Peringkat 5 Tim Underdog Favorit di Piala Dunia Sepanjang Masa: Setelah Cape Verde, Siapa Selanjutnya?

berikut lima tim underdog favorit di Piala Dunia sepanjang sejarah.

BolaCom | Choki SihotangDiterbitkan 24 Juni 2026, 09:00 WIB
Nama Josimar Jose Evora Dias atau Vozinha jadi perbincangan utama saat tim debutan Piala Dunia 2026, Cape Verde menahan imbang Spanyol 0-0 pada laga Grup H di Atlanta Stadium hari Selasa (16/06/2026) dini hari WIB. (AP Photo/Mike Stewart)

Bola.com, Jakarta - Luar biasa Cape Verde. Diragukan, negara mungil ini justru mengagumkan. Dua hasil positif yang mereka tuai di Grup H Piala Dunia membuat tim asuhan Pedro Leitão Brito menghentak jagat sepak bola.

Di laga pertama, Logan Costa and kolega secara mengejutkan mampu memaksa juara dunia 2010, Spanyol, bermain imbang tanpa gol.

Advertisement

Awalnya, banyak yang memprediksi Cape Verde menjadi santapan empuk Negeri Matador mengingat mereka punya sederet pemain-pemain wahid macam Rodri, Pedri, Marc Cucurella, Mikel Oyarzabal, dan , Lamine Yamal.

Namun semua kecele, Cape Verde ternyata bukan tim kaleng-kaleng. Mereka sukses membuat Spanyol frustrasi.

Di laga kedua, Cape Verde lagi-lagi membuat mantan juara dunia 1930 dan 1950, Uruguay, gigit jari. La Celeste, sepeti halnya Spanyol, ditahan imbang 2-2.

Dengan hasil ini, Cape Verde berpeluang lolos ke babak 32 besar jika saja mampu mengalahkan Arab Saudi pada laga terakhir yang mentas di Stadion Akron, Zapopan, Guadalajara, Meksiko, Sabtu (27/6/2026) dini hari WIB.

Di pentas megah sekaliber Piala Dunia, kuda-kuda hitam selalu saja bermunculan. Mereka mengejutkan, juga mengubah perspektif banyak pundit tentang hasil akhir.

Dengan kata lain, tim-tim unggulan tak selalu menang setiap kali menghadapi kontestan yang sama sekali tak diperhitungkan.

Tanpa beban dan nama besar justru membuat barisan kuda hitam tampil lebih lepas tapi penuh percaya diri.

Dilansir Planetfootball, berikut lima tim underdog favorit di Piala Dunia sepanjang sejarah:


Cape Verde (2026)

Kami benar-benar terpesona oleh kemampuan Cape Verde untuk mempertahankan gawang mereka tetap bersih dalam pertandingan Piala Dunia pertama mereka, melawan salah satu favorit pra-turnamen, Spanyol.

Dengan kiper berusia 40 tahun, Vozinha, melakukan beberapa penyelamatan heroik, negara kepulauan kecil itu meraih hasil imbang bersejarah 0-0.

Vozinha memiliki 40.000 pengikut di Instagram sebelum pertandingan melawan Spanyol; sekarang ia memiliki lebih dari 15 juta pengikut.

Jika kekalahan mengejutkan dari Spanyol belum cukup, Cape Verde kemudian bermain imbang 2-2 dengan Uruguay, negara mantan juara Piala Dunia lainnya.

Masih harus dilihat seberapa jauh Cape Verde dapat melangkah, tetapi kemenangan atas Arab Saudi di pertandingan grup terakhir mereka akan membawa mereka lolos. Sulit untuk tidak mendukung mereka.

 


Costa Rica (2014)

Penyerang Kosta Rika, Joel Campbell (kiri) membuka keunggulan atas Uruguay di laga perdana babak penyisihan Piala Dunia 2014 Grup D di Estadio Castelo, Fortaleza, Brasil, (15/6/2014). (AFP PHOTO/Christophe Simon)

 Kosta Rika pada 2014 masih dianggap sebagai salah satu kisah underdog terbaik dalam sejarah Piala Dunia. Mereka secara mengejutkan menjadi juara Grup D setelah mengalahkan Uruguay dan Italia, sekaligus menyingkirkan Inggris.

Langkah sensasional itu berlanjut dengan menyingkirkan Yunani lewat adu penalti di babak 16 besar. Perjalanan mereka baru terhenti di perempat final setelah kalah adu penalti dari Belanda, yang sukses berkat keputusan Louis van Gaal memasukkan Tim Krul khusus untuk adu penalti.


Maroko (2022)

Pemain Kanada, Cyle Larin mengambil bola setelah pemain Maroko, Nayef Aguerd mencetak gol bunuh diri ke gawang timnya saat matchday ketiga Grup F Piala Dunia 2022 yang berlangsung di Al Thumama Stadium, Doha, Kamis (01/12/2022). (AP/Pavel Golovkin)

Maroko mencatat sejarah di Piala Dunia 2022 sebagai tim Afrika pertama yang mencapai semifinal. Mereka lolos sebagai juara grup yang dihuni Kroasia, Belgia, dan Kanada, lalu menyingkirkan Spanyol lewat adu penalti serta mengalahkan Portugal 1-0 di perempat final.

Perjalanan sensasional Maroko baru terhenti setelah kalah dari Prancis di semifinal dan Kroasia pada perebutan tempat ketiga. Meski begitu, pencapaian mereka menjadi kebanggaan besar bagi dunia Arab dan Afrika.


Kroasia (1998)

Piala Dunia 1998 tak ayal menjadi arena kejutan bagi Kroasia, salah satu negara pecahan Yugoslavia yang baru pertama kali mencicipi atmosfir pesta sepak bola sejagat empat tahunan yang digelar di Prancis. Bintang Vatreni, julukan Kroasia, saat itu tak lain adalah Davor Suker yang mampu menyihir publik sepak bola dunia dengan 6 golnya yang berujung penghargaan sepatu emas sebagai top skor di Piala Dunia 1998. Raihan golnya tersebut juga membawa Kroasia finis di posisi ketiga di akhir turnamen. (AFP/Gerard Cerles)

Pada debutnya di Piala Dunia 1998, Kroasia langsung mencuri perhatian dengan mencapai semifinal. Meski diperkuat sejumlah pemain bintang seperti Davor Šuker, Zvonimir Boban, dan Slaven Bilić, mereka tetap dianggap sebagai kejutan besar.

Kroasia menyingkirkan Rumania dan Jerman sebelum dihentikan tuan rumah sekaligus juara, Prancis, di semifinal. Mereka kemudian mengalahkan Belanda dalam perebutan tempat ketiga, menandai pencapaian luar biasa generasi emas pertama Kroasia.


Ghana (2010)

Ghana pada Piala Dunia 2010. Benua Afrika total meloloskan 6 wakilnya pada Piala Dunia 2010 termasuk Afrika Selatan sebagai tuan rumah. Lagi-lagi hanya Ghana yang sukses melenggang ke babak 16 besar. Lima wakil lainnya, Aljazair, Kamerun, Pantai Gading, Nigeria dan tuan rumah Afrika Selatan semuanya gugur di fase grup. Setelah menang 2-1 atas Amerika Serikat di babak 16 besar, Asamoah Gyan dkk akhirnya disingkirkan Uruguay di perempatfinal lewat adu penalti. (AFP/Gianluigi Guercia)

Perjalanan Ghana di Piala Dunia 2010 dikenang sebagai salah satu kisah paling dramatis dalam sejarah turnamen. Mimpi mereka ke semifinal pupus setelah penalti Asamoah Gyan pada menit terakhir perpanjangan waktu membentur mistar, usai tendangannya didahului handball Luis Suarez di garis gawang.

Uruguay kemudian memenangkan adu penalti dan mengakhiri harapan Ghana menjadi tim Afrika pertama yang mencapai semifinal Piala Dunia. Meski hanya meraih satu kemenangan di fase grup, perjuangan Ghana berhasil menginspirasi jutaan pendukung, terutama karena turnamen saat itu digelar untuk pertama kalinya di benua Afrika.

Sumber: Planetfootball

 

Berita Terkait