Thierry Henry Soroti 2 Tim yang Berpotensi Mengguncang Piala Dunia 2026

Thierry Henry mengulas dua tim yang punya potensi "mengganggu" tim-tim mapan di Piala Dunia 2026.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 11 Juni 2026, 21:30 WIB
Legenda sepak bola Prancis, Thierry Henry. (AFP/Michael Owens)

Bola.com, Jakarta - Legenda Prancis, Thierry Henry, menjagokan negaranya sendiri untuk kembali melangkah jauh di Piala Dunia 2026.

Namun, mantan penyerang Arsenal itu juga mengingatkan bahwa ada dua tim nonunggulan yang berpotensi membuat kejutan besar sepanjang turnamen.

Advertisement

Dalam wawancara bersama Sports Illustrated, Henry menempatkan Prancis sebagai kandidat terkuat untuk mengangkat trofi Piala Dunia 2026.

Menurut pria yang menjadi bagian dari skuad juara dunia Prancis pada 1998 itu, rekam jejak Les Bleus dalam dua edisi terakhir menjadi alasan utama.

"Saya melihat Prancis sebagai kandidat terkuat, sebagian karena saya orang Prancis, tetapi juga karena kami mencapai dua final terakhir," kata Henry.

Sulit membantah pendapat tersebut. Prancis menjuarai Piala Dunia 2018, lalu kembali mencapai partai final pada edisi 2022.

Skuad asuhan Didier Deschamps juga masih dipenuhi pemain-pemain papan atas. Di lini depan, mereka memiliki Kylian Mbappe, Ousmane Dembele, Michael Olise, serta sejumlah pemain elite di berbagai posisi.

Kedalaman skuad itulah yang membuat Prancis dinilai memiliki profil ideal untuk bersaing dalam turnamen singkat seperti Piala Dunia.


Spanyol, Argentina, Portugal, dan Inggris Masuk Hitungan

Timnas Spanyol berhasil meraih kemenangan 3-1 atas Peru pada laga uji coba jelang Piala Dunia 2026 di Estadio Cuauhtemoc, Puebla City, Selasa (09/06/2026) pagi WIB. (AFP/CARL DE SOUZA)

Kendati menjagokan Prancis, Henry tidak menutup mata terhadap kekuatan negara-negara lain.

Ia menyebut Spanyol, Argentina, Portugal, dan Inggris sebagai kandidat yang juga layak diperhitungkan dalam perebutan gelar.

"Spanyol, Argentina, Portugal, dan Inggris juga merupakan kandidat yang menjanjikan. Kejutan dari Norwegia atau Senegal juga mungkin terjadi," ujarnya.

Henry juga menyinggung peluang Jerman. Mantan pemain Barcelona itu mengaku masih menunggu Die Mannschaft menemukan kembali performa terbaik mereka.

"Mengenai Jerman, saya masih menunggu mereka menemukan bentuk permainan terbaiknya lagi. Jerman sudah lolos dan itu yang paling penting."

"Terkadang Anda justru bisa bermain lebih baik ketika tekanannya lebih kecil. Bagaimanapun, saya mendoakan yang terbaik untuk Julian Nagelsmann dan timnya, kecuali jika mereka menghadapi Prancis," ulasnya.


Masuk Akal

Pada tahun berikutnya, Lionel Messi berhasil memenangi trofi Finalissima 2022 bersama Argentina dengan mengalahkan Juara Euro 2020, Italia. Pertandingan yang berlangsung di Stadion Wembley itu berakhir dengan skor 3-0 untuk kemenangan La Albiceleste. Gol kemenangan Argentina kala itu dicetak oleh Lautaro Martinez, Angel Di Maria, dan Paulo Dybala. (AFP/Adrian Dennis)

Daftar kandidat yang disebut Henry memang cukup masuk akal.

  • Argentina datang sebagai juara bertahan.
  • Spanyol memiliki generasi muda bertalenta dengan kemampuan teknik tinggi.
  • Portugal dipenuhi pemain berkualitas di lini tengah dan lini depan
  • sementara Inggris tetap menjadi satu di antara skuad terkuat di atas kertas.

Tim Kuda Hitam

Para pemain Senegal berpose untuk foto menjelang pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2026 Grup B zona Afrika antara Senegal dan Mauritania di Stade Abdoulaye Wade, Diamniadio pada 14 Oktober 2025. (Patrick Meinhardt/AFP)

Bagian paling menarik dari prediksi Henry justru muncul ketika ia menyebut Norwegia dan Senegal.

Kedua negara tersebut tidak masuk kelompok favorit utama, tetapi dinilai memiliki modal untuk mengganggu tim-tim besar.

Norwegia memiliki lini serang yang berbahaya dan bisa menjadi ancaman bagi siapa pun jika para pemain depan mereka tampil dalam performa terbaik. Sementara Senegal menawarkan kombinasi kekuatan fisik, kecepatan, dan pengalaman bermain di turnamen besar.

Karakteristik tersebut dapat menjadi senjata yang merepotkan lawan, terutama pada fase gugur yang hanya ditentukan oleh satu pertandingan.

Prancis mungkin berstatus unggulan, tetapi sejarah menunjukkan Piala Dunia jarang berjalan sesuai prediksi. Itulah mengapa peringatan Henry mengenai potensi kejutan dari Norwegia dan Senegal patut diperhatikan.

 

Sumber: Caught Offside

Berita Terkait