Bola.com, Jakarta - Kepemilikan keluarga Glazer di Manchester United berpotensi memasuki babak baru. Setelah lebih dari dua dekade menjadi pemegang saham mayoritas di Old Trafford, keluarga miliarder asal Amerika Serikat itu dikabarkan sedang mempertimbangkan untuk menjual kepemilikannya di klub.
Bloomberg menyebut sejumlah anggota keluarga Glazer sedang membahas kemungkinan melepas sebagian atau seluruh saham mereka di Manchester United.
Keluarga Glazer menjadi pemilik mayoritas Manchester United sejak 2003 melalui proses akuisisi berbasis utang yang kala itu memicu kontroversi besar.
Sejak saat itu, hubungan mereka dengan suporter tidak pernah benar-benar harmonis dan kerap diwarnai aksi protes.
Pada Maret 2025, keluarga Glazer menjual sebagian saham klub kepada INEOS dan Sir Jim Ratcliffe. Kesepakatan tersebut membuat kendali penuh atas operasional sepak bola berpindah ke tangan kelompok yang dipimpin Ratcliffe.
Kini, menurut Bloomberg, muncul pembahasan internal mengenai kemungkinan langkah yang lebih besar, yakni keluar sepenuhnya dari kepemilikan Manchester United.
Masih Tahap Awal
Bloomberg, mengutip sejumlah sumber yang mengetahui situasi tersebut, melaporkan bahwa beberapa pemegang saham dalam keluarga Glazer telah mempelajari opsi divestasi setelah lebih dari 20 tahun menguasai klub.
Diskusi awal disebut berfokus pada kemungkinan penjualan saham oleh beberapa anggota keluarga secara individual. Namun, belakangan muncul upaya untuk meyakinkan anggota keluarga lainnya agar ikut bergabung dalam proses tersebut.
Meski begitu, laporan tersebut menegaskan bahwa seluruh pembicaraan masih berada pada tahap sangat awal.
Belum ada kesepakatan yang mendekati tahap final, dan belum ada gambaran jelas mengenai seberapa besar peluang penjualan itu benar-benar terwujud.
INEOS Berpotensi Kembali Masuk
Sebelum mencapai kesepakatan pembelian saham minoritas pada 2025, INEOS sebenarnya sempat tertarik mengambil alih Manchester United secara penuh.
Namun, nilai klub yang dipatok keluarga Glazer saat itu dianggap terlalu tinggi sehingga kedua pihak akhirnya memilih kesepakatan dengan porsi kepemilikan yang lebih kecil.
Apabila keluarga Glazer benar-benar membuka peluang penjualan total, bukan tidak mungkin INEOS kembali mencoba mengambil alih seluruh kepemilikan klub.
Selain itu, minat dari investor Timur Tengah yang sebelumnya sempat muncul juga diperkirakan dapat kembali menghangat jika Manchester United benar-benar tersedia untuk dijual.
Kabar yang Ditunggu Suporter
Bagi banyak suporter Manchester United, kabar ini berpotensi menjadi perkembangan yang telah lama dinantikan. Sejak keluarga Glazer mengambil alih klub, kelompok pendukung secara konsisten mendesak mereka untuk menjual kepemilikannya.
Satu di antara sumber ketidakpuasan terbesar adalah beban utang yang terus membayangi klub selama era kepemimpinan keluarga tersebut.
Menurut laporan itu, Manchester United saat ini menanggung utang lebih dari 1 miliar paun. Kondisi tersebut dinilai menghambat perkembangan klub, meski pendapatan komersial Setan Merah tetap termasuk yang terbesar di dunia sepak bola.
Apabila keluarga Glazer benar-benar hengkang, banyak suporter berharap pemilik baru tidak hanya membawa suntikan modal, tetapi juga ambisi yang lebih besar untuk mengembangkan klub.
Harapan tersebut muncul dari keyakinan bahwa Manchester United membutuhkan investasi jangka panjang guna kembali bersaing secara konsisten di level tertinggi, bukan sekadar menjadi aset bisnis yang menghasilkan keuntungan bagi pemiliknya.
Sumber: Give Me Sport