Bos Ducati Tak Habis Pikir dengan Marc Marquez setelah Kemenangan di MotoGP Hungaria

Bos Ducati sampai geleng-geleng kepala dengan kemenangan Marc Marquez di MotoGP Hungaria lalu.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 12 Juni 2026, 06:45 WIB
Pembalap Ducati Lenovo, Marc Marquez, berhasil meraih podium juara pada sprint race MotoGP Hungaria di Sirkuit Balaton Park, Balatonfokajar, Sabtu (06/06/2026) malam WIB. (AFP/FERENC ISZA)

Bola.com, Jakarta - Kemenangan Marc Marquez di MotoGP Hungaria 2026 tidak hanya mengakhiri penantian panjangnya meraih kemenangan, tetapi juga membuat bos Ducati, Davide Tardozzi, kembali dibuat takjub oleh kemampuan juara dunia tujuh kali tersebut.

Marquez mencatat kemenangan pertamanya musim ini di Sirkuit Balaton Park, sekaligus yang pertama sejak September tahun lalu.

Advertisement

Hasil itu diraih pada putaran kedelapan musim 2026, ketika kondisi fisiknya masih belum sepenuhnya pulih.

Pembalap asal Spanyol tersebut masih bergulat dengan gangguan saraf pada bahu kanan, cedera yang bermula dari kecelakaan hebat di MotoGP Indonesia pada Oktober 2025, hanya sepekan setelah memastikan gelar juara dunia 2025.

Karakteristik Balaton Park yang berlawanan arah jarum jam memang dinilai lebih bersahabat bagi kondisi fisik Marquez.

Namun, dominasi penuh yang ia tunjukkan sepanjang akhir pekan tetap di luar dugaan banyak pihak, termasuk Tardozzi.

"Ya, tentu saja," kata Tardozzi ketika ditanya apakah dirinya terkejut dengan performa Marquez.

"Tetapi, yang ingin saya katakan adalah, saya terkejut karena saya masih bisa merasa terkejut. Karena itulah Marc Marquez," ujarnya.


Batas Kemampuan

Pesta tim Ducati merayakan sukses Marc Marquez di Sirkuit Balaton Park, Hungaria. (FERENC ISZA / AFP)

Menurut Tardozzi, Marquez sangat memahami batas kemampuan tubuhnya saat ini dan tidak pernah memaksakan diri melebihi kapasitas yang dimilikinya.

"Marc tahu persis di mana batas kemampuannya saat ini. Terlepas dari apa yang ia lakukan sepanjang akhir pekan ini, kondisinya masih belum 100 persen," ungkapnya.

"Kami harus bekerja pada setiap balapan agar dia makin nyaman di atas motor."

"Dia masih berusaha memulihkan cederanya karena kondisinya memang belum sempurna."

"Tetapi, dia seorang juara dan mampu menjalani balapan serta akhir pekan seperti yang dia lakukan di sini," lanjut Tardozzi.


Pangkas Selisih Poin

Marc Marquez saat rasakan kemenangan ke-100 usai finis pertama pada Main Race MotoGP Hungaria. (Ferenc ISZA / AFP)

Kemenangan Marquez di Hungaria menjadi kemenangan ketiga Ducati sepanjang musim 2026.

Meski begitu, Ducati mengakui Aprilia masih menjadi acuan utama dalam persaingan perebutan gelar musim ini.

Saat ini, pembalap Aprilia, Marco Bezzecchi, masih memimpin klasemen. Namun, kemenangan di Hungaria membantu Marquez memangkas selisih poin secara signifikan.

Sebelum balapan di Balaton Park, Marquez tertinggal 102 poin dari Bezzecchi. Kini, jarak keduanya menyusut menjadi 72 poin.


Akui Persaingan dengan Aprilia

Duo Aprilia: Jorge Martin dan Marco Bezzecchi diyakini bakal bersaing jadi juara dunia MotoGP 2026. (X/Aprilia)

Tardozzi menilai persaingan antara Ducati dan Aprilia berlangsung sangat ketat. Ia bahkan memperkirakan Aprilia masih akan memiliki keuntungan pada seri-seri berikutnya di Republik Ceska dan Belanda.

Namun, Ducati yakin akan kembali unggul ketika MotoGP memasuki sirkuit-sirkuit yang lebih sesuai dengan karakter motor mereka.

"Kami yakin selalu memiliki motor yang kompetitif selama bertahun-tahun, termasuk sejak awal musim ini," ujar Tardozzi.

"Tetapi, kami juga harus mengakui bahwa para rival yang saat ini memimpin kejuaraan telah melakukan pekerjaan yang luar biasa."

"Saat ini level kami hampir setara. Saya pikir pada beberapa lintasan berikutnya mereka akan memiliki keuntungan, sementara pada lintasan lain giliran kami yang akan lebih unggul," imbuh Tardozzi.

 

Sumber: Crash

Berita Terkait