Timnas Spanyol Bisa Happy Ending di Piala Dunia 2026 meski Diimbangi Tanjung Verde, Ini Alasannya

Kegagalan mendapatkan poin dari Tanjung Verde di laga pembuka Grup H Piala Dunia 2026 tentu bukan akhir dari Timnas Spanyol.

BolaCom | Vincentius AtmajaDiterbitkan 16 Juni 2026, 15:30 WIB
Para pemain Timnas Spanyol berkumpul sebelum pertandingan Grup H Piala Dunia 2026 antara Spanyol dan Cabo Verde di Stadion Atlanta pada 16 Juni 2026 di Atlanta, Georgia. (Justin Setterfield/Getty Images via AFP)

Bola.com, Jakarta - Timnas Spanyol hanya meraih hasil imbang pada pertandingan pertama Grup Grup H Piala Dunia 2026.

Juara Euro 2024 itu dipaksa bermain tanpa gol oleh debutan Piala Dunia asal Afrika, Tanjung Verde, di Atlanta Stadium, Selasa (16-6-2026) dini hari WIB.

Advertisement

Ada fakta menarik seputar hasil imbang yang diraih Spanyol kali ini.

Bisa jadi Spanyol akan menjelma sebagai kekuatan menakutkan di sisa Piala Dunia 2026, meski hasil minor didapat pada laga pertama mereka.

Kok bisa?

Media asal Inggris, The Sun, mengulas sebuah tren yang pernah terjadi dalam perjalanan Piala Dunia dalam beberapa edisi. Itu adalah, satu tim bisa berakhir dengan gelar juara, meski mengawali kiprah dengan negatif.

"Sang juara Eropa ditahan imbang 0-0 oleh tim debutan di Piala Dunia 2026. Namun, perlu dicatat, Spanyol belum bisa dikesampingkan dari daftar kandidat juara," tulis The Sun.


Jejak 16 Tahun Silam

Bersama timnas Spanyol, kariernya pun cukup mentereng. Ia adalah kapten yang membawa Tim Matador menjuarai Piala Dunia 2010, Euro 2008 dan 2012. (AFP/Javier Soriano)

Fakta itu berasal dari rekam jejak ketika Spanyol menjadi juara Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan.

Ya, La Furia Roja bangkit setelah kekalahan di pertandingan pembuka melawan Swiss. Spanyol kalah lewat gol Gelson Fernandes kala itu.

Spanyol kemudian memenangkan dua pertandingan tersisa di fase penyisihan grup, masing-masing melawan Honduras dan Chili, sebelum mengalahkan Portugal 1-0 di babak 16 besar, dan melaju ke perempat final.

Di perempat final, Spanyol menang 1-0 atas Paraguay, dilanjutkan menang 1-0 melawan Jerman di semifinal. Hingga akhirnya tim asuhan Vicente del Bosque tersebut kemudian menghadapi Belanda di final.

Spanyol mengangkat trofi juara usai menaklukkan Jerman 1-0 lewat gol Andres Iniesta di waktu tambahan.


Argentina Juga Sama

Pada tahun berikutnya, Lionel Messi berhasil memenangi trofi Finalissima 2022 bersama Argentina dengan mengalahkan Juara Euro 2020, Italia. Pertandingan yang berlangsung di Stadion Wembley itu berakhir dengan skor 3-0 untuk kemenangan La Albiceleste. Gol kemenangan Argentina kala itu dicetak oleh Lautaro Martinez, Angel Di Maria, dan Paulo Dybala. (AFP/Adrian Dennis)

Juara bertahan Piala Dunia, Argentina, juga pernah dalam fase yang hampir sama empat tahun lalu di Qatar. Lionel Messi dkk. menelan kekalahan mengejutkan di pertandingan pembuka melawan Arab Saudi dengan skor 1-2.

Namun, Argentina tak terpengaruh oleh kekalahan tersebut, bangkit dan mengalahkan Meksiko serta Polandia di pertandingan penyisihan grup untuk lolos ke babak gugur atau 16 besar.

Tim Tango kemudian menikmati kemenangan melawan Australia, Belanda, dan Kroasia di babak gugur sebelum kemenangan dramatis mereka melalui adu penalti melawan Prancis di final.


Peluang Spanyol

Para pemain Spanyol minum saat istirahat minum dalam pertandingan Grup H Piala Dunia 2026 antara Spanyol dan Cabo Verde di Stadion Atlanta pada 16 Juni 2026 di Atlanta, Georgia. (Buda Mendes/Getty Images via AFP)

Alih-alih terlalu disesali, kegagalan Spanyol mengalahkan Tanjung Verde pada laga perdana penyisihan grup dianggap menjadi pertanda baik di sisa Piala Dunia 2026.

Format baru Piala Dunia 2026 dengan melibatkan 48 tim, juga makin membuka peluang untuk lolos ke fase gugur dari peringkat ketiga sekalipun.

Diketahui 12 tim dari masing-masing juara grup dan runner-up berhak lolos langsung ke babak 32 besar. Sementara delapan tim dengan predikat peringkat ketiga terbaik, juga masih bisa lolos ke babak knock-out.

"Sang juara Eropa itu tahu bahwa mereka lebih dari mampu untuk bangkit kembali," demikian ulasan The Sun.

 

Sumber: The Sun

Berita Terkait