Rencana Kontroversial Gianni Infantino Picu Ancaman Boikot Piala Dunia dari UEFA

UEFA pertimbangkan langkah tegas, negara-negara Eropa disebut bisa boikot Piala Dunia jika FIFA jual kepemilikan turnamen.

Bola.com, Jakarta - Rencana Presiden FIFA, Gianni Infantino, membuka kepemilikan Piala Dunia bagi investor swasta memicu reaksi keras dari Eropa.

Bahkan, negara-negara anggota UEFA disebut mempertimbangkan kemungkinan memboikot Piala Dunia pada masa mendatang apabila gagasan tersebut benar-benar direalisasikan.

Laporan yang muncul pada Selasa waktu setempat menyebut Infantino sedang mengkaji skema penjualan saham Piala Dunia kepada investor swasta.

Langkah kontroversial itu disebut berpotensi menghasilkan keuntungan finansial bernilai jutaan dolar bagi dirinya.

Dalam rencana tersebut, akan dibentuk perusahaan baru yang bertugas mengelola kompetisi utama sepak bola putra dan putri di bawah FIFA.

Piala Dunia dan Piala Dunia Antarklub juga akan berada di bawah kendali perusahaan tersebut sehingga peluang penambahan jumlah peserta maupun penyelenggaraan turnamen yang lebih sering disebut bisa terbuka.

Disebutkan pula, pembahasan mengenai rencana ini melibatkan sejumlah pihak yang dekat dengan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Joshua Kushner, adik Jared Kushner yang merupakan menantu Trump, disebut menjadi kandidat utama investor bersama bank JP Morgan.

Skema itu juga dikabarkan mencakup pembagian kepemilikan senilai sekitar 20 juta dolar AS kepada masing-masing dari 211 asosiasi anggota FIFA.

Setelah masa jabatan terakhirnya sebagai Presiden FIFA berakhir, yang paling cepat terjadi pada 2031, Infantino disebut berpeluang menjabat sebagai komisaris perusahaan tersebut.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

UEFA Siapkan Tindakan

Rencana tersebut memicu kemarahan di lingkungan UEFA. Induk sepak bola Eropa itu kini disebut sedang mempertimbangkan berbagai langkah untuk mencegah realisasi proposal tersebut.

Talksport melaporkan negara-negara Eropa akan membahas persoalan ini dalam pertemuan darurat pekan ini guna menentukan langkah selanjutnya.

Di saat yang sama, dukungan juga mulai menguat agar UEFA mengajukan kandidat yang akan menantang Infantino dalam pemilihan Presiden FIFA berikutnya yang dijadwalkan berlangsung di Maroko pada 18 November.

Infantino telah memimpin FIFA sejak 2016 setelah menggantikan Sepp Blatter.

Kecaman UEFA

Setelah laporan The Times terbit, UEFA mengeluarkan pernyataan resmi yang mengecam rencana tersebut.

UEFA menyatakan langkah itu telah melewati batas yang seharusnya tidak pernah dilanggar oleh lembaga pengatur sepak bola.

"UEFA menganggap persoalan ini sangat serius. Begitu pula seharusnya setiap asosiasi sepak bola nasional, liga, klub, pemain, suporter, pemerintah, dan semua pihak yang peduli terhadap masa depan sepak bola."

Dalam pernyataan yang sama, UEFA juga menegaskan, jiwa dan tata kelola sepak bola bukanlah aset yang bisa diperjualbelikan, terlebih tanpa transparansi mengenai siapa yang akan memperoleh keuntungan finansial.

"Tak satu pun dari kita memiliki sepak bola. Sepak bola juga bukan milik FIFA untuk dijual," tulis UEFA.

Infantino Kembali Jadi Sorotan

Di luar jalannya pertandingan Piala Dunia 2026, Infantino juga menjadi sorotan karena hubungannya dengan Donald Trump.

Sebelum turnamen dimulai, Trump menerima FIFA Peace Prize edisi perdana saat pengundian fase grup pada Desember 2025.

Infantino menyebut penghargaan itu diberikan atas komitmen yang tak tergoyahkan terhadap perdamaian dunia melalui "kepemimpinan dan tindakan yang menonjol".

Selama Piala Dunia 2026 berlangsung, hukuman larangan bermain satu pertandingan yang diterima penyerang Amerika Serikat, Folarin Balogun, akibat kartu merah ditangguhkan selama satu tahun.

Menurut Talksport, Trump menghubungi Infantino untuk meninjau kembali keputusan tersebut. Kasus itu disebut menjadi satu-satunya dari 15 kartu merah di turnamen yang mendapat perlakuan demikian.

Sebagai respons, Federasi Sepak Bola Norwegia berencana mengajukan pengaduan resmi kepada Komite Etik FIFA terkait dugaan campur tangan Trump.

Kasus kartu merah Balogun juga dikaitkan dengan dugaan kejanggalan dalam aktivitas taruhan.

Pada Senin kemarin, seorang anggota DPR Amerika Serikat, Jamie Raskin, meminta Infantino hadir di hadapan House Judiciary Committee. Raskin ingin hubungan Infantino dengan Trump diperiksa serta meminta FIFA menyerahkan seluruh catatan komunikasi mereka.

Infantino menanggapi kritik yang diarahkan kepadanya dengan menuduh para pengkritiknya menyebarkan kebencian. Ia juga meminta mereka untuk merenung, bermeditasi, berdoa, atau menonton pertandingan sepak bola.

Pendanaan Baru

Beberapa jam setelah pernyataan UEFA diterbitkan, FIFA mengumumkan rencana menyediakan dana pengembangan sepak bola sebesar 10 miliar dolar AS. Program itu masih menunggu persetujuan asosiasi anggota FIFA.

FIFA menyebut pendanaan tersebut akan dijalankan melalui FIFA Forward Enterprise (FFE), anak perusahaan baru yang sepenuhnya dimiliki dan dikendalikan FIFA untuk mengonsolidasikan kegiatan komersial serta penyelenggaraan turnamen.

Menurut FIFA, FFE tetap berada di bawah kendali penuh organisasi tersebut, termasuk kewenangan eksklusif dalam tata kelola sepak bola, penyelenggaraan kompetisi, kalender pertandingan, serta seluruh keputusan regulasi dan olahraga.

FIFA juga menyatakan FFE menargetkan penghimpunan dana hingga 4,2 miliar dolar AS pada akhir tahun ini melalui penjualan kepemilikan minoritas yang tidak memberikan hak kendali kepada investor jangka panjang. Nilai awal perusahaan tersebut disebut mencapai 20 miliar dolar AS.

FIFA menegaskan seluruh keuntungan bersih dari program itu akan diinvestasikan kembali untuk pengembangan sepak bola di seluruh dunia.

 

Sumber: Talksport

 

Trilogi Sepak Bola Putri
Trilogi Sepak Bola Putri
Lihat Selengkapnya

Video Populer

Foto Populer