Bola.com, Jakarta - Total delapan seri Moto3 2026 sudah digelar dan pembalap Indonesia, Veda Ega Pratama sudah merasakan dua podium. Rinciannya finis ketiga pada balapan di Ayrton Senna, Brasil dan Le Mans, Prancis.
Kini Moto3 2026 masih tersisa 14 seri lagi, lantas di trek mana Veda Ega Pratama merasa bisa podium lagi atau bahkan meraih kemenangan?
Diwawancara Bola.com, pembalap Honda Team Asia ini pilih merendah. Menurutnya sebagai rookie di Moto3, semua balapan bakal sulit buatnya.
"Ya enggak ada yang tau sih, banyak sirkuit yang belum pernah, balap dengan motor ini dan juga ini kelas baru bagi saya. Jadi ya masih belum tahu, jadi kita akan lihat," kata Veda Ega Pratama.
Ketika ditanya lagi, pada balapan mana, Veda Ega Pratama merasakan sirkuitnya cocok dengan gaya balapnya, ia menjawab: "Ya pastinya sirkuit yang sudah pernah saya balapan sebelumnya seperti Mandalika."
"Lalu sirkuit Asia terutama Sepang juga mungkin ya," tambah putra dari eks pembalap nasional, Sudarmono ini.
Stay di Moto2 2027?
Kini isu mulai berseliweran bahwa ada kemungkinan Veda Ega Pratama bakal naik kelas ke Moto2 2027, meskipun opsi bertahan di Moto3 juga masih sangat terbuka.
Yang pasti Honda Team Asia sendiri memiliki tim baik di Moto3 maupun Moto2. Lantas seperti apa keinginan Veda Ega Pratama? "Ya kita liat nanti," ungkap Veda Ega Pratama saat diwawancara Bola.com.
"Karena juga ini baru tahun pertama di Moto3. Jadi saya juga enggak tahu dan ya pokoknya yang terbaik untuk diri saya saja ya pokoknya," tambahnya.
Melebihi Ekspektasi
Pembalap Honda Team Asia ini sudah mengoleksi 71 poin dengan rincian dua kali podium: finis ketiga pada balapan Moto3 Brasil dan Prancis.
Namun untuk diketahui, finis ketiga Moto3 Prancis didapat usai pembalap Leopard Racing, Adrian Fernandez mendapat diskualifikasi. Veda Ega Pratama turut menyebut raihannya sejauh ini di Moto3 2026 sudah melebihi ekspektasinya.
"Ya cukup senang dengan hasilnya karena sebenarnya enggak mengira kalau bisa seperti ini. Karena memang targetnya kan tadinya bisa dapat poin sebanyak-banyaknya," Veda Ega Pratama menuturkan.
"Tapi ternyata setelah Thailand saya melihat saya bisa tarung di depan dan ya, tapi sampai sekarang masih banyak yang harus dipelajari," ungkapnya.