Bola.com, Jakarta - Timnas Inggris datang ke Piala Dunia 2026 dengan tiga penyerang tengah dalam skuadnya. Namun, kali ini perhatian tidak lagi tertuju pada siapa pelapis terbaik Harry Kane, melainkan seberapa banyak menit bermain yang mampu dijalani sang kapten sepanjang turnamen.
Dalam beberapa edisi turnamen besar sebelumnya, diskusi seputar lini depan Inggris hampir selalu berkisar pada sosok yang akan menjadi cadangan Kane.
Namun, suasana di kamp Inggris kali ini berbeda.
Ivan Toney dan Ollie Watkins diperkirakan akan mendapat porsi bermain yang jauh lebih besar dibandingkan yang biasanya diterima pelapis Kane dalam turnamen-turnamen sebelumnya.
Ada sejumlah alasan di balik kemungkinan tersebut. Kane kini berusia 32 tahun, sementara Piala Dunia yang berlangsung di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko diperkirakan menghadirkan suhu tinggi serta tingkat kelembapan yang menguras tenaga pemain.
Selain itu, Inggris menyadari peluang mereka untuk melangkah jauh sangat bergantung pada kondisi Kane saat memasuki fase-fase penentuan turnamen.
Musim Tersibuk Kane
Musim 2025/2026 juga menjadi satu di antara musim tersibuk dalam karier sang striker. Saat menjalani musim terakhir bersama Tottenham Hotspur, Kane mencatat total 3.934 menit bermain.
Namun, ketika membantu Bayern Munchen menjuarai Bundesliga musim lalu, jumlah menit bermainnya melonjak menjadi 4.423 menit. Angka tersebut hampir 1.000 menit lebih banyak dibandingkan musim pertamanya di Jerman.
Watkins menilai seluruh penyerang Inggris akan memiliki peran penting sepanjang turnamen.
"Semua orang memiliki peran dalam kompetisi ini," kata penyerang yang baru membawa timnya menjuarai Liga Europa tersebut.
"Entah itu pada fase awal atau fase akhir turnamen, yang terpenting adalah Anda harus siap ketika kesempatan datang."
"Kami semua bekerja bersama sebagai tim untuk meraih sesuatu yang spesial," imbuh Watkins.
Pelajaran dari Euro 2024
Kondisi fisik Kane pada Euro 2024 menjadi satu di antara pelajaran penting bagi Inggris. Menjelang akhir turnamen tersebut, sang kapten terlihat kehabisan tenaga.
Kendati Kane saat itu membantah sedang bermasalah secara fisik, kenyataannya ia menjalani turnamen sambil mengelola cedera punggung yang mengganggunya.
Dari tribune stadion saat perempat final dan semifinal, terlihat jelas betapa sering Kane hanya berjalan di lapangan ketika bola berada jauh darinya.
Saat kamera pertandingan fokus mengikuti jalannya permainan, sang striker sebenarnya sedang berjuang menghadapi keterbatasan fisiknya.
Pelatih Timnas Inggris, Thomas Tuchel, tidak ingin situasi serupa terulang di Piala Dunia kali ini. Ia bertekad menjaga kondisi pemain yang menjadi andalan utama sekaligus pencetak gol terbanyak timnya tersebut.
Tantangan Inggris juga semakin besar karena Piala Dunia 2026 menggunakan format baru dengan 48 peserta dan tambahan satu fase gugur sebelum mencapai partai final.
Federasi Sepak Bola Inggris (FA) bahkan memperkirakan pertandingan yang dimulai sebelum pukul 17.00 waktu setempat akan berlangsung dalam suhu 30 derajat Celsius atau lebih. Dua pertandingan Inggris di fase grup dijadwalkan dimulai pukul 16.00, sementara satu laga lainnya dimainkan pukul 17.00.
Kelola Menit Main Kane
Dengan kondisi tersebut, Tuchel diperkirakan akan mengelola menit bermain Kane secara lebih hati-hati sepanjang turnamen.
Sebelumnya, pelatih asal Jerman itu pernah menggunakan istilah "finisher" untuk sejumlah pemain yang masuk dari bangku cadangan dan memberikan dampak berbeda dalam pertandingan.
Noni Madueke dan Eberechi Eze termasuk kategori tersebut, baik untuk menambah daya serang maupun membantu mengamankan keunggulan pada fase akhir pertandingan.
Watkins menilai variasi karakter penyerang yang dimiliki Inggris menjadi keuntungan tersendiri.
"Saya dan Ivan adalah tipe pemain yang berbeda, dan Anda memang membutuhkan itu. Anda membutuhkan variasi," ujarnya.
"Ivan adalah pencetak gol yang sudah terbukti sepanjang kariernya. Pada Euro terakhir dia juga beberapa kali masuk ketika tim membutuhkannya. Saya pun memiliki momen saya sendiri di semifinal melawan Belanda," ungkapnya.
Sebatas Kemungkinan, tapi...
Itulah mengapa, Toney dan Watkins diperkirakan akan memikul sebagian besar pekerjaan di lini depan selama fase-fase tertentu di turnamen.
Jika Inggris sudah memastikan tempat di babak gugur sebelum laga terakhir Grup L melawan Panama, apakah Kane perlu dimainkan? Atau jika Inggris unggul 3-0 atas Ghana pada pertandingan kedua, apakah sang kapten masih harus terus menguras energi di tengah cuaca panas?
Semua itu memang masih sebatas kemungkinan. Namun, skenario semacam itulah yang sudah dipersiapkan Tuchel bersama staf pelatihnya.
Kane tentu ingin bermain penuh di setiap pertandingan bersama timnasnya. Namun, pada Piala Dunia kali ini, keinginan tersebut kemungkinan besar tidak akan terwujud.
Inggris tampaknya akan lebih sering menyimpan sang kapten di bangku cadangan demi memastikan ia tetap segar ketika memasuki fase-fase paling menentukan dalam perburuan gelar juara dunia.
Sumber: Sky Sports