Kapten Timnas Skotlandia, Andy Robertson Temukan Celah dari Peraturan Lemparan ke Dalam Baru di Piala Dunia 2026

Kapten Timnas Skotlandia, Andy Robertson, menjadi sorotan setelah diduga menemukan celah dalam aturan baru FIFA terkait lemparan ke dalam yang mulai diterapkan pada Piala Dunia 2026.

BolaCom | Hendry WibowoDiterbitkan 15 Juni 2026, 07:45 WIB
Kiper Timnas Skotlandia, Angus Gunn bersama kapten tim Andy Robertson merayakan kemenangan 1-0 melawan Haiti dalam pertandingan Grup C Piala Dunia 2026. (Justin Setterfield / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / Getty Images via AFP)

Bola.com, Jakarta - Kapten Timnas Skotlandia, Andy Robertson, menjadi sorotan setelah diduga menemukan celah dalam aturan baru FIFA terkait lemparan ke dalam yang mulai diterapkan pada Piala Dunia 2026.

Momen tersebut terjadi saat Skotlandia mengawali kiprahnya di turnamen dengan kemenangan tipis 1-0 atas Haiti pada hari Minggu (14/06/2026) pagi WIB.

Advertisement

Tiga poin menjadi hasil yang sangat penting bagi tim asuhan Steve Clarke mengingat mereka masih harus menghadapi dua lawan berat, yakni Brasil dan Maroko.

Gol tunggal kemenangan Skotlandia dicetak gelandang Aston Villa, John McGinn, pada pertengahan babak pertama.

Bagi Robertson, pertandingan itu memiliki makna spesial. Bek yang baru bergabung dengan Tottenham Hotspur tersebut menjadi kapten pertama yang memimpin Skotlandia dalam pertandingan Piala Dunia sejak Colin Hendry pada edisi 1998.

"Perasaan yang luar biasa. Para pemain berhasil mewujudkan mimpi mereka hari ini," ujar Robertson kepada BBC Scotland.

"Hari yang sangat panjang menunggu pertandingan. Saya bahkan tidak bisa membayangkan bagaimana para suporter di rumah harus menunggu hingga larut malam."

"Ketika kami berjalan ke lapangan dan menyanyikan lagu kebangsaan bersama-sama, itu sangat spesial. Kemudian menutupnya dengan kemenangan membuat semuanya terasa sempurna," lanjutnya. 

Nikmati liputan eksklusif Piala Dunia 2026 di Bola.com. Kami menyajikan berbagai liputan menarik, unik, dan analisis yang konferhensif dengan datang langsung ke Amerika Serikat. Klik link ini!

Jurnalis KLY Sports, Hery Kurniawan, peliput Piala Dunia 2026. (Multimedia KLY)


Manfaatkan Celah Aturan Baru FIFA

Namun, bukan hanya kemenangan Skotlandia yang menjadi bahan perbincangan. Robertson juga menarik perhatian karena aksinya saat timnya berusaha mempertahankan keunggulan di menit-menit akhir pertandingan.

Pada Piala Dunia 2026, FIFA memperkenalkan aturan baru untuk mengurangi praktik membuang waktu. Pemain yang dianggap sengaja menunda lemparan ke dalam akan mendapatkan hitungan mundur lima detik dari wasit.

Jika waktu habis tanpa lemparan dilakukan, hak lemparan ke dalam akan diberikan kepada tim lawan. Pemain pertama yang terkena sanksi aturan tersebut adalah bek Bosnia-Herzegovina, Sead Kolasinac, saat menghadapi tuan rumah Kanada. Ia kehilangan hak lemparan ke dalam setelah dianggap terlalu lama memulai kembali permainan.

Namun, dalam laga Skotlandia kontra Haiti, Robertson terlihat memberi instruksi kepada rekan-rekannya mengenai posisi sebelum mengambil bola untuk melakukan lemparan ke dalam.

Meski seluruh proses berlangsung lebih dari 10 detik, wasit tidak memberikan hukuman apa pun karena hitungan mundur baru dimulai setelah sang pemain memegang bola.

 


Fans Ramai Berkomentar

Selebrasi John McGinn usai mencetak gol di laga Haiti vs Skotlandia di laga matchday 1 Grup C Piala Dunia 2026 di Boston Stadium, Foxborough, Massachusetts, Minggu (14/6/2026) pagi WIB. (AP Photo/Martin Meissner)

Aksi tersebut memicu perdebatan di media sosial. Banyak penggemar menilai Robertson telah menemukan cara untuk mengakali aturan baru FIFA.

Sejumlah pendukung langsung bereaksi setelah cuplikan video tersebut beredar luas di media sosial X. "Arteta sedang mencatat trik ini," tulis seorang pengguna, merujuk kepada Manajer Arsenal, Mikel Arteta.

Pengguna lain menambahkan, "Aturan anti membuang waktu itu hanya bertahan tiga hari." Sementara komentar lain berbunyi, "Licik juga Robbo, tapi saya menyukainya."

Di sisi lain, beberapa penggemar menganggap kejadian tersebut mencerminkan bagaimana tim-tim sepak bola modern selalu berusaha mencari celah dari setiap regulasi baru yang diterapkan.

Sumber: BBC 


Yuk Lihat Peta Persaingan

Berita Terkait