15 Lap Buntuti Marc Marquez di Mugello, Pedro Acosta Dapat Ilmu Baru soal MotoGP

Tak sekadar bertarung, Pedro Acosta ternyata sedang belajar dari Marc Marquez.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 01 Juni 2026, 18:30 WIB
Pembalap Spanyol, Marc Marquez, dari tim Ducati Lenovo mengendalikan sepeda motornya diikuti oleh pembalap Spanyol, Pedro Acosta, dari tim Red Bull KTM Factory Racing selama balapan MotoGP Grand Prix Italia di sirkuit Mugello di Scarperia, Italia, Minggu, 31 Mei 2026. (AP Photo/Antonio Calanni)

Bola.com, Jakarta - Pedro Acosta mengaku mendapat banyak pelajaran saat terlibat duel sengit melawan calon rekan setimnya di MotoGP, Marc Marquez, pada MotoGP Italia di Sirkuit Mugello, Minggu (31-5-2026).

Acosta, yang dijadwalkan bergabung dengan tim pabrikan Ducati dan menjadi tandem Marquez pada musim 2027, membutuhkan hampir 15 lap sebelum akhirnya mampu menyalip sang juara dunia yang sedang dibekap cedera tersebut.

Advertisement

Pertarungan keduanya dalam perebutan posisi keempat menjadi satu di antara tontonan paling menarik sepanjang balapan.

Acosta beberapa kali mencoba mendahului, tetapi Marquez terus memberikan perlawanan, terutama di lintasan lurus utama.

Kendati berlangsung ketat, duel dua pembalap Spanyol itu tetap berjalan bersih tanpa insiden.


Saling Lempar Pujian

Pembalap MotoGP Italia dari tim Ducati Lenovo, Francesco Bagnaia (bawah), diikuti oleh pembalap MotoGP Spanyol dari tim Red Bull KTM Factory Racing, Pedro Acosta, dan pembalap MotoGP Spanyol dari tim Ducati Lenovo, Marc Marquez, mengikuti sesi Kualifikasi untuk Grand Prix MotoGP Italia di sirkuit Mugello, di Mugello, dekat Florence, pada 30 Mei 2026. (Andreas SOLARO/AFP)

Seusai balapan, keduanya saling memberikan pujian. Acosta bahkan mengungkapkan bahwa dirinya sengaja memanfaatkan momen tersebut untuk mempelajari cara balap Marquez.

"Saya berada di belakangnya selama beberapa lap untuk melihat apakah saya bisa memahami bagaimana dia mengelola ban atau seperti apa strategi balapnya," ujar Acosta.

"Tahun lalu kami banyak mengalami kesulitan dengan ban. Mengikuti dia dari belakang membantu saya sedikit lebih tenang. Duel seperti ini yang kami butuhkan agar orang-orang kembali tertarik menonton. Saya ingin memahami jalur yang dia pilih di setiap tikungan," tuturnya.

Pembalap berusia 22 tahun itu juga menyoroti perbedaan gaya membalap mereka.

"Saya termasuk pembalap yang mengerem sangat keras. Marc sekarang tampaknya membalap lebih mengalir dan lebih tenang sejak menggunakan Ducati. Saya rasa ini salah satu kesempatan langka ketika kami memasuki tiga lap terakhir dan dia masih terlibat dalam persaingan di kelompok depan," lanjut Acosta.


Hasil Memuaskan

Pembalap MotoGP Spanyol dari Tim Ducati Lenovo, Marc Marquez, mengendalikan motornya selama sesi latihan kedua menjelang Grand Prix MotoGP Italia di sirkuit Mugello, di Mugello, dekat Florence, pada 29 Mei 2026. (Andreas SOLARO/AFP)

Sementara itu, Marquez menilai hasil yang diraihnya cukup memuaskan jika melihat kondisi fisiknya yang belum sepenuhnya pulih.

Namun, juara dunia MotoGP tujuh kali itu juga menyadari bahwa ia memiliki keuntungan dari sisi motor dibandingkan Acosta yang masih mengandalkan KTM.

"Memang benar saya bertarung melawan Acosta," kata Marquez.

"Tetapi, saya melawannya dengan motor yang lebih baik. Saya tetap berusaha bertarung. Saya tahu pada akhirnya saya mungkin akan kalah dalam duel itu, tetapi saya berkata kepada diri sendiri, 'Kalau memang harus kehilangan posisi ini, saya tidak akan memberikannya begitu saja.'"

"Kami menjalani pertarungan yang luar biasa. Yang paling penting bagi saya adalah bisa menyelesaikan akhir pekan balapan ini. Selain itu, titik awal proses pemulihan saya di atas motor ternyata tidak buruk," ungkapnya.


Tantangan Besar Marquez

Pedro Acosta pada MotoGP 2026. (X/KTM)

Dalam sesi wawancara dengan media Spanyol, Marquez juga menegaskan bahwa dirinya akan menghadapi tantangan besar ketika Acosta bergabung ke garasinya musim depan.

"Dia pembalap yang luar biasa. Begitu mendapatkan motor yang lebih kompetitif, saya yakin dia akan menjadi salah satu kandidat kuat dalam perebutan gelar juara dunia," ujar Marquez.

Persaingan antara keduanya sebenarnya sudah beberapa kali memanaskan lintasan musim ini. Sebelumnya, mereka juga terlibat duel memperebutkan kemenangan dalam balapan sprint di Buriram.

Saat itu Marquez lebih dulu melintasi garis finis setelah melakukan manuver agresif terhadap Acosta.

Namun, kemenangan tersebut kemudian dicabut setelah Marquez dijatuhi penalti sehingga posisi juara sprint diberikan kepada Acosta.

 

Sumber: Motorsport

Berita Terkait