Kisah Timnas Swedia Mentas di Piala Dunia 2026 Tanpa Menang Sekalipun di Kualifikasi, Graham Potter Bawa Perubahan

Turnamen Piala Dunia terbesar sepanjang masa telah berlangsung dan salah satu pemenang terbesar di matchday pertama adalah Timnas Swedia.

BolaCom | Hendry WibowoDiterbitkan 17 Juni 2026, 06:15 WIB
Kemenangan 5-1 Swedia membuat mereka menduduki puncak klasemen Grup F di atas Jepang dan Belanda dengan raihan poin 3. (AP Photo/Matias Delacroix)

Bola.com, Jakarta - Turnamen Piala Dunia terbesar sepanjang masa telah berlangsung dan salah satu pemenang terbesar di matchday pertama adalah Timnas Swedia.

Anak asuh Graham Potter tampil gemilang saat mereka menghancurkan Tunisia dalam pertandingan Grup E di Philadelphia, dengan bintang Liga Inggris Yasin Ayari (2 gol), Viktor Gyokeres, dan Alexander Isak mencetak empat dari lima gol dalam kemenangan telak 5-1.

Advertisement

Seandainya bukan karena kemenangan telak Jerman dengan skor 7-1 atas tim lemah Curacao beberapa jam sebelumnya, Timnas Swedia akan merayakan kemenangan terbesar di tahap awal Piala Dunia 2026.

Yang menarik dari kiprah Timnas Swedia adalah bagaimana mereka lolos ke putaran final Piala Dunia 2026 meski tidak memenangkan satu pun laga pada kualifikasi. 

Nikmati liputan eksklusif Piala Dunia 2026 di Bola.com. Kami menyajikan berbagai liputan menarik, unik, dan analisis yang konferhensif dengan datang langsung ke Amerika Serikat. Klik link ini!

Jurnalis KLY Sports, Hery Kurniawan, peliput Piala Dunia 2026. (Multimedia KLY)


Graham Potter Telah Mengubah Timnas Swedia

Pelatih Timnas Swedia, Graham Potter. (Paul ELLIS / AFP)

Jika ada sosok yang telah mengubah wajah Timnas Swedia dalam waktu singkat adalah mantan pelatih Chelsea dan West Ham, Graham Potter.

Dia baru mengambil alih pekerjaan sebagai pelatih kepala Timnas Swedia pada bulan Oktober 2025, dengan tugas tunggal untuk membawa mereka ke Piala Dunia, setelah masa kepemimpinan yang buruk oleh Jon Dahl Tomasson dari Denmark.

Lantas bagaimana mereka bisa sampai ke Final Piala Dunia? Nah, itu pertanyaan yang sangat bagus bagi mereka yang tidak mengikuti proses Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Eropa pertandingan demi pertandingan.

Dalam proses Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Eropa dibagi menjadi 12 grup dengan pemenang grup semuanya melaju ke putaran final. 

Lalu 12 tim peringkat kedua kemudian dipasangkan bersama dalam babak play-off, dengan enam pemenang juga lolos ke turnamen di AS, Kanada, dan Meksiko.

 

 


Posisi Terbawah Klasemen

Pendukung timnas Swedia. (AP Photo/Frank Augstein)

Swedia berada di Grup B Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Eropa dan sebenarnya berada di posisi terbawah klasemen.

Mereka gagal memenangkan satu pertandingan pun, hanya mengumpulkan dua poin dalam enam pertandingan mereka dari hasil imbang kandang dan tandang melawan Slovenia.

Mereka kalah kandang dan tandang dari Swiss dan Kosovo, yang menyebabkan Tomasson dipecat. Jadi bagaimana mereka bisa lolos ke Piala Dunia?

Nah, proses kualifikasi UEFA tidak hanya bergantung pada grup-grup tersebut. Proses ini juga melibatkan tim-tim dengan performa terbaik dari kompetisi UEFA Nations League.


Berkat Performa pada UEFA Nations League

Timnas Swedia tampil mengesankan pada UEFA Nations League, mereka finis di puncak Grup C1 dan dipromosikan ke Liga B, membawa mereka ke babak play-off Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Eropa.

Swedia bergabung dengan sesama pemenang grup UEFA Nations League: Rumania, Makedonia Utara, dan Irlandia Utara.

Namun tidak seperti tiga negara lainnya, Swedia, di bawah asuhan Potter, mengalahkan Ukraina di semifinal play-off dan kemudian Polandia, yang finis di urutan kedua di belakang Belanda di Grup G kualifikasi Piala Dunia, dengan skor 3-2 di final untuk mengamankan tempat mereka di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Dan mereka tentu saja memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya. Swedia akan menghadapi Jepang dan Belanda dalam dua pertandingan grup berikutnya, dengan mengetahui bahwa mereka hanya perlu menjadi salah satu dari delapan tim peringkat ketiga terbaik di turnamen untuk lolos ke fase knockout.

Sumber: Givemesport 

Berita Terkait