Peringkat 5 Tim Underdog Favorit di Piala Dunia Sepanjang Masa: Setelah Cape Verde, Siapa Selanjutnya?

berikut lima tim underdog favorit di Piala Dunia sepanjang sejarah.

Bola.com, Jakarta - Luar biasa Cape Verde. Diragukan, negara mungil ini justru mengagumkan. Dua hasil positif yang mereka tuai di Grup H Piala Dunia membuat tim asuhan Pedro Leitão Brito menghentak jagat sepak bola.

Di laga pertama, Logan Costa and kolega secara mengejutkan mampu memaksa juara dunia 2010, Spanyol, bermain imbang tanpa gol.

Awalnya, banyak yang memprediksi Cape Verde menjadi santapan empuk Negeri Matador mengingat mereka punya sederet pemain-pemain wahid macam Rodri, Pedri, Marc Cucurella, Mikel Oyarzabal, dan , Lamine Yamal.

Namun semua kecele, Cape Verde ternyata bukan tim kaleng-kaleng. Mereka sukses membuat Spanyol frustrasi.

Di laga kedua, Cape Verde lagi-lagi membuat mantan juara dunia 1930 dan 1950, Uruguay, gigit jari. La Celeste, sepeti halnya Spanyol, ditahan imbang 2-2.

Dengan hasil ini, Cape Verde berpeluang lolos ke babak 32 besar jika saja mampu mengalahkan Arab Saudi pada laga terakhir yang mentas di Stadion Akron, Zapopan, Guadalajara, Meksiko, Sabtu (27/6/2026) dini hari WIB.

Di pentas megah sekaliber Piala Dunia, kuda-kuda hitam selalu saja bermunculan. Mereka mengejutkan, juga mengubah perspektif banyak pundit tentang hasil akhir.

Dengan kata lain, tim-tim unggulan tak selalu menang setiap kali menghadapi kontestan yang sama sekali tak diperhitungkan.

Tanpa beban dan nama besar justru membuat barisan kuda hitam tampil lebih lepas tapi penuh percaya diri.

Dilansir Planetfootball, berikut lima tim underdog favorit di Piala Dunia sepanjang sejarah:

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Cape Verde (2026)

Kami benar-benar terpesona oleh kemampuan Cape Verde untuk mempertahankan gawang mereka tetap bersih dalam pertandingan Piala Dunia pertama mereka, melawan salah satu favorit pra-turnamen, Spanyol.

Dengan kiper berusia 40 tahun, Vozinha, melakukan beberapa penyelamatan heroik, negara kepulauan kecil itu meraih hasil imbang bersejarah 0-0.

Vozinha memiliki 40.000 pengikut di Instagram sebelum pertandingan melawan Spanyol; sekarang ia memiliki lebih dari 15 juta pengikut.

Jika kekalahan mengejutkan dari Spanyol belum cukup, Cape Verde kemudian bermain imbang 2-2 dengan Uruguay, negara mantan juara Piala Dunia lainnya.

Masih harus dilihat seberapa jauh Cape Verde dapat melangkah, tetapi kemenangan atas Arab Saudi di pertandingan grup terakhir mereka akan membawa mereka lolos. Sulit untuk tidak mendukung mereka.

 

Costa Rica (2014)

 Kosta Rika pada 2014 masih dianggap sebagai salah satu kisah underdog terbaik dalam sejarah Piala Dunia. Mereka secara mengejutkan menjadi juara Grup D setelah mengalahkan Uruguay dan Italia, sekaligus menyingkirkan Inggris.

Langkah sensasional itu berlanjut dengan menyingkirkan Yunani lewat adu penalti di babak 16 besar. Perjalanan mereka baru terhenti di perempat final setelah kalah adu penalti dari Belanda, yang sukses berkat keputusan Louis van Gaal memasukkan Tim Krul khusus untuk adu penalti.

Maroko (2022)

Maroko mencatat sejarah di Piala Dunia 2022 sebagai tim Afrika pertama yang mencapai semifinal. Mereka lolos sebagai juara grup yang dihuni Kroasia, Belgia, dan Kanada, lalu menyingkirkan Spanyol lewat adu penalti serta mengalahkan Portugal 1-0 di perempat final.

Perjalanan sensasional Maroko baru terhenti setelah kalah dari Prancis di semifinal dan Kroasia pada perebutan tempat ketiga. Meski begitu, pencapaian mereka menjadi kebanggaan besar bagi dunia Arab dan Afrika.

Kroasia (1998)

Pada debutnya di Piala Dunia 1998, Kroasia langsung mencuri perhatian dengan mencapai semifinal. Meski diperkuat sejumlah pemain bintang seperti Davor Šuker, Zvonimir Boban, dan Slaven Bilić, mereka tetap dianggap sebagai kejutan besar.

Kroasia menyingkirkan Rumania dan Jerman sebelum dihentikan tuan rumah sekaligus juara, Prancis, di semifinal. Mereka kemudian mengalahkan Belanda dalam perebutan tempat ketiga, menandai pencapaian luar biasa generasi emas pertama Kroasia.

Ghana (2010)

Perjalanan Ghana di Piala Dunia 2010 dikenang sebagai salah satu kisah paling dramatis dalam sejarah turnamen. Mimpi mereka ke semifinal pupus setelah penalti Asamoah Gyan pada menit terakhir perpanjangan waktu membentur mistar, usai tendangannya didahului handball Luis Suarez di garis gawang.

Uruguay kemudian memenangkan adu penalti dan mengakhiri harapan Ghana menjadi tim Afrika pertama yang mencapai semifinal Piala Dunia. Meski hanya meraih satu kemenangan di fase grup, perjuangan Ghana berhasil menginspirasi jutaan pendukung, terutama karena turnamen saat itu digelar untuk pertama kalinya di benua Afrika.

Sumber: Planetfootball

 

Video Populer

Foto Populer