Jorge Martin Ungkit Lagi Momen Ducati Ingkar Janji pada MotoGP 2023: Sudah Teken Kontrak, Tiba-Tiba Rekrut Pembalap Lain

Jorge Martin mengungkapkan bahwa ia telah menandatangani kontrak untuk balapan bersama Ducati pada MotoGP 2023. Namun, tim pabrikan asal Italia itu membatalkan kesepakatan dan malah merekrut Enea Bastianini.

BolaCom | Hendry WibowoDiterbitkan 17 Juni 2026, 05:00 WIB
Jorge Martin beraksi di MotoGP Prancis 2026 (AFP)

Bola.com, Jakarta - Jorge Martin mengungkapkan bahwa ia telah menandatangani kontrak untuk balapan bersama Ducati pada MotoGP 2023. Namun, tim pabrikan asal Italia itu membatalkan kesepakatan dan malah merekrut Enea Bastianini.

Jorge Martin naik ke MotoGP pada tahun 2021 bersama tim satelit Ducati, Pramac dan menghabiskan empat musim. Setelah dua tahun pertamanya, di mana ia meraih satu kemenangan, delapan podium, dan sembilan pole position, ia tampaknya ditakdirkan untuk mendapatkan kursi di tim pabrikan.

Advertisement

Bahkan, menurut Jorge Martin, ia telah menandatangani kontrak untuk balapan bersama Ducati pada MotoGP 2023 bersama Pecco Bagnaia, yang memenangkan gelar juara pada tahun 2022.

Namun, hal tersebut tidak pernah terjadi. Meskipun telah memiliki kesepakatan dengan Ducati, manajemen tim berkelir merah itu memilih untuk melepas Jorge Martin dan merekrut Enea Bastianini bersama Pecco Bagnaia.

Hal itu membuat pembalap Spanyol itu tetap berada di Pramac selama dua tahun berikutnya, di mana ia kemudian finis kedua pada tahun 2023 sebelum memenangkan gelar juara pada tahun berikutnya.

 

 

 


Momen Ducati Ingkar Janji

Jorge Martin dari Tim Aprilia Racing menghadiri konferensi pers di sirkuit Catalunya di Montmelo, dekat Barcelona, ​​pada 14 Mei 2026, menjelang Grand Prix Moto GP Catalunya. (Lluis GENE/AFP)

Berbicara di Podcast Gypsy Tales, Jorge Martin mengakui bahwa ia senang tetap bersama Pramac dengan motor Desmosedici spec pabrikan.

Namun, ia selalu ingin menunjukkan kepada Ducati bahwa ia layak balapan untuk mereka dan sayangnya tidak mendapatkan kesempatan itu membuat dirinya sulit untuk menerimanya.

"Saya benar-benar ingin, selalu, membuktikan kepada Ducati bahwa saya adalah orang yang tepat. Saya masih berpikir saya adalah orang yang tepat, saya pikir begitu, tetapi seperti yang saya katakan tahun itu, 'Jika Ducati tidak menginginkan saya, saya akan memberikan bakat saya kepada orang lain.'," Martin mengenang apa yang terjadi. . 

"Bakat saya akan tetap ada dan saya bisa mengendarai motor lain. Sampai saya mengerti, ini adalah hal yang sulit, karena kami selalu berada di ambang batas."

"Pada tahun 2022, saya sudah menandatangani kontrak untuk tahun MotoGP 2023 dengan motor pabrikan. Pada suatu titik, mereka mengatakan kepada saya, 'Oke, kamu tidak akan pergi ke sana. Kami tidak menginginkanmu. Kami menginginkan pembalap lain.' Itu gila. Saya rasa tidak ada yang tahu itu," lanjutnya. 

 


Ducati Kembali Abaikan Jorge Martin pada MotoGP 2025

"Kemudian kami menandatangani kontrak lain, oke, itu baik-baik saja. Saya menerima situasi ini karena saya bahagia di Pramac, dengan motor pabrikan. Jadi pada akhirnya, tidak ada perbedaan besar," kata Jorge Martin. 

“Tapi kemudian tahun berikutnya, saya menjadi runner-up. Saya bersaing sampai di balapan terakhir, katakanlah, balapan terakhir. Saya hampir menang, dan mereka ingin saya kembali ke tim pabrikan." 

"Tapi mereka punya pembalap lain, kontrak. Maksud saya, kontrak tidak berarti apa-apa bagi pabrikan besar. Dan mereka hanya mempermainkan kami, para pembalap, tentu saja. Kami memberikan 100 persen, tapi ya, sulit bagi kami untuk memahami ini," tambahnya. 

 


Ducati Kembali Abaikan Martin untuk MotoGP 2025

Yang menarik Ducati kembali mengabaikan Jorge Martin pada tahun 2025. Ya, tahun 2023 bukanlah satu-satunya momen Jorge Martin gagal mendapatkan kursi di Ducati.

Ia mengincar tempat di tim tersebut untuk MotoGP 2025, karena ia berjuang untuk meraih gelar juara dunia MotoGP 2024, yang akhirnya ia menangkan.

Namun, ia kembali gagal, karena Ducati justru merekrut Marc Marquez untuk berpasangan dengan Bagnaia. Hal itu mendorong Martin untuk meninggalkan tim Borgo Panigale sepenuhnya.

Aprilia memanfaatkan kesempatan itu dan merekrut Martin, dengan kontrak dua tahun. Kini pada awal musim MotoGP 2026, Jorge Martin kembali berada di papan atas klasemen untuk bersaing menjadi juara dunia. 

Sumber: Motogpnews 

Berita Terkait