Ferrari Diminta Fokus ke Lewis Hamilton jika Ingin Juara F1 2026

Lewis Hamilton dinilai jadi harapan terbaik Ferrari untuk merebut gelar F1 2026.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 19 Juni 2026, 22:30 WIB
Pembalap Ferrari asal Inggris, Lewis Hamilton, berjalan di paddock pada hari pertama tes pramusim Formula Satu kedua di Sirkuit Internasional Bahrain di Sakhir pada 18 Februari 2026. (Giuseppe CACACE/AFP)

Bola.com, Jakarta - Mantan juara dunia Formula 1 1997, Jacques Villeneuve, menilai Ferrari harus memusatkan dukungan penuh kepada Lewis Hamilton jika ingin memiliki peluang meraih gelar juara dunia musim 2026.

Pandangan itu muncul setelah Hamilton meraih kemenangan pertamanya bersama Ferrari pada Grand Prix Catalunya di Barcelona.

Advertisement

Hasil tersebut tidak hanya mengakhiri penantian panjangnya untuk kembali naik podium tertinggi, tetapi juga membuatnya unggul 40 poin atas rekan setimnya, Charles Leclerc, dalam klasemen pembalap.

Berbicara dalam program Sky Sports F1 Show, Villeneuve menyebut Ferrari kini berada dalam posisi yang memungkinkan untuk menentukan satu pembalap sebagai fokus utama perburuan gelar.


Beda dengan Mercedes

Pembalap Ferrari asal Inggris, Lewis Hamilton, merayakan kemenangannya bersama tim setelah memenangkan Grand Prix Formula Satu Catalonia di Sirkuit de Catalunya di Montmelo, pinggiran Barcelona, ​​pada 14 Juni 2026. (Manaure QUINTERO / AFP)

Menurutnya, situasi tersebut berbeda dengan Mercedes yang masih harus menjaga keseimbangan antara Kimi Antonelli dan George Russell.

"Lewis tahu cara memenangkan kejuaraan dan dia tahu apa yang dibutuhkan untuk melakukannya. Begitu dia melihat peluang, dia tidak akan memberi ruang sedikit pun kepada siapa pun. Di situlah dia bisa membuat perbedaan," kata Villeneuve.

"Saat ini Mercedes tidak berada dalam posisi yang memungkinkan mereka memilih satu pembalap di atas pembalap lainnya. Ferrari berbeda, karena Ferrari harus fokus kepada Lewis jika mereka ingin memiliki peluang, meski kecil, untuk menjadi juara," imbuhnya.

Villeneuve menilai keputusan itu seharusnya tidak sulit diambil karena posisi Leclerc sudah tertinggal cukup jauh.


Karier Leclerc

Pembalap Ferrari, Charles Leclerc, dari Monako mengemudikan mobilnya selama sesi kualifikasi untuk balapan F1anin Grand Prix Miami, Sabtu, 2 Mei 2026, di Miami Gardens, Florida. (Foto AP/Lynne Sladky)

Ia juga menyoroti perjalanan karier Leclerc sejak bergabung dengan Ferrari. Menurutnya, pembalap asal Monako tersebut terlalu cepat mendapatkan status dan perlakuan layaknya juara dunia.

"Charles Leclerc punya waktu untuk membangun tim di sekelilingnya, tetapi dia tidak melakukannya," ujar Villeneuve.

"Ingat, bagaimana dia datang ke Ferrari. Dia bergabung setelah menjalani musim yang biasa saja bersama Sauber, lalu langsung mendapat kontrak bernilai sangat besar, kontrak yang biasanya diberikan kepada juara dunia. Mungkin semuanya datang terlalu cepat dan terlalu banyak sekaligus."

Villeneuve menilai Leclerc selama ini tidak pernah benar-benar dipaksa membangun tim di sekitarnya karena situasi tersebut sudah tersedia sejak awal.

"Dia cepat dan itu sudah cukup karena saat itu persepsinya adalah Ferrari tidak memiliki mobil yang mampu memenangkan gelar juara dunia," ulasnya.

"Dia memenangkan beberapa balapan, mengalahkan rekan setimnya yang saat itu Sebastian Vettel, dan semua orang merasa puas."


Situasi Telah Berubah

Pembalap Inggris, Lewis Hamilton, mengemudikan Ferrari-nya selama balapan F1 Grand Prix Monako di sirkuit Monako, Minggu, 7 Juni 2026. (AP Photo/Fatima Shbair)

Menurut Villeneuve, situasi berubah sejak kedatangan Hamilton ke Ferrari. Pada awal masa adaptasinya, juara dunia tujuh kali itu memang kesulitan memahami mobil dan bekerja dengan tim barunya.

Namun, ia menilai kondisi tersebut kini telah berubah.

"Tahun lalu Lewis tidak menjalani musim yang bagus. Dia benar-benar kesulitan dengan mobil dan tim. Hal seperti itu membutuhkan waktu untuk dibangun agar sesuai dengan diri Anda," ujarnya.

"Leclerc cukup nyaman. Dia terlihat bagus ketika dibandingkan dengan Lewis. Namun, begitu Lewis bangkit, begitu dia menjadikan mobil dan tim ini miliknya sendiri, lalu mulai menyerang tanpa kompromi, Leclerc tidak siap menghadapi situasi itu," tambah Villeneuve.

 

Sumber: Motorsport

Berita Terkait