Bola.com, Jakarta - Penampilan gemilang Emil Audero saat Timnas Indonesia mengalahkan Oman dengan skor 3-0 pada FIFA Matchday di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Jumat (5/6/2026), menuai pujian dari berbagai pihak.
Satu di antara pujian tersebut datang dari mantan kiper Timnas Indonesia era 1980-an, Hermansyah. Menurutnya, Emil Audero tampil nyaris tanpa cela dan memainkan peran penting dalam kemenangan meyakinkan Skuad Garuda.
Di mata Hermansyah, kiper kelahiran Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), itu tidak hanya berfungsi sebagai penjaga gawang, tetapi juga menjadi sosok pemimpin bagi lini belakang Timnas Indonesia.
Meski ban kapten dikenakan Rizky Ridho menyusul absennya Jay Idzes karena cedera, Hermansyah menilai Emil Audero adalah figur yang memberikan ketenangan dan rasa aman kepada para pemain bertahan.
"Emil Audero tetap tampil tenang meski lini belakang mayoritas diisi pemain muda. Dia percaya kepada rekan-rekannya dan menunjukkan kematangan sebagai kiper yang mampu memberi rasa nyaman bagi pertahanan," kata Hermansyah.
Tetap Tenang saat Hadapi Situasi Sulit
Menurut Hermansyah, satu di antara kelebihan terbesar Emil Audero adalah kemampuannya menjaga ketenangan dalam situasi penuh tekanan.
Ia mencontohkan momen ketika Justin Hubner melakukan pelanggaran yang berujung penalti untuk Oman. Dalam situasi tersebut, Emil tidak menunjukkan emosi berlebihan kepada rekannya.
"Sosok Emil Audero sangat cool. Apakah Anda melihat dia marah ketika Justin Hubner melakukan pelanggaran? Tidak. Dia tetap fokus menghadapi penalti pemain Oman dan akhirnya berhasil menggagalkan tendangan tersebut," ujarnya.
Penyelamatan penalti itu menjadi satu di antara momen krusial yang menjaga momentum Timnas Indonesia hingga akhirnya meraih kemenangan telak.
Catat Empat Penyelamatan Krusial
Mantan kiper Bandung Raya dan Pelita Jaya itu juga mencatat sedikitnya empat penyelamatan penting yang dilakukan Emil Audero sepanjang pertandingan.
Menurutnya, kontribusi tersebut tidak hanya menyelamatkan gawang Timnas Indonesia, tetapi juga meningkatkan kepercayaan diri seluruh pemain di lapangan.
"Kunci permainan bagus Emil Audero adalah ketenangan dan rasa saling percaya dengan rekan setim. Saya menghitung ada empat penyelamatan penting yang dia lakukan. Aksi-aksi itu memberikan dampak positif bagi pemain lain," jelas Hermansyah.
Dirigen Permainan dari Lini Belakang
Tak hanya piawai menghalau ancaman lawan, Emil Audero juga mendapat pujian karena kemampuannya membangun serangan dari area pertahanan.
Hermansyah menilai kiper yang musim depan akan kembali memperkuat Como di Serie A itu memiliki kualitas distribusi bola yang sangat baik dan mampu mengambil keputusan tepat meski berada di bawah tekanan lawan.
"Emil Audero adalah dirigen permainan Timnas Indonesia dari lini belakang. Dia selalu tenang ketika membangun serangan dan mampu mengambil keputusan yang tepat saat ditekan lawan. Akurasi umpannya ke depan juga sangat baik," tutur Hermansyah.
Performa impresif tersebut diyakini akan membuat persaingan di posisi penjaga gawang Timnas Indonesia semakin ketat.
"Penampilan ini membuat kompetisi di posisi kiper semakin menarik. Maarten Paes dan Nadeo Argawinata harus menunjukkan kualitas terbaik mereka jika ingin bersaing dengan Emil Audero untuk menjadi kiper utama Timnas Indonesia," pungkasnya.