Bola.com, Jakarta - Persaingan Piala Dunia 2026 berjalan sengit, dengan sebagian besar tim peserta telah memainkan pertandingan kedua di babak penyisihan grup. Tuan rumah Amerika Serikat dan Meksiko, serta juara bertahan Argentina menunjukkan kekuatan.
Sebanyak enam tim telah memastikan lolos ke babak gugur, yakni Meksiko, Amerika Serikat, Jerman, Argentina, Prancis, dan Norwegia. Masih ada 26 tim lagi yang bakal menyusul, termasuk dari jalur peringkat ketiga terbaik.
Terlepas dari peta persaingan tim yang memperebutkan tiket melaju lebih jauh lagi, ada fenomena unik yang menarik menyita perhatian. Apa itu?
Adanya beberapa kejadian pemain dengan jersey robek saat beraksi di atas lapangan.
Tren jersey yang robek mengalami peningkatan. Situasi ini diulas oleh BBC dengan memunculkan beberapa alasan.
4 Pemain Jadi Korban
Sejak Piala Dunia 2026 dimulai, empat pemain harus merelakan jersey mereka robek karena berbagai hal. Tiga di antaranya mengharuskan keluar lapangan dan mengganti jersey yang dikenakannya.
Menariknya, keempat kasus tersebut, jersey yang robek rupanya produksi merek ternama Puma.
Diawali dari pemain Republik Ceko, Pavel Suic, saat melawan Korea Selatan. Muncul lubang besar robekan di beberapa titik dalam jerseynya, saat laga berjalan 25 menit.
Disusul pemain Paraguay, Gustavo Gomez, saat bertanding melawan tuan rumah Amerika Serikat. Ia bergulat dengan Folarin Balogun, menyebabkan bagian samping jerseynya robek saat laga berjalan delapan menit.
Gomez lantas melanjutkan pertandingan setelah memasukkan bagian yang robek ke dalam celana pendeknya sebelum berganti pakaian.
Lalu pemain Mesir, Mustafa Zico, saat berduel melawan Belgia. Bajunya robek secara mendatar di bagian tengah ketika ditarik oleh Maxim de Cuyper.
Terakhir adalah pemain Maroko, Neil El Aynaoui. Jerseynya robek di bagian tengah usai ditarik bek tengah Skotlandia, Jack Hendry.
"Dalam keempat kasus tersebut, robekan terjadi ketika pemain ditarik oleh lawan. Namun, baju yang dibuat oleh produsen lain tampaknya tidak mengalami kerusakan akibat insiden serupa," tulis BBC.
Faktor Bahan Jersey yang Ringan
BBC menulis, jersey yang dikeluarkan oleh Puma selama Piala Dunia 2026, terbuat dari bahan yang disebut Ultraweave, oleh produsen Jerman.
Kain ini dirancang agar sangat ringan dan mengurangi rasa gesekan saat bermain, dan diklaim perusahaan sebagai "jersey sepak bola tercepat dalam permainan".
Puma mengklaim bahwa jersey Ultraweave biasanya hanya berbobot 72 gram dan sebagian besar terbuat dari poliester daur ulang, dengan pengembangan peregangan mekanis empat arah yang direkayasa telah mengalami pengujian selama bertahun-tahun.
"Karena sepak bola adalah olahraga kontak tinggi, jersey dapat terpengaruh ketika terkena gaya yang parah atau tekanan fisik yang ekstrem. Yang penting, kejadian ini tidak memengaruhi kinerja pemain," pernyataan Puma yang disampaikan BBC.
"Para pemain menunjukkan bahwa mereka lebih menyukai bahan yang lebih ringan pada jersey mereka untuk mencapai performa yang lebih baik di level tertinggi. Itulah mengapa selama pengembangan jersey, kami memprioritaskan bobot ringan yang dikombinasikan dengan pergerakan, sirkulasi udara, dan kenyamanan," lanjut pernyataan Puma.
Daya Tahan Tuai Kritik
Bahan jersey yang dikeluarkan Puma kali ini disebut-sebut seperti kertas saat disentuh.
Versi asli yang digunakan pemain dijual untuk umum, terbuat dari bahan yang sama sedangkan untuk bahan jersey versi replika tidak sama.
Dalam beberapa ulasan, produk yang terbuat dari kain ini umumnya dipuji karena keunggulan dalam sirkulasi udaranya dan kenyamanannya. Akan tetapi, dikritik karena daya tahannya yang kurang kuat.
Selama di Piala Dunia 2026, Puma juga memproduksi perlengkapan untuk Austria, Pantai Gading, Belanda, Selandia Baru, Portugal, Senegal, dan Swiss.
Sumber: BBC
Jangan Lewatkan Laporan Eksklusif dari AS