I.League Pastikan Kuota Pemain Asing di Super League Musim Depan Tetap 11 Pemain: 9 di DSP, 7 di Lapangan

I.League memastikan bahwa kuota legiun asing untuk Super League 2026/2027 masih tetap sama seperti musim lalu. Setiap klub maksimal mendaftarkan sebelas legiun impor.

BolaCom | Muhammad Adi YaksaDiterbitkan 20 Juni 2026, 05:15 WIB
Persib Bandung sukses merengkuh gelar juara BRI Super League 2025/2026. Kepastian itu diraih setelah Maung Bandung bermain imbang tanpa gol kontra Persijap Jepara pada pekan ke-34. Bertanding di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Bandung, Sabtu (23/5/2026) sore WIB. (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Bola.com, Jakarta - I.League memastikan bahwa kuota pemain asing untuk Super League 2026/2027 masih tetap sama seperti musim lalu. Setiap klub maksimal mendaftarkan sebelas legiun impor.

Dari sebelas pemain asing itu, sembilan di antaranya bisa dicantumkan dalam daftar susunan pemain atau DSP, dengan paling banyak tujuh yang bermain.

Advertisement

Regulasi pemain asing ini telah diberlakukan sejak musim lalu dengan alasan supaya klub-klub Indonesia bisa bersaing di turnamen antarklub Asia.

"Pemain asing tetap sama, ada sebelas yang didaftarkan, sembilan di DSP, dan tujuh yang ada di lapangan," ujar Asep Saputra, Direktur Kompetisi I.League.


Hapus Regulasi Pemain Muda

Mariano Peralta. ©Hery Kurniawan/Liputan6.com

Namun, terjadi perubahan untuk aturan pemain muda. Peserta tidak lagi diwajibkan untuk memainkan pesepak bola usia U-23 sebagai starter selama 45 menit.

"Mungkin perbedaannya adalah di regulasi U-23. Dua tahun terakhir kita ada regulasi mewajibkan U-23 bermain 45 menit. Tetapi kami konversikan, sebetulnya tidak serta-merta dihapuskan," ucap Asep.

"Pendaftarannya untuk minimal pemain U-23 itu ada lima pemain, tapi juga akan ada mekanisme insentif kepada klub yang memainkan pemain muda dalam kurun waktu tertentu."

"Jadi, kami sudah ada formulanya, setelah melewati minimal memainkan, katakanlah 3.000 menit, maka akan ada insentif dalam bentuk kontribusi finansial kepada klub-klub yang memang memberikan kepercayaan kepada para pemain muda tersebut," papar Asep.


Staf Lokal

Direktur utama PT Liga Indonesia Baru (LIB), Ferry Paulus bersama Direktur Operasional, Asep Saputra berbincang dengan awak media di Kantor PT LIB di kawasan Senayan, Jakarta, Kamis (15/5/2025). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Asep menerangkan bahwa untuk musim depan, setiap tim juga diharuskan memiliki staf kepelatihan asal Indonesia, baik sebagai pelatih maupun asisten pelatih.

"Tentu saja ini hal yang juga sudah kami sampaikan sebetulnya, tinggal bagaimana implementasinya dalam formula yang lebih mudah untuk dimengerti," tambah Asep.

"Tambahan lainnya mungkin dari sisi ofisial, tidak ada perubahan di pelatih kepala, standarnya sama, AFC Pro atau setara."

"Tetapi, ada satu catatan bahwa kami sampaikan kepada seluruh klub Super League bahwa di kepelatihan teknis, pelatih atau asisten pelatih, harus ada unsur lokalnya," katanya.

Berita Terkait