Bola.com, Jakarta - Pembalap Ducati Lenovo Team, Marc Marquez, mengungkap alasan sebenarnya di balik keputusan berani yang ia ambil saat kembali membalap lebih cepat dari perkiraan musim ini. Juara dunia bertahan MotoGP itu mengaku sengaja memaksakan diri comeback di MotoGP Italia di Mugello demi mempersiapkan diri menghadapi MotoGP Hungaria 2026.
Marquez akhirnya menuai hasil dari strategi tersebut setelah berhasil meraih kemenangan di Sirkuit Balaton Park, Hungaria. Hasil itu menjadi salah satu momen paling emosional dalam perjalanannya musim ini setelah sebelumnya harus bergulat dengan masalah fisik akibat cedera serius.
Musim 2026 memang tidak berjalan mudah bagi pembalap asal Spanyol tersebut. Marquez sempat mengalami gangguan saraf yang merupakan dampak dari cedera bahu parah yang dialaminya setelah kecelakaan di MotoGP Indonesia tahun lalu.
Situasi tersebut memaksanya menjalani operasi dan absen di beberapa kesempatan. Bahkan, ia juga kehilangan kesempatan tampil penuh di MotoGP Prancis setelah mengalami patah tulang kaki. Namun, hanya tiga pekan setelah operasi, Marquez sudah kembali mengaspal di Mugello.
Meski hanya finis ketujuh di balapan utama MotoGP Italia, ternyata ada alasan besar di balik keputusan tersebut.
MotoGP Hungaria Sudah Masuk Dalam Perhitungan
Marquez secara terbuka mengakui bahwa dirinya memang menjadikan MotoGP Hungaria sebagai salah satu peluang terbaik untuk kembali merasakan kemenangan.
Ia merasa karakteristik Balaton Park yang memiliki banyak tikungan ke kiri lebih cocok dengan kondisi fisiknya saat ini.
"Saya tidak bisa berbohong soal itu. Saya memutuskan membalap di Mugello untuk mempersiapkan diri menghadapi sirkuit ini karena saya tidak tahu, sejujurnya, berapa banyak kesempatan yang masih saya miliki untuk memikirkan kemenangan pada akhir pekan balapan," ujar Marquez.
"Saya tahu bahwa di sini, dengan banyak tikungan ke kiri, saya memiliki peluang."
Meski demikian, Marquez menegaskan dirinya belum berada dalam kondisi ideal untuk langsung tampil agresif setiap akhir pekan.
"Tetapi dalam situasi seperti sekarang, saya tidak bisa menjalani akhir pekan balapan dengan langsung menyerang sejak awal."
"Jika saya merasa baik, saya akan menyerang. Namun saya tidak bisa datang ke setiap balapan dengan pendekatan seperti itu."
Belum Mau Bicara Soal Perebutan Gelar Dunia
Meski berhasil meraih kemenangan di Hungaria, Marquez menilai saat ini belum waktunya membicarakan peluang merebut gelar juara dunia MotoGP 2026.
Menurutnya, kondisi fisik masih menjadi perhatian utama sehingga pendekatan yang lebih hati-hati perlu dilakukan hingga jeda musim panas berakhir.
"Saya ingin bisa mengatakan setelah jeda musim panas bahwa saya siap menyerang. Tetapi sekarang belum waktunya."
"Saya merasa saat ini lebih banyak yang bisa saya rugikan dibandingkan yang bisa saya dapatkan. Jadi saya harus tetap tenang," tegasnya.
Tikungan Kiri Jadi Kunci Keberhasilan
Sejak awal akhir pekan MotoGP Hungaria, banyak rival menempatkan Marquez sebagai salah satu kandidat kuat juara. Selain karena rekam jejaknya yang sangat kuat di sirkuit berkarakter anti-clockwise, kondisi Balaton Park juga dianggap lebih bersahabat bagi bahu kanannya yang masih dalam tahap pemulihan.
Meski demikian, Marquez mengaku kemenangan tersebut sebenarnya tidak masuk dalam rencana awalnya.
"Saya percaya pada diri sendiri, tetapi sejujurnya kemenangan ini tidak ada dalam rencana."
"Titik kuncinya adalah pada hari Jumat. Pada putaran ketiga atau keempat saya langsung mendapatkan catatan waktu yang bagus dengan cukup mudah."
Menurut Marquez, kecepatan yang langsung muncul sejak sesi latihan bebas membuatnya bisa menghemat tenaga sepanjang akhir pekan dan mengatur ritme balapan dengan lebih efektif.
Sampai Mengalami Arm Pump di Lengan Kiri
Marquez juga mengungkapkan kondisi unik yang dialaminya saat balapan utama berlangsung. Untuk pertama kalinya sepanjang karier MotoGP, ia merasakan masalah arm pump pada lengan kiri akibat terlalu banyak memaksakan diri di area tikungan.
"Ini mungkin pertama kalinya dalam karier saya mengalami masalah arm pump di lengan kiri karena saya terlalu banyak mendorong motor dengan sisi kiri."
Meski sempat mengalami kesulitan fisik, Marquez tetap mampu mengelola balapan dengan baik dan akhirnya berdiri di podium tertinggi.
Kemenangan di Hungaria sekaligus menjadi bukti bahwa proses pemulihan sang juara dunia berjalan ke arah yang positif. Namun, Marquez masih memilih bersikap realistis dan belum ingin terburu-buru memasang target besar untuk sisa musim MotoGP 2026.