Menyentuh, Ruben Neves Masih Berbicara dengan Diogo Jota Lewat WhatsApp

Setahun Diogo Jota tiada, Ruben Neves mengaku masih menghubungi sahabatnya itu lewat WhatsApp.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 28 Juni 2026, 21:00 WIB
Pemain Liverpool asal Portugal #20, Diogo Jota, merayakan gol ketiga timnya selama pertandingan Liga Primer Inggris antara Fulham dan Liverpool di Craven Cottage di London pada 21 April 2024. Striker Liverpool Diogo Jota meninggal bersama saudaranya pada 3 Juli 2025 dini hari dalam sebuah kecelakaan lalu lintas di barat laut Spanyol, kata Garda Sipil Spanyol. (BENJAMIN CREMEL/AFP)

Bola.com, Jakarta - Rasa kehilangan terhadap Diogo Jota rupanya masih begitu membekas bagi Ruben Neves.

Hampir setahun setelah penyerang Liverpool itu meninggal dunia, Neves mengaku masih mengirim pesan kepada sahabatnya tersebut melalui WhatsApp.

Advertisement

Jota meninggal dunia pada usia 28 tahun dalam kecelakaan mobil di Provinsi Zamora, Spanyol, pada 3 Juli 2025. Saat itu, ia berada di dalam Lamborghini bersama sang adik, Andre Silva.

Menurut laporan ketika itu, ban mobil yang mereka tumpangi pecah hingga kendaraan keluar dari jalan.

Jota dan Andre Silva sama-sama meninggal dunia dalam insiden tersebut, meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, rekan setim, dan dunia sepak bola.

Prosesi pemakaman digelar di kampung halaman mereka di Gondomar, Portugal, dan dihadiri sejumlah mantan rekan setim Jota.


Masih Menyimpan Grup WA

Suasana mengheningkan cipta untuk mengenang Diogo Jota di laga perempat final Piala Dunia Antarklub 2025 antara Fluminense vs Al Hilal di Camping World Stadium, Orlando, Sabtu (5/7/2025) dini hari WIB. Tampak dua sahabat Diogo Jota, yaitu Ruben Neves (8) dan Joao Cancelo (20) tertunduk sedih karena kehilangan sahabat mereka. (Megan Briggs/Getty Images/AFP)

Dalam wawancara dengan program "Alta Definicao" di SIC, Ruben Neves mengungkapkan cara yang ia lakukan untuk menghadapi rasa kehilangan sahabatnya.

Gelandang berusia 29 tahun itu mengatakan masih berkomunikasi dengan Jota melalui grup WhatsApp yang juga beranggotakan istri mendiang, Rute Cardoso.

"Saya masih berbicara dengannya. Hanya sedikit orang yang mengetahui hal ini," ujar Neves.

"Kami memiliki grup WhatsApp yang berisi Rute, Diogo, dan saya. Grup itu masih ada dan kami masih berbicara di sana."

"Setiap kali terjadi sesuatu yang spesial, saya membuka kembali percakapan yang saya arsipkan di WhatsApp dan terus mengirimkan pesan kepadanya," lanjut mantan rekan setim Jota di Porto, Wolverhampton Wanderers, dan Timnas Portugal tersebut.

Neves juga menyebut hari setelah menerima kabar meninggalnya Jota sebagai hari paling berat dalam hidupnya.


Momen Haru dari Sang Istri

Istri Diogo Jota, Rute Cardoso (tengah), mengikuti peti jenazah suaminya yang dibawa keluar gereja setelah upacara pemakaman suaminya dan sang adik, Andre Silva, di Gereja Induk Gondomar, di pinggiran Porto, pada 5 Juli 2025. Diogo Jota dan saudaranya meninggal dalam kecelakaan mobil di Spanyol pada 3 Juli 2025, yang memicu kesedihan yang meluas tepat setelah bintang Portugal itu menikah. (MIGUEL RIOPA/AFP)

Pengakuan Neves muncul tidak lama setelah Rute Cardoso mengenang hari jadi pernikahan mereka.

Jota dan Rute resmi menikah pada 22 Juni 2025, hanya sekitar sepekan sebelum kecelakaan tragis yang merenggut nyawa sang pemain.

Keduanya telah menjalin hubungan lebih dari satu dekade dan dikaruniai tiga orang anak.

Untuk memperingati hari jadi pernikahan, Rute membagikan video pidato Jota saat resepsi melalui Instagram.

"Dunia mungkin tahu ke mana masa depan akan membawa kami, mungkin ada seseorang di sini yang lebih tahu daripada saya. Namun, yang pasti, saya tidak tahu dan itu tidak penting selama saya bersamamu. Aku akan mencintaimu selamanya, Branquinha," ucap Jota dalam video tersebut.


Kenang Jota di Piala Dunia 2026

(Dari kiri) Penjaga gawang Portugal #12, Jose Sa, gelandang Portugal #25, Pedro Neto, gelandang Portugal #18, Ruben Neves, dan penyerang Portugal #21, Diogo Jota, memeriksa lapangan sebelum pertandingan babak 16 besar UEFA Euro 2024 antara Portugal dan Slovenia di Frankfurt Arena di Frankfurt am Main pada 1 Juli 2024. (JAVIER SORIANO/AFP)

Timnas Portugal juga terus mengenang jasa Diogo Jota selama tampil di Piala Dunia 2026 di Amerika Utara.

Skuad asuhan Roberto Martinez mengenakan gelang khusus yang memuat nama seluruh anggota tim, termasuk nama Diogo Jota, sebagai bentuk penghormatan.

Gelang tersebut diberikan langsung oleh Perdana Menteri Portugal, Luis Montenegro, sebelum turnamen dimulai.

Gelandang Paris Saint-Germain, Vitinha, menjelaskan bahwa para pemain diberi kebebasan untuk mengenakan gelang tersebut.

"Pada dasarnya, ketika kami bertemu Perdana Menteri, beliau memberikan gelang ini kepada kami. Gelang itu dibuat agar bisa dipakai saat pertandingan. Di dalamnya terdapat nama semua pemain, termasuk nama spesial Diogo Jota," kata Vitinha.

"Beliau membebaskan kami untuk memilih apakah ingin memakainya atau tidak, baik saat beraktivitas maupun ketika bertanding. Kami menerimanya dengan penuh rasa hormat dan memutuskan untuk mengenakannya," lanjutnya.

 

Sumber: Mirror

Berita Terkait