Nyaris Kena Sial, Harry Kane Lolos dari Kartu Merah Konyol di Semifinal Piala Dunia 2026 Gara-Gara Tutup Mulut

Meski menutup mulutnya, Harry Kane lolos dari kartu merah konyol di semifinal Piala Dunia 2026.

Bola.com, Jakarta - Striker Timnas Inggris, Harry Kane, berhasil lolos dari hukuman kartu merah saat menutup mulutnya ketika berbicara dengan wasit pada laga kontra Argentina pada semifinal Piala Dunia 2026, Kamis (16-7-2026) dini hari WIB.

Larangan bagi pemain untuk menutup mulut mereka saat sedang berbicara dengan pemain lawan menjadi satu di antara peraturan baru yang diperkenalkan oleh FIFA pada Piala Dunia 2026. Aturan ini memang cukup masuk akal untuk diterapkan.

Sebelum Piala Dunia 2026 bergulir, telah terjadi beberapa insiden di mana seorang pemain tidak dapat dibuktikan bersalah atas ucapan kasar akibat menutup mulut mereka saat berbicara dengan pemain lain.

Kasus yang paling mencuri perhatian adalah ketika Gianluca Prestianni dituduh melakukan pelecehan rasial terhadap Vinicius Junior dalam pertandingan Liga Champions antara Benfica melawan Real Madrid.

Aturan ini sudah terlihat diterapkan selama Piala Dunia kali ini, termasuk ketika pemain sayap Paraguay, Miguel Almiron, diusir keluar lapangan setelah ia menutup mulutnya saat berbicara dengan seorang pemain Turki.

 

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Kane Lolos Hukuman

Harry Kane bisa saja menempatkan dirinya dalam situasi yang sulit selama dalam duel semifinal Piala Dunia 2026 antara Inggris melawan Argentina ketika ia tampak menutup mulutnya saat berbicara dengan wasit.

Hal itu terlihat seperti kesalahan yang tidak disengaja, dan Kane tampaknya hanya menutup mulutnya selama beberapa detik saja.

Namun, momen itu sudah cukup bagi gelandang Argentina, Leandro Paredes, untuk bergegas mendatangi wasit dan mengingatkannya tentang aturan bahwa Kane harus dikartu merah.

Akan tetapi, wasit Ismail Elfath sama sekali tidak tertarik dengan apa yang dikatakan Paredes mengenai masalah tersebut, dan mengabaikan segala klaim agar Kane dihukum. Sang wasit jauh lebih fokus untuk mencoba mengingat siapa yang seharusnya menerima kartu kuning yang sedang dipegangnya.

 

Terhindar dari Kartu Merah

Kendati peraturan ini secara eksplisit menyatakan bahwa pemain yang menutup mulut akan dijatuhi kartu merah, ada beberapa skenario di mana para pemain terhindar dari hukuman setelah melakukan pelanggaran tersebut.

Walaupun aturan tersebut terdengar kejam, untungnya, ada ruang untuk interpretasi di sekitar regulasi tersebut yang memungkinkan pemain seperti Harry Kane bisa terhindar dari hukuman yang tidak adil.

Kepala Perwasitan FIFA, Pierluigi Collina, sangat terbuka sebelum Piala Dunia 2026 mengenai aturan ini, dan menegaskan bahwa aturan tersebut tidak ada untuk menjebak pelaku yang tidak bersalah.

"Pemain dapat terus menutup mulut mereka dengan lengan baju atau kaus karena mereka mungkin sedang mengobrol dengan teman. Adalah hal yang normal bagi pemain untuk mengobrol dengan teman-teman mereka sebelum, selama, atau setelah pertandingan,” katanya.

"Jadi, jika percakapan tersebut adalah percakapan yang ramah, mereka dapat terus melakukannya tanpa masalah apa pun. Ketika percakapan itu bersifat konfrontatif, menutup mulut berarti Anda berpotensi melakukan sesuatu yang sangat salah, dan sanksinya adalah kartu merah," jelas Collina.

 

Kane Akhirnya Lolos

Pernyataan Collina memperjelas mengapa pemain seperti Kane tidak diusir keluar lapangan saat menutup mulut mereka.

Kane tidak hanya sedang tidak berbicara dengan pemain lawan, tetapi dia juga tidak berada dalam situasi konfrontatif dengan wasit, dan hanya sekadar berkomunikasi dengannya dalam kapasitasnya sebagai kapten Timnas Inggris.

Sementara itu, Jude Bellingham juga pernah menghadapi skenario serupa selama pertandingan Inggris melawan Ghana, ketika bintang Real Madrid tersebut menutup mulutnya saat berbicara dengan lawannya.

Namun, setelah peninjauan VAR, jelas terlihat bahwa kedua pemain tidak sedang dalam konfrontasi dan hanya melakukan obrolan biasa sehingga Bellingham tidak dikartu merah oleh wasit.

Ini adalah aturan yang telah menimbulkan kontroversi sepanjang turnamen, tetapi ini adalah aturan yang melindungi para pemain dari diskriminasi. Jika digunakan dengan benar, aturan ini hanya akan menjerat para pelaku yang sebenarnya.

Video Populer

Foto Populer