Bola.com, Jakarta - Piala Dunia 2026 tinggal menghitung hari. Jutaan penggemar sepak bola di seluruh dunia bersiap menyambut turnamen terbesar FIFA tersebut.
Namun, meningkatnya antusiasme publik juga memunculkan kekhawatiran dari sektor lain.
Di Inggris, pertumbuhan iklan perjudian ilegal disebut meningkat pesat menjelang bergulirnya Piala Dunia 2026.
Piala Dunia 2026 akan dibuka dengan pertandingan antara tuan rumah Meksiko dan Afrika Selatan. Turnamen kali ini menjadi yang terbesar dalam sejarah dengan jumlah peserta bertambah dari 32 menjadi 48 negara.
Pertandingan akan digelar di tiga negara, yakni Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. FIFA memperkirakan turnamen tersebut akan menghasilkan rekor jumlah penonton sekaligus rekor pendapatan baru.
Di balik besarnya perhatian publik terhadap Piala Dunia, industri perjudian ilegal juga bersiap memanfaatkan momentum tersebut.
Turnamen olahraga besar selama ini kerap menjadi sasaran kelompok yang ingin meraup keuntungan dari tingginya minat masyarakat.
Menurut laporan ini, Piala Dunia 2026 datang pada saat yang dianggap sangat mengkhawatirkan karena operator perjudian ilegal memperluas aktivitas promosi mereka secara agresif di Inggris, terutama melalui platform digital.
Belanja Iklan
Analisis independen dari perusahaan intelijen pemasaran global, WARC, menunjukkan operator perjudian yang tidak diatur regulator kini menyumbang hampir separuh total belanja iklan perjudian di Inggris.
Angka tersebut diperkirakan akan menjadi mayoritas dalam dua tahun ke depan.
Beberapa tahun lalu, operator berizin menguasai lebih dari 80 persen belanja iklan perjudian. Kini porsinya turun menjadi sedikit di atas 50 persen dan diproyeksikan merosot di bawah 50 persen pada 2028.
Data terpisah dari H2GC juga memperkirakan nilai taruhan yang mengalir ke operator ilegal di Inggris hampir akan berlipat ganda, dari 17 miliar paun tahun ini menjadi lebih dari 33 miliar paun pada 2028.
Jika proyeksi itu terwujud, hampir satu dari setiap lima paun yang dipertaruhkan secara daring akan masuk ke pasar perjudian ilegal.
Laporan tersebut menyebut tren yang terjadi sangat jelas. Operator yang berada di bawah pengawasan regulator makin tertekan, sementara pasar gelap perjudian tumbuh dengan cepat.
Piala Dunia dinilai menjadi kesempatan ideal bagi operator ilegal untuk mempercepat ekspansi mereka.
Menargetkan Konsumen Melalui Dunia Digital
Operator ilegal disebut makin canggih dalam menjangkau konsumen Inggris.
Situs-situs tersebut kerap mempromosikan layanan dengan slogan seperti "tanpa pemeriksaan identitas", "taruhan kripto", dan "perjudian anonim".
Sebagian di antaranya juga menggunakan merek tiruan dan jaringan perusahaan lepas pantai untuk menciptakan kesan seolah-olah beroperasi secara sah.
Kondisi itu membuat banyak konsumen sulit membedakan apakah operator yang mereka temui secara daring memiliki lisensi resmi di Inggris atau tidak.
Risiko tersebut dianggap lebih besar bagi kelompok usia muda yang lebih sering terpapar iklan perjudian melalui media digital dibandingkan siaran televisi atau media konvensional.
Beda Operator Berizin dan Ilegal
Industri taruhan yang beroperasi secara legal di Inggris diwajibkan mematuhi sejumlah aturan ketat.
Operator berizin harus melakukan verifikasi usia pelanggan, menerapkan sistem pencegahan pencucian uang, serta menyediakan berbagai mekanisme perlindungan bagi pemain yang berisiko mengalami masalah perjudian.
Mereka juga berada di bawah pengawasan regulator dan memberikan kontribusi bagi ekonomi, olahraga Inggris, serta skema pungutan wajib industri yang menghasilkan lebih dari 100 juta paun per tahun untuk penelitian, pencegahan, dan layanan penanganan dampak perjudian.
Sebaliknya, operator ilegal tidak menjalankan kewajiban tersebut.
Mereka tidak melakukan pemeriksaan yang memadai, tidak menyumbang kepada olahraga atau layanan pemulihan, tidak memberikan perlindungan kepada konsumen rentan, serta tidak peduli apakah pelanggan mereka masih di bawah umur, telah masuk daftar pengecualian diri, atau mengalami masalah kecanduan judi.
Pertumbuhan Pasar Gelap
Di saat operator ilegal terus memperluas jangkauan, sektor yang beroperasi secara legal justru menghadapi pembatasan yang makin ketat.
Mulai musim depan, industri taruhan telah menyepakati penghentian sponsor perjudian di bagian depan jersey klub-klub Liga Inggris sebagai bagian dari upaya peningkatan standar.
Namun, laporan tersebut menilai langkah itu belum tentu mengurangi minat masyarakat untuk bertaruh.
Operator tanpa lisensi memang tidak akan tampil di bagian depan seragam, tetapi mereka masih dapat beriklan di berbagai ruang promosi lain yang berkaitan dengan pertandingan dan siaran Liga Inggris.
Menurut laporan tersebut, ketika eksposur operator legal berkurang sementara promosi dari operator ilegal terus meningkat, konsumen akan makin sulit membedakan layanan yang diatur regulator dengan yang tidak.
Kondisi tersebut dinilai berpotensi menciptakan pasar yang lebih berisiko karena operator kriminal memperoleh ruang promosi yang lebih besar, konsumen kehilangan perlindungan, dan olahraga Inggris berpotensi kehilangan sumber pendanaan.
Saat ini terdapat sekitar 22,5 juta orang dewasa di Inggris yang memasang taruhan setiap bulan melalui operator berizin.
Laporan tersebut menegaskan bahwa prioritas utama seharusnya memastikan para konsumen tetap berada dalam ekosistem yang diawasi regulator, tempat standar perlindungan dan pengawasan dapat diterapkan.
Itulah mengapa, Piala Dunia seharusnya menjadi milik penggemar dan olahraga, bukan dimanfaatkan oleh operator perjudian ilegal untuk memperluas pasar gelap mereka.
Sumber: Politicshome