Bola.com, Jakarta - Pemimpin klasemen sementara MotoGP 2026, Marco Bezzecchi, dipastikan tidak akan tampil pada balapan utama MotoGP Ceko di Brno, Minggu (21-6-2026).
Hukuman tersebut dijatuhkan setelah pembalap Aprilia itu dinyatakan melakukan tindakan agresif terhadap marshal usai insiden pada Sprint Race.
Peristiwa itu terjadi ketika Bezzecchi terjatuh di Tikungan 3 pada lap kedua dari belakang saat sedang berada di posisi kelima.
Setelah motornya terlempar ke area gravel, Bezzecchi berlari menuju Aprilia RS-GP miliknya yang sedang dievakuasi petugas lintasan.
Dalam rekaman yang kemudian beredar luas di media sosial, pembalap asal Italia tersebut terlihat mendorong dan memukul marshal yang sedang membantu memindahkan motornya.
Bezzecchi kemudian meninggalkan lokasi insiden dan tercatat gagal finis untuk kelima kalinya musim ini.
Banding Aprilia Ditolak
Akibat tindakannya, Bezzecchi dipanggil menghadap panel steward MotoGP pada Sabtu malam. Setelah mendengarkan keterangan sang pembalap, steward memutuskan menjatuhkan hukuman skorsing dari sisa rangkaian MotoGP Ceko.
Dalam pernyataan resmi, steward menjelaskan alasan di balik sanksi tersebut.
"Pada 20 Juni 2026 pukul 16.07.41 saat Sprint MotoGP Grand Prix Republik Ceko Monster Energy, setelah mengalami kecelakaan, Anda mendorong dan memukul marshal lintasan yang sedang berusaha mengevakuasi motor Anda," bunyi pernyataan itu.
"Tindakan tersebut merugikan kepentingan olahraga dan merupakan pelanggaran sebagaimana dijelaskan dalam Pasal 3.3.2.2 Regulasi Kejuaraan Dunia Grand Prix FIM, yakni setiap tindakan korup, curang, atau tindakan yang merugikan kepentingan ajang maupun olahraga yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang selama sebuah acara berlangsung."
"Atas alasan tersebut, Panel Steward MotoGP FIM menjatuhkan sanksi skorsing kepada Anda dari Grand Prix Republik Ceko Monster Energy sesuai Pasal 3.2.1 dan 3.3.2.3 Regulasi Kejuaraan Dunia Grand Prix FIM."
Aprilia kemudian mengajukan banding atas keputusan tersebut. Manajer tim, Paolo Bonora, dan Direktur Motorsport Aprilia, Massimo Rivola, hadir dalam sidang banding untuk mewakili Bezzecchi.
Namun, panel banding yang dipimpin mantan pembalap 500cc, Simon Crafar, menolak permohonan tersebut dan menguatkan keputusan awal steward.
Marshal Harus Dilindungi
Dalam penjelasan panjang yang dirilis setelah proses banding, FIM menegaskan bahwa frustrasi yang dialami pembalap setelah kecelakaan tidak bisa dijadikan pembenaran atas tindakan kekerasan terhadap petugas lintasan.
"Steward Banding FIM telah mempertimbangkan dengan saksama seluruh argumen yang diajukan atas nama pembalap serta bukti yang tersedia, termasuk rekaman video, laporan resmi, dan seluruh keadaan yang melatarbelakangi insiden tersebut," tulis FIM.
"Meski kami memahami bahwa pembalap yang mengalami kecelakaan dapat merasakan frustrasi, kekecewaan, dan emosi yang memuncak sesaat setelah insiden, keadaan tersebut tidak dapat dijadikan alasan ataupun pembenaran atas tindakan agresif secara fisik terhadap petugas lintasan yang sedang menjalankan tugas resmi mereka."
FIM juga menekankan pentingnya peran marshal dalam menjaga keselamatan seluruh pihak selama balapan berlangsung.
"Marshal lintasan dan petugas keselamatan lainnya merupakan bagian mendasar dari penyelenggaraan olahraga balap motor yang aman. Mereka bekerja di lingkungan berisiko tinggi dan sering kali berada sangat dekat dengan motor yang masih bergerak demi melindungi pembalap serta memastikan balapan dapat berlangsung dengan aman."
Wajib Menghormati
Menurut FIM, seluruh peserta wajib menghormati petugas, marshal, dan relawan yang bertugas.
"Kontak fisik yang bersifat agresif terhadap petugas keselamatan lintasan merupakan pelanggaran serius terhadap standar perilaku tersebut dan merusak kepercayaan serta rasa hormat yang menjadi fondasi keselamatan kejuaraan ini."
FIM menilai kasus tersebut makin serius karena marshal yang menjadi korban sedang menjalankan tugas mengevakuasi motor Bezzecchi setelah kecelakaan.
"Mereka bertindak semata-mata demi keselamatan pembalap, keselamatan acara, dan kelancaran kompetisi."
"Agresi fisik terhadap marshal sama sekali tidak dapat diterima dalam olahraga balap profesional dan tidak bisa ditoleransi apa pun penyebab yang melatarbelakanginya."
Panel banding akhirnya menyimpulkan bahwa tindakan Bezzecchi memang merugikan kepentingan olahraga dan hukuman yang diberikan sudah sebanding dengan tingkat pelanggaran yang dilakukan.
Pukulan Besar
Skorsing ini menjadi kerugian besar bagi Bezzecchi dalam persaingan gelar juara dunia MotoGP 2026.
Sebelum hukuman dijatuhkan, keunggulannya di puncak klasemen sudah terpangkas menjadi 15 poin dari rekan setimnya di Aprilia, Jorge Martin, setelah Sprint Race yang berlangsung sulit pada Sabtu.
Absennya Bezzecchi juga membuka peluang besar bagi Ducati untuk memangkas jarak poin. Pabrikan asal Italia itu baru saja meraih kemenangan Sprint Race melalui Francesco Bagnaia.
Sementara itu, Fabio Di Giannantonio yang membela tim VR46 menempati posisi ketiga klasemen dengan selisih 36 poin dari Bezzecchi.
Marc Marquez juga masih menjaga peluang setelah kini berjarak 65 poin dari pemuncak klasemen sebagai pembalap Ducati dengan posisi terbaik.
Sumber: Motorsport