Bola.com, Jakarta - Setelah menjalani delapan seri Moto3 2026, pembalap Indonesia, Veda Ega Pratama sukses melebihi ekspektasi dengan raihan dua podium plus kini ada di urutan enam klasemen.
Jika ditotal, Veda Ega Pratama telah mengumpulkan 71 poin atau berselisih 99 poin dari sang pemuncak klasemen, Maximo Quiles.
Kini isu mulai berseliweran bahwa ada kemungkinan Veda Ega Pratama bakal naik kelas ke Moto2 2027, meskipun opsi bertahan di Moto3 juga masih sangat terbuka.
Yang pasti Honda Team Asia sendiri memiliki tim baik di Moto3 maupun Moto2. Lantas seperti apa keinginan Veda Ega Pratama? "Ya kita liat nanti," ungkap Veda Ega Pratama saat diwawancara Bola.com.
"Karena juga ini baru tahun pertama di Moto3. Jadi saya juga enggak tahu dan ya pokoknya yang terbaik untuk diri saya saja ya pokoknya," tambahnya.
Tidak Mengira
Pembalap Honda Team Asia ini sudah mengoleksi 71 poin dengan rincian dua kali podium: finis ketiga pada balapan Moto3 Brasil dan Prancis.
Namun untuk diketahui, finis ketiga Moto3 Prancis didapat usai pembalap Leopard Racing, Adrian Fernandez mendapat diskualifikasi. Veda Ega Pratama turut menyebut raihannya sejauh ini di Moto3 2026 sudah melebihi ekspektasinya.
"Ya cukup senang dengan hasilnya karena sebenarnya enggak mengira kalau bisa seperti ini. Karena memang targetnya kan tadinya bisa dapat poin sebanyak-banyaknya," Veda Ega Pratama menuturkan.
"Tapi ternyata setelah Thailand saya melihat saya bisa tarung di depan dan ya, tapi sampai sekarang masih banyak yang harus dipelajari," ungkapnya.
Kunci Adaptasi Cepat
Rekam jejak Veda Ega Pratama pada musim rookie di Moto3 memang terbilang luar biasa. Dia turut membeberkan kunci adaptasi cepatnya di semua seri.
"Ya memang agak sulit, tapi dari tim juga mereka juga udah ada data-data dari tahun kemarin, dari rider lain dan juga ya biasanya ya mempelajari dari video juga. Itu cara saya agar beradaptasi lebih cepat," Veda Ega Pratama menuturkan.
Lantas sirkuit apa yang sejauh ini paling sulit menurut anak dari eks pembalap Sudarmono ini? "Semua sirkuit sulit sih pasti, karena ada setiap sirkuit ada tantangannya, tantangan tersendiri," jawabnya.
"Dan ya kalau disebut mungkin Hungaria (Balaton Park) di balapan kemarin itu salah satu sirkuit yang sulit. Karena memang grip-nya enggak terlalu bagus dan juga kondisi cuacanya cukup panas dan ya agak tricky sirkuitnya, banyak chicane gitu," tambahnya.