Bola.com, Jakarta - Timnas Spanyol datang ke Piala Dunia 2026 dengan status yang berbeda dibanding beberapa tahun lalu. Setelah menjuarai Euro 2024 dan tampil konsisten dalam berbagai kompetisi internasional, La Roja kini masuk dalam daftar unggulan untuk mengangkat trofi juara dunia.
Predikat tersebut tentu menghadirkan ekspektasi besar dari publik sepak bola. Banyak pihak menilai generasi Spanyol saat ini memiliki kualitas yang cukup untuk mengembalikan kejayaan yang terakhir mereka rasakan pada Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan.
Namun, kapten tim nasional Spanyol, Rodri, menegaskan bahwa status favorit tidak memberikan tekanan tambahan bagi para pemain. Gelandang Manchester City itu menilai label yang diberikan publik tidak akan menentukan apa yang terjadi di lapangan.
Menurut Rodri, pengalaman saat Euro 2024 menjadi bukti bahwa prediksi sebelum turnamen sering kali tidak mencerminkan hasil akhir. Saat itu, Spanyol tidak banyak dijagokan, tetapi justru mampu keluar sebagai juara Eropa.
Belajar dari Kesuksesan di Euro 2024
Rodri mengaku tidak terlalu memikirkan berbagai prediksi yang menempatkan Spanyol sebagai salah satu kandidat terkuat di Piala Dunia 2026. Baginya, opini publik tidak akan mengubah cara tim mempersiapkan diri menghadapi turnamen.
Ia menilai para pemain lebih fokus pada pekerjaan yang harus dilakukan di atas lapangan daripada memikirkan status yang disematkan kepada mereka.
"Saya rasa itu bukan sesuatu yang benar-benar berdampak besar kepada kami para pemain. Saya rasa tidak banyak yang menjagokan kami sebelum Euro, tetapi kami berhasil menjuarainya," ujar Rodri.
"Sekarang tampaknya kami dianggap sebagai salah satu favorit untuk memenangkan kompetisi ini. Namun, itu sama sekali tidak memengaruhi apa pun. Itu hanyalah opini pribadi, sebuah penilaian," lanjutnya.
Konsistensi Jadi Kunci Juara Dunia
Sebagai pemain yang sudah merasakan berbagai gelar bergengsi di level klub maupun tim nasional, Rodri memahami bahwa kualitas semata tidak cukup untuk memenangkan Piala Dunia.
Peraih Ballon d'Or 2024 itu menilai tim yang mampu menjaga performa sepanjang turnamen memiliki peluang terbesar untuk menjadi juara. Menurutnya, kompetisi yang berlangsung dalam waktu singkat seperti Piala Dunia menuntut konsistensi yang sangat tinggi.
"Tim yang bermain baik dalam delapan atau sembilan pertandingan akan menjadi juara," kata Rodri.
Ia juga mengingatkan bahwa banyak tim unggulan yang gagal memenuhi ekspektasi pada turnamen-turnamen sebelumnya. Sebaliknya, tidak sedikit tim yang awalnya kurang diperhitungkan justru mampu melaju jauh dan menciptakan kejutan.
Karena itu, Rodri menegaskan bahwa setiap pertandingan harus dijalani dengan fokus penuh sejak awal hingga akhir turnamen.
Satu Hari Buruk Bisa Mengakhiri Segalanya
Menurut Rodri, salah satu tantangan terbesar di Piala Dunia adalah ketidakpastian yang selalu menyertai setiap pertandingan. Banyak faktor kecil yang dapat memengaruhi hasil dan menentukan nasib sebuah tim.
Ia menilai turnamen empat tahunan tersebut sering kali ditentukan oleh detail-detail yang sulit diprediksi. Karena itulah, setiap tim harus mampu menjaga mentalitas dan konsentrasi sepanjang kompetisi berlangsung.
"Tim yang sangat difavoritkan bisa saja melangkah jauh tetapi gagal tampil baik, dan sebaliknya juga bisa terjadi."
"Anda harus menjaga tekad dan konsistensi sepanjang turnamen dan, yang terpenting, menyadari bahwa satu hari buruk saja bisa membuat Anda langsung tersingkir," tegas Rodri.
Bidik Gelar Dunia Kedua untuk Spanyol
Selain ingin membawa Spanyol kembali berjaya, Rodri juga memiliki motivasi pribadi yang besar di Piala Dunia 2026. Pemain berusia 29 tahun itu berpeluang melengkapi koleksi gelar internasional yang sudah sangat impresif.
Sejauh ini, Rodri telah membantu Spanyol menjuarai UEFA Nations League dan Euro 2024. Satu-satunya trofi utama yang belum pernah ia raih bersama La Roja adalah Piala Dunia.
Kesempatan itu kini berada di depan mata. Dengan perpaduan pemain berpengalaman dan talenta muda yang terus berkembang, Spanyol diyakini memiliki modal kuat untuk bersaing hingga akhir turnamen.
Apabila mampu mengangkat trofi di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko tahun depan, Rodri tidak hanya akan melengkapi lemari prestasinya. Ia juga berpotensi menjadi bagian dari generasi yang mengantar Spanyol meraih gelar juara dunia kedua sepanjang sejarah setelah keberhasilan bersejarah pada 2010.