Kisah Haru Kiper Cape Verde Berujung Bahagia, Sang Ibu Dapat Visa untuk Saksikan Piala Dunia

Kiper Timnas Tanjung Verde, Vozinha, sangat bahagia setelah ibunya akhirnya memperoleh visa untuk menonton Piala Dunia 2026.

BolaCom | Wiwig PrayugiDiterbitkan 19 Juni 2026, 12:00 WIB
Air mata kiper Tanjung Verde, Vozinha tak terbendung setelah tampil gemilang saat melawan Spanyol dalam laga Grup H Piala Dunia 2026, Selasa (16/06/2026) dini hari WIB. (AFP/Getty Images/Buda Mendes)

Bola.com, Jakarta - Kiper Timnas Tanjung Verde, Vozinha, mengaku sangat bahagia setelah ibunya, Ana Candida Evora, akhirnya memperoleh visa Amerika Serikat dan dapat menyaksikan langsung pertandingan putranya di Piala Dunia 2026.

Sang ibu dijadwalkan hadir di Miami Stadium saat Tanjung Verde menghadapi Uruguay pada laga kedua fase grup, Minggu (21/6/2026).

Advertisement

Vozinha menjadi sorotan usai tampil gemilang pada laga pembuka kontra Spanyol. Kiper berusia 40 tahun itu melakukan serangkaian penyelamatan penting yang membantu Tanjung Verde menahan juara Eropa tersebut dengan skor 0-0, sekaligus terpilih sebagai Man of the Match.

Namun, seusai pertandingan, Vozinha tak kuasa menahan air mata. Ia mengungkapkan kesedihannya karena kakek dan nenek yang membesarkannya telah meninggal dunia, sementara sang ibu tidak bisa hadir di stadion akibat kendala biaya dan proses pengurusan visa.


Akhirnya Dapat Visa

Total Vozinha melakukan tujuh save pada laga ini. Dua save yang dilakukan Vozinha bahkan sangat krusial menit ke-39. Bayangkan Timnas Spanyol punya dua kans sekaligus untuk mencetak gol tapi bisa digagalkan Vozinha. (AP Photo/Mike Stewart)

Kisah emosional tersebut viral dan mendapat perhatian publik. Departemen Luar Negeri Amerika Serikat kemudian membantu proses pengurusan visa sehingga Ana Candida Evora akhirnya mendapat izin untuk terbang dari ibu kota Praia menuju Amerika Serikat.

"Bagi saya, ini sangat penting karena keluarga selalu mendukung saya dalam segala hal. Kehadiran ibu saya sangat spesial. Ayah dan saudara saya juga ada di sini. Saya sangat bahagia," kata Vozinha kepada wartawan.

Di tengah perhatian besar yang diterimanya, Vozinha juga mengalami lonjakan popularitas di media sosial. Jumlah pengikut Instagram-nya meningkat drastis, dari sekitar 50 ribu sebelum pertandingan melawan Spanyol menjadi 13,7 juta hanya dalam beberapa hari.

 


Fokus pada Tim

Vozinha mengungkapkan alasannya menangis setelah pertandingan karena ibunya tak mampu melihatnya secara langsung setelah terganjal visa dan biaya yang mahal. (AFP/Getty Images/Buda Mendes)

Rekan setimnya, Deroy Duarte, menilai momen tersebut menjadi bukti besarnya dampak Piala Dunia terhadap kehidupan seorang pemain. Menurutnya, seluruh skuad ikut senang melihat kebahagiaan yang dirasakan sang penjaga gawang.

Meski demikian, Vozinha memilih tetap fokus pada target utama tim. Ia berharap perhatian publik tidak mengalihkan konsentrasi Tanjung Verde yang tengah bersiap menghadapi Uruguay dalam laga penting untuk menjaga peluang lolos ke babak 16 besar.

"Kami berada di sini karena sepak bola, karena tim nasional dan karena Piala Dunia. Saya sangat bersyukur atas semuanya, tetapi sekarang mari kita berbicara tentang sepak bola," tutupnya.

Sumber: Reuters


Berita Terkait