Liga Inggris setelah unggul tujuh poin atas Manchester City. Trofi tersebut menjadi gelar liga pertama Arsenal dalam 22 tahun terakhir.

Namun, kesempatan menambah trofi Liga Champions untuk pertama kalinya dalam sejarah klub harus sirna setelah kalah dalam adu penalti melawan PSG.

Arsenal sebenarnya mengawali pertandingan dengan sempurna di Puskas Arena.

Kai Havertz membawa The Gunners unggul pada menit keenam melalui penyelesaian akhir yang meyakinkan dan sempat membuat mereka berada di jalur kemenangan. Namun, PSG bangkit dan menyamakan kedudukan lewat penalti Ousmane Dembele.

Pada babak adu penalti, kegagalan Eberechi Eze dan Gabriel Magalhaes menjadi penentu kemenangan tim asuhan Luis Enrique.


Arteta Akui Keunggulan PSG

Pelatih Arsenal, Mikel Arteta, berjalan melewati trofi setelah timnya mengalami kekalahan pada pertandingan final Liga Champions antara Paris Saint-Germain (PSG) dan Arsenal FC di Puskas Arena, Budapest, pada 30 Mei 2026. (Foto: Odd ANDERSEN / AFP.)

Usai pertandingan, Arteta tidak mencari alasan atas kekalahan timnya. Pelatih asal Spanyol itu bahkan menyebut PSG sebagai tim terbaik di dunia saat ini.

"Pertama-tama, saya akan menghabiskan beberapa hari bersama keluarga, kemudian kami akan memulai proses evaluasi terhadap apa yang sudah kami lakukan," kata Arteta dalam konferensi pers setelah pertandingan.

"Kami akan mulai mengambil beberapa keputusan yang sangat penting jika ingin mencapai level berikutnya. Kami harus menunjukkan ambisi itu karena kami sangat mampu melakukannya, tetapi hal tersebut membutuhkan ambisi yang sangat besar, bergerak sangat cepat, dan mengambil keputusan dengan sangat cerdas," jelasnya.

Arteta kemudian memberikan pujian khusus kepada Luis Enrique dan PSG.

"Saya ingin mengucapkan selamat kepada PSG, khususnya Luis Enrique, karena menurut saya mereka adalah tim terbaik di dunia."

"Apa yang mereka mampu lakukan saat menguasai bola dan melalui aksi individu para pemainnya adalah sesuatu yang jarang saya lihat. Bahkan ketika Anda tidak berencana bertahan di area tertentu, mereka memaksa Anda melakukannya. Karena itu, para pemain mereka pantas mendapat pujian lebih," tutur Arteta.

 


Minim Ancaman di Depan Gawang

Para pemain Arsenal bereaksi saat adu penalti dalam pertandingan final Liga Champions antara Paris Saint-Germain dan Arsenal di Budapest, Hongaria, Sabtu, 30 Mei 2026. (AP Photo/Andreea Alexandru)

Kritik terhadap Arsenal setelah final juga banyak mengarah pada lini serang mereka. Mantan bek Liverpool, Jamie Carragher, sebelumnya sudah menilai Arsenal perlu menambah kekuatan di posisi penyerang tengah dan sayap kiri untuk musim 2026/2027.

Penilaian tersebut kembali mengemuka setelah penampilan Arsenal di final.

Sepanjang pertandingan, Arsenal hanya mencatat satu tembakan tepat sasaran dan menguasai bola sekitar 25 persen.

Statistik tersebut makin memperkuat anggapan bahwa Meriam London masih membutuhkan tambahan daya gedor untuk bersaing di level tertinggi Eropa.

Kendati gagal di Liga Champions, Arsenal tidak memiliki banyak waktu untuk larut dalam kekecewaan. Pada Minggu sore waktu setempat, mereka menggelar parade juara Liga Inggris di London Utara.

Ratusan ribu suporter memadati kawasan Islington, Highbury, dan Canonbury untuk merayakan keberhasilan Arteta dan para pemain mengakhiri penantian panjang gelar liga.

Antusiasme besar para pendukung bahkan menyebabkan gangguan dan keterlambatan layanan di jaringan London Underground maupun London Overground.

Arsenal memulai rute parade sepanjang sekitar sembilan kilometer pada pukul 14.00 waktu setempat sebelum kembali ke kawasan sekitar Stadion Emirates untuk menutup rangkaian perayaan.

 

Sumber: Metro

Berita Terkait