Bola.com, Jakarta - Target Manchester United, Rafael Leao, kini harus menunggu keputusan FIFA setelah menerima kartu merah langsung saat Portugal mengalahkan Cile dengan skor 2-1 pada laga uji coba, Sabtu lalu.
Pemain sayap AC Milan itu terlibat dalam keributan yang pecah menjelang turun minum. Insiden tersebut berpotensi berdampak besar terhadap peluangnya tampil pada fase awal Piala Dunia 2026.
Leao, yang telah mengisyaratkan keinginannya meninggalkan AC Milan pada bursa transfer musim panas imi untuk mencari tantangan baru di Premier League atau La Liga, diusir wasit pada masa tambahan waktu babak pertama setelah memukul wajah bek Cile, Ivan Roman.
Keributan bermula ketika Joao Cancelo, yang musim lalu berstatus pemain pinjaman Barcelona, tidak menerima tekel Felipe Faundez. Dalam tayangan pertandingan, Faundez terlihat mengayunkan kaki ke arah Cancelo saat keduanya terjatuh.
Roman kemudian datang membela rekan setimnya. Situasi yang semula hanya adu argumen berubah memanas setelah Leao ikut masuk ke kerumunan pemain.
Klarifikasi Leao
Pemain berusia 27 tahun itu beberapa kali mendorong dada Roman dan nyaris mengenai bagian leher lawannya. Roman merespons dengan emosi dan bergerak mendekati Leao.
Dalam situasi tersebut, Leao melayangkan pukulan ke wajah Roman hingga pemain Cile itu terjatuh ke lapangan. Wasit tanpa ragu mengeluarkan kartu merah langsung.
Tak lama setelah pertandingan berakhir, Leao menyampaikan klarifikasinya melalui media sosial. Ia menegaskan tidak memiliki niat untuk mencederai Roman.
"Saya tidak memiliki niat untuk menyakitinya," tulis Leao.
Terancam Absen pada Awal Piala Dunia
Kartu merah itu tidak mengubah hasil pertandingan karena Portugal tetap menang 2-1. Namun, konsekuensinya bisa jauh lebih besar mengingat Piala Dunia 2026 tinggal menghitung hari.
Untuk pelanggaran yang dikategorikan sebagai tindakan kekerasan, hukuman yang lazim dijatuhkan biasanya berupa larangan bermain dua hingga tiga pertandingan.
Dengan hanya tersisa satu laga uji coba sebelum Piala Dunia 2026 dimulai, sanksi tersebut berpotensi dibawa ke turnamen resmi. Jika itu terjadi, Leao bisa dipaksa melewatkan sebagian fase grup bersama Portugal.
Meski begitu, masih ada alasan bagi Leao untuk berharap mendapat keringanan.
Rekan setimnya di Portugal, Cristiano Ronaldo, pernah mengalami situasi serupa pada November lalu. Saat Portugal kalah 0-2 dari Republik Irlandia, Ronaldo menerima kartu merah langsung karena menyikut Dara O'Shea.
FIFA ketika itu menjatuhkan hukuman tiga pertandingan. Namun, dua laga terakhir dalam sanksi tersebut ditangguhkan sehingga Ronaldo hanya menjalani larangan bermain satu pertandingan.
Kasus serupa juga dialami penyerang Curacao, Jurgen Locadia, yang menyikut pemain Skotlandia, Aaron Hickey, bulan lalu. Ia hanya absen pada satu laga uji coba sebelum kembali tersedia untuk Piala Dunia.
Pengaruhi Penilaian MU
Di luar ancaman sanksi FIFA, insiden ini juga berpotensi memengaruhi penilaian Manchester United terhadap Leao.
MU disebut sedang membangun fondasi baru setelah mengalami perbaikan performa dalam beberapa waktu terakhir. Karena itu, karakter pemain menjadi aspek yang mendapat perhatian besar selain kualitas teknis.
Dari sisi kemampuan, Leao tidak diragukan lagi. Selama tujuh musim berkarier di Serie A, ia mengoleksi 64 gol dan 50 assist.
Namun, peraih penghargaan pemain terbaik Serie A musim 2021/2022 itu baru saja menuntaskan musim yang dianggap sebagai satu di antara periode paling mengecewakan dalam kariernya.
Dalam beberapa tahun terakhir, Leao juga kerap mendapat kritik terkait etos kerja di lapangan. Pemandu bakat MU tentu mengetahui penilaian tersebut.
Bahan Pertimbangan MU
Saat ini, banyak klub besar menempatkan sikap dan karakter pemain sebagai faktor yang sama pentingnya dengan kemampuan bermain.
Bagi Setan Merah, aspek itu menjadi makin relevan setelah mereka berusaha keluar dari budaya ruang ganti yang sempat bermasalah dalam beberapa musim terakhir.
Satu insiden tentu tidak akan menjadi dasar tunggal dalam menentukan masa depan Leao. Namun, kartu merah yang diterimanya dipastikan menambah bahan pertimbangan bagi pihak klub.
Di sisi lain, catatan disiplin Leao sebenarnya relatif bersih. Kartu merah saat menghadapi Cile merupakan kartu merah pertama dalam karier internasionalnya dan baru yang kedua sepanjang karier profesional seniornya.
Rekam jejak tersebut bisa menjadi faktor yang meringankan apabila FIFA memutuskan kasusnya. Namun, belum tentu cukup untuk menghapus seluruh keraguan yang mungkin muncul di mata pemandu bakat MU.
Sumber: SI