Bola.com, Jakarta - Andoni Iraola langsung mencuri perhatian pendukung Liverpool bahkan sebelum memimpin satu pertandingan pun.
Dalam wawancara pertamanya setelah resmi ditunjuk sebagai pengganti Arne Slot, pelatih asal Spanyol itu melontarkan pandangan yang membuat banyak suporter antusias menyambut era baru di Anfield.
Liverpool mengumumkan penunjukan Iraola pada Kamis malam waktu setempat. Pria berusia 43 tahun tersebut datang menggantikan Slot yang dipecat hanya setahun setelah membawa The Reds menjuarai Premier League.
Dalam pernyataan resmi klub, Liverpool menyoroti keberhasilan Iraola selama tiga musim menangani Bournemouth.
Ia sukses membawa The Cherries finis di posisi keenam liga dan mengamankan tiket ke kompetisi Eropa untuk pertama kalinya dalam sejarah klub.
Saat berbicara mengenai target dan visinya bersama Liverpool, Iraola menegaskan antusiasmenya untuk bekerja dengan pemain-pemain berkualitas tinggi yang mampu mengangkat tim ke level tertinggi.
"Dasar-dasar permainan yang saya yakini sangat selaras dengan apa yang telah menjadi identitas Liverpool dalam beberapa tahun terakhir, jadi saya pikir kami bisa membuatnya berjalan dengan baik. Liverpool memberi saya kesempatan melatih pemain-pemain top, dan pemain-pemain top memberi Anda kesempatan untuk bersaing meraih gelar," ujar Iraola.
Cara Pandang Iraola
Namun, yang paling menarik perhatian suporter justru bukan pembahasan soal trofi. Banyak pendukung Liverpool terkesan dengan cara Iraola memandang para pemain muda dan pemain yang kembali dari masa peminjaman.
Dalam sesi wawancara tersebut, Iraola ditanya mengenai periode pramusim yang berlangsung bersamaan dengan Piala Dunia 2026.
Sejumlah pemain utama Liverpool diperkirakan akan tampil di turnamen yang digelar di Amerika Utara tersebut.
Alih-alih melihat situasi itu sebagai hambatan, Iraola menganggapnya sebagai kesempatan untuk memberi ruang kepada talenta muda dan pemain yang baru kembali dari masa peminjaman.
"Itu memberi kami kesempatan untuk mengenal mereka lebih baik," ujar Iraola.
"Mereka akan menjadi bagian penting dari tur Amerika. Situasi ini bekerja dengan sangat baik," imbuhnya.
Respons Positif dari Suporter
Pernyataan tersebut langsung memicu reaksi positif dari kalangan pendukung Liverpool. Banyak yang menyukai pendekatan Iraola yang dinilai terbuka terhadap pengembangan pemain muda.
Seorang suporter menulis, "Seorang manajer yang melihat Piala Dunia sebagai peluang, bukan gangguan. Kami tidak terbiasa dengan hal seperti ini."
Pendukung lain menambahkan, "Dia sudah memahami situasinya."
Ada pula yang membandingkan wawancara pertama Iraola dengan pendahulunya.
"Bandingkan saja dengan Slot. Perbedaannya seperti siang dan malam, padahal ini baru satu wawancara," tulis seorang penggemar.
Komentar lain berbunyi, "Saya benar-benar tidak sabar melihat pria ini berada di klub kita."
Sementara seorang suporter lainnya menyebut sejumlah pemain muda yang berpotensi mendapat kesempatan tampil selama pramusim.
"Leoni, Jacquet, Chambers, Beck, Bajcetic, Nyoni, Elliott, Rio, Danns, Wright. Sangat menarik melihat mereka semua mendapat kesempatan menunjukkan kemampuan pada pramusim."
Alasan Menerima Tawaran Liverpool
Dalam wawancara yang sama, Iraola juga mengungkap alasan di balik keputusannya menerima tawaran Liverpool.
"Saya merasa cocok dengan sepak bola dan nilai-nilai yang dimiliki skuad ini, dan kami semua siap menghadapi musim ini. Sangat membantu ketika di sisi lain meja ada seseorang yang pernah bekerja bersama Anda sebelumnya (Richard Hughes). Kami pernah bekerja bersama selama satu tahun," tutur Iraola.
"Namun, dalam kasus ini, yang paling menarik bagi saya adalah Liverpool. Itulah daya tarik utamanya. Saya ingin mendapatkan sebanyak mungkin informasi agar bisa memahami klub ini dengan lebih baik."
"Kami masih memiliki waktu, satu bulan sebelum mulai bekerja bersama para pemain. Saya ingin memanfaatkan waktu itu untuk mempersiapkan diri sebaik mungkin. Saya sudah tiga tahun berada di Premier League dan orang-orang telah melihat bagaimana Bournemouth bermain," ujarnya.
Menurut Iraola, beberapa penyesuaian memang perlu dilakukan saat menangani Liverpool. Namun, ia tidak ingin mengorbankan ciri khas yang selama ini menjadi fondasi sepak bolanya.
"Ada beberapa hal yang perlu kami ubah ketika melatih Liverpool, tetapi saya tidak ingin kehilangan identitas kami: intensitas, agresivitas, dan organisasi permainan. Ada prinsip-prinsip tertentu yang selalu ingin saya lihat dalam tim saya, tetapi Anda juga harus beradaptasi dengan pemain yang dimiliki," lanjutnya.
Kendati enggan memberikan janji berlebihan, Iraola menegaskan dirinya memahami besarnya tuntutan yang melekat pada jabatan pelatih Liverpool.
"Saat datang ke tempat baru, Anda tidak bisa menjanjikan segalanya. Namun, saya memahami ke mana saya datang dan apa yang diharapkan. Saya siap menghadapi tantangan ini," tegas mantan pelatih Rayo Vallecano itu.
Ingin Segera Jadi Bagian Liverpool
Iraola juga menekankan pentingnya membangun hubungan dengan klub dan para pendukung sejak hari pertama.
"Ketika pertama kali datang ke sebuah klub, saya pikir Anda harus membuktikan diri terlebih dahulu. Anda juga harus mendapatkan hak untuk menjadi bagian dari tempat tersebut."
"Saya ingin melakukannya secepat mungkin agar bisa merayakan keberhasilan bersama mereka dan benar-benar menjadi bagian dari perayaan itu," kata mantan bek kanan Timnas Spanyol tersebut.
Bagi Iraola, sepak bola tidak hanya soal taktik dan hasil pertandingan, tetapi juga emosi yang menyertainya.
"Bagi saya, sepak bola adalah emosi. Sepak bola adalah gairah. Dalam kehidupan sehari-hari saya mungkin cukup tenang dan rasional," katanya.
"Tetapi, ketika pertandingan dimulai, ketika Anda merayakan sebuah gol, ada sesuatu yang muncul dari dalam diri, bukan?"
"Saya pikir energi dari dalam itu dibutuhkan oleh pemain, suporter, dan juga pelatih. Dan tidak ada tempat yang lebih baik daripada Anfield," kata Iraola lagi.
Sumber: Sportbible