Pengamat: Strategi Bertahan Jadi Senjata, Tiga Tim Kejutkan Piala Dunia 2026

Untuk apa main cantik kalau tak bisa menang? Pengamat sepak bola, Toni Ho, mengamati laga-laga di Piala Dunia 2026.

BolaCom | Gatot SumitroDiterbitkan 16 Juni 2026, 15:00 WIB
Pemain Australia merayakan kemenangan atas Turki pada laga matchday 1 Grup D Piala Dunia 2026 di BC Place, Vancouver, Kanada, Minggu (14/6/2026) siang WIB. (AP Photo/Abbie Parr)

Bola.com, Jakarta - Ada beberapa laga pembuka fase grup yang menarik di Piala Dunia 2026. Ada tiga negara yang setidaknya membuat kejutan. Australia, Skotlandia, dan Tanjung Verde jadi sorotan.

Ketiga tim tersebut tidak menyuguhkan permainan menarik karena mereka cenderung lebih banyak bertahan untuk menahan gempuran lawan.

Advertisement

Akan tetapi, pada akhirnya Australia sukses menggebuk Turki 2-0. Skotlandia menundukkan Haiti 1-0. Sementara sang debutan, Tanjung Verde, bikin Spanyol frustrasi setelah berbagi skor tanpa gol.

Laga-laga ini mendapatkan perhatian dari pengamat sepak bola, Toni Ho.

"Saya kira cara apa pun halal dilakukan untuk meraih kemenangan. Tujuan main bola kan skor akhir, bukan permainan cantik. Apa gunanya main bagus seperti Spanyol kalau cetak gol ke gawang Tanjung Verde saja tak bisa," kata Toni Ho.

 


Strategi Tepat

Para pemain Cape Verde merayakan kemenangan setelah pertandingan sepak bola Grup H Piala Dunia antara Spanyol dan Cape Verde di Atlanta, Selasa, 16 Juni 2026. (AP Photo/Erik S. Lesser)

Pengamat sepak bola asal Makassar ini menyebut Australia tampil lebih cerdik dan efektif, meskipun hampir sepanjang laga pertahanan tim asuhan pelatih Tony Popovic itu dibombardir Turki.

"Taktik yang dipakai Toni Popovic persis seperti dilakukan Shin Tae-yong saat sukses melatih Timnas Indonesia. Anehnya itu di bagian ini... STY pakai compact defence dikritik habis di Indonesia. Padahal, pelatih Australia juga menggunakan cara serupa," ujar Toni Ho.

Mantan arsitek tim PSM Makassar dan Persipura Jayapura ini yakin pelatih negara ketiga tersebut tahu strategi apa paling tepat untuk meraih poin.

"Di tim manapun, pelatih paling tahu apa yang harus dilakukan. Pelatih yang benar itu tak harus memuaskan penonton dengan gaya main cantik. Toh kalau tim menang itu adalah kepuasan bagi pendukung tim tersebut," ucapnya.

 

Berita Terkait