Bola.com, New Jersey - Piala Dunia selalu menghadirkan cerita menarik, bukan hanya di dalam lapangan, tetapi juga di luar stadion. Hal itu pula yang saya rasakan saat menjalankan tugas meliput ajang sepak bola terbesar di dunia tersebut di Amerika Serikat.
KLY Sports kembali mendapat kesempatan meliput langsung Piala Dunia 2026. Ini menjadi kali ketiga KLY Sports hadir di pesta sepak bola empat tahunan tersebut sejak berdiri.
Sebelumnya, KLY Sports meliput langsung Piala Dunia 2018 di Rusia dan Piala Dunia 2022 di Qatar. Kini, Amerika Serikat menjadi destinasi berikutnya untuk menghadirkan laporan langsung kepada pembaca di Indonesia.
Saya, Hery Kurniawan, mendapat kesempatan untuk meliput langsung atmosfer Piala Dunia 2026. Salah satu pertandingan yang saya datangi adalah duel menarik Grup C antara Brasil dan Maroko di Stadion MetLife, New Jersey, Minggu (14/6/2026) pagi WIB.
Laga tersebut berakhir imbang 1-1. Maroko sempat unggul lebih dulu melalui Ismael Saibari sebelum Brasil menyamakan kedudukan lewat Vinicius Junior. Ribuan suporter dari berbagai negara memadati stadion dan menciptakan suasana yang luar biasa.
Namun, cerita yang paling membekas justru terjadi setelah pertandingan berakhir.
Tak Sengaja Bertemu iShowSpeed
Saat meninggalkan area stadion usai menjalankan tugas peliputan, perhatian saya tiba-tiba tertuju pada kerumunan orang yang bergerak cukup cepat. Ternyata, sosok yang menjadi pusat perhatian tersebut adalah Darren Watkins Jr. atau yang lebih dikenal sebagai iShowSpeed.
Konten kreator asal Amerika Serikat itu baru saja menyelesaikan siaran langsung (IRL livestream) saat menghadiri pertandingan Brasil melawan Maroko. Kehadirannya langsung memancing antusiasme para penggemar yang berusaha mendekat untuk menyapa maupun mengabadikan momen bersama.
Kesempatan itu tentu tidak saya lewatkan.
Saya mencoba menarik perhatian Speed yang sedang berjalan di tengah pengawalan ketat para bodyguard.
"Speed, santai-santai," teriak saya.
Di luar dugaan, Speed langsung merespons.
Makin Jago Bahasa Indonesia
Popularitas Speed di Indonesia memang bukan hal baru. Ia beberapa kali menunjukkan ketertarikannya terhadap Indonesia dan memiliki basis penggemar yang sangat besar di Tanah Air.
Namun yang menarik, kosakata bahasa Indonesianya kini terlihat semakin bertambah.
"Aku cinta Indonesia," jawab Speed.
Tidak berhenti sampai di situ, ia kembali melontarkan kalimat yang membuat para penggemarnya di Indonesia pasti senang mendengarnya.
"Aku ingin kembali ke Indonesia," katanya.
Lalu ia menambahkan satu kalimat lagi.
"Ya, aku cinta kamu."
Respons spontan tersebut langsung disambut riuh oleh orang-orang yang berada di sekitar lokasi.
Momen itu memang berlangsung sangat singkat. Namun cukup untuk menunjukkan bahwa pria bernama asli Darren Jason Watkins Jr. itu masih memiliki kedekatan khusus dengan Indonesia dan para penggemarnya.
Gagal Foto Bareng
Sayangnya, keberuntungan belum sepenuhnya berpihak kepada saya.
Setelah sempat berinteraksi singkat, saya mencoba mendekat untuk meminta foto bersama. Namun upaya tersebut tidak berhasil karena beberapa bodyguard yang mengawal Speed membatasi akses orang-orang di sekitarnya.
Speed terus berjalan menuju area yang sudah ditentukan dan kerumunan pun perlahan terpecah.
Meski gagal mendapatkan foto bersama, pengalaman bertemu salah satu kreator konten terbesar di dunia itu tetap menjadi momen yang menyenangkan selama menjalankan tugas di Piala Dunia 2026.
Meliput Piala Dunia bukan pekerjaan yang mudah. Perjalanan antarkota yang panjang, jadwal pertandingan yang padat, serta tuntutan untuk terus mengirimkan laporan secara cepat menjadi tantangan tersendiri bagi jurnalis yang bertugas.
Karena itu, momen-momen tak terduga seperti bertemu iShowSpeed menjadi pengalaman yang memberi energi tambahan di tengah padatnya aktivitas peliputan.
Piala Dunia 2026 masih panjang. Banyak pertandingan besar, cerita menarik, dan pengalaman unik yang menanti untuk dibagikan kepada pembaca KLY Sports dari Amerika Serikat.
Dan siapa sangka, setelah menyaksikan Brasil dan Maroko berbagi poin di lapangan, salah satu kenangan yang paling membekas justru datang dari pertemuan singkat dengan iShowSpeed di luar stadion. Sebuah momen sederhana yang membuat semangat meliput Piala Dunia semakin membara.