Berbekal Keberanian, Pelatih Tanjung Verde Pede Singkirkan Argentina dan Tembus 16 Besar Piala Dunia 2026

Prestasi kedua tim memang jomplang, tetapi Tanjung Verde mengakui tak gentar hadapi Argentina di babak 32 besar Piala Dunia 2026.

BolaCom | Vincentius AtmajaDiterbitkan 03 Juli 2026, 11:00 WIB
Para pemain Cape Verde merayakan kemenangan setelah pertandingan sepak bola Grup H Piala Dunia antara Spanyol dan Cape Verde di Atlanta, Selasa, 16 Juni 2026. (AP Photo/Erik S. Lesser)

Bola.com, Jakarta - Duel menarik bakal tersaji di babak 32 besar Piala Dunia 2026 saat juara bertahan, Argentina, ditantang tim debutan, Tanjung Verde.

Pertarungan kedua tim akan digelar di Miami Stadium, Sabtu (4-7-2026) pagi mulai pukul 05.00 WIB.

Advertisement

Argentina berstatus juara Grup J, sementara Tanjung Verde membuat kejutan dengan finis sebagai runner-up Grup H.

Di atas kertas, Argentina tentu lebih diunggulkan untuk mengeliminasi Tanjung Verde. Tren sempurna dengan menyapu semua laga di fase grup dengan kemenangan, plus kedigdayaan Lionel Messi yang belum terhentikan, menjadi kekuatan Albiceleste.

Di sisi lain, Tanjung Verde baru kali ini merasakan penampilan di pentas Piala Dunia, dengan selalu meraih hasil imbang dalam tiga laga di fase grup.


Keyakinan dan Tekad

Bubista, Pelatih Kepala Timnas Tanjung Verde, dan Vozinha #1, memberikan tepuk tangan kepada para penggemar setelah hasil imbang 0-0 pada pertandingan Grup H Piala Dunia 2026 antara Cabo Verde dan Arab Saudi di Stadion Houston pada 27 Juni 2026 di Houston, Texas. (Michael Steele/Getty Images melalui AFP)

Pelatih Timnas Tanjung Verde, Pedro Leitao Brito, punya kepercayaan tinggi menyambut laga istimewa tim asuhannya menghadapi Argentina.

Ia yakin Tanjung Verde bisa bisa menciptakan satu di antara kejutan terbesar dalam sejarah Piala Dunia dengan menaklukkan Argentina.

Ia mengaku timnya hanya berbekal bermain berani dan penuh nyali untuk mewujudkan ambisi itu.

"Ada keyakinan dan tekad kuat, dan itu sangat membantu," ujar Pedro Leitao Brito atau yang populer disapa 'Bubista'.

"Kami akan bermain dengan keberanian. Kami akan tampil berani dan berjuang untuk lolos. Kami ingin para pemain menikmati pertandingan, tapi tetap fokus dan melakukan segalanya demi melaju ke fase berikutnya."

"Tentu saja kami yakin. Kami percaya kepada diri sendiri dan kekuatan kami, kepada pemain, dan tim kami. Kami tahu ini akan menjadi pertandingan yang sangat sulit, tetapi kami bisa menyulitkan lawan. Kami berani dan ambisius, dan kami akan bermain untuk menang," imbuh pelatih berusia 56 tahun itu.


Bukan Hanya Messi

Penyerang Timnas Argentina, Lionel Messi, saat melawan Timnas Yordania. (Bola.com/Dok.AFP/Paul ELLIS).

Sorotan Bubista mengarah kepada kekuatan Argentina yang memang menakutkan. Juara dunia tiga kali itu sulit dihentikan sejak ditangani Lionel Scaloni dan tentu, keberadaan Lionel Messi.

Messi yang sudah berusia 39 tahun, masih menjadi nyawa bagi permainan Argentina. Buktinya, ia menjadi top scorer sementara Piala Dunia 2026 dengan enam gol, dan tak pernah absen menjebol gawang lawan di tiga laga beruntun fase grup.

Messi diprediksi bermain sejak menit pertama. Seperti diketahui, ia masuk sebagai pengganti ketika menghadapi Yordania, dengan situasi itu pun, dia masih bisa mencetak satu gol.

Namun, Bubista menegaskan bahwa rencana permainannya tidak akan hanya berpusat pada upaya menghentikan Messi.

"Sebagai sebuah tim, kami memiliki strategi sendiri, bukan hanya untuk menghadapi Messi tetapi juga seluruh tim lawan," katanya.

"Mereka juara dunia saat ini dan salah satu tim terbaik di turnamen ini. Kami akan menghadapi keseluruhan tim mereka. Kami tahu Messi adalah salah satu pemain terbaik dunia, tetapi kami bermain melawan satu tim secara keseluruhan," tutur Bubista.


Terinspirasi Paraguay

Pemain Timnas Paraguay merayakan saat Orlando Gill #12 dari Paraguay menyelamatkan penalti keempat Jerman yang diambil oleh Nick Woltemade #11 dari Jerman selama adu penalti pada pertandingan babak 32 besar Piala Dunia 2026 antara Jerman dan Paraguay di Stadion Boston pada 30 Juni 2026 di Foxborough, Massachusetts. (Megan Briggs/Getty Images melalui AFP)

Tanjung Verde meraih hasil imbang di tiga laga fase grup, masing-masing saat melawan Spanyol (0-0), Uruguay (2-2), dan Arab Saudi (0-0).

Bubista mengaku terinspirasi dengan kiprah Paraguay, yang secara mengejetkan memulangkan tim unggulan, Jerman, di babak 32 besar melalui drama adu penalti.

Dengan hasil semacam itu, Bubista yakin akan ada lebih banyak kejutan yang terjadi. 

"Tim-tim yang selama ini dianggap kecil telah membuktikan bahwa mereka mampu bersaing di level yang sama dengan tim-tim yang dianggap unggulan," kata Bubista.

"Hal ini menunjukkan bahwa tim kecil pun mampu menghadapi pertandingan-pertandingan yang sangat berat. Argentina akan menjadi lawan yang berat bagi kami, tetapi kami ingin laga ini juga menjadi tantangan berat bagi mereka."

"Kami berada di sini karena memang layak. Dalam tiga pertandingan terakhir, kami telah membuktikan kemampuan kami bersaing di level tinggi. Kami menyadari kualitas lawan kami, tapi kami juga memiliki impian kami sendiri," ujar Bubista.

 

Sumber: ESPN

Berita Terkait