Percaya Takhayul, Presiden Paraguay Pilih Nonton dari Rumah saat La Albirroja Hadapi Prancis

Presiden Paraguay, Santiago Pena, pilih nonton dari rumah ketimbang langsung ke stadion saat timnas Paraguay meawan Prancis di 16 besar Piala Dunia 2026.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 04 Juli 2026, 18:00 WIB
(Dari kiri ke kanan) Presiden Paraguay, Santiago Pena, Presiden FIFA, Gianni Infantino, dan Menteri Luar Negeri AS,, Marco Rubio berbincang menjelang pertandingan Grup D Piala Dunia 2026 antara AS dan Paraguay di Stadion Los Angeles di Inglewood pada 12 Juni 2026. (Patrick T. Fallon/AFP)

Bola.com, Jakarta - Presiden Paraguay, Santiago Pena, dipastikan tidak akan hadir langsung saat La Albirroja menghadapi Prancis pada babak 16 besar Piala Dunia 2026, Minggu (5-7-2026) dini hari WIB.

Bukan karena kesibukan, melainkan lantaran percaya pada takhayul yang menurutnya membawa keberuntungan bagi La Albirroja.

Advertisement

Pena mengaku selalu menerima undangan untuk menyaksikan pertandingan Timnas Paraguay. Namun, kali ini ia memilih mendukung dari rumah karena merasa kehadirannya di stadion bukan pertanda baik.

"Sebagai presiden, saya selalu menerima undangan untuk setiap pertandingan. Namun, saya juga harus mengakui bahwa saya sedikit percaya takhayul. Karena itu, saya lebih memilih menonton pertandingan dari rumah," ujar Pena kepada harian Hoy.

Pena hanya hadir saat laga pembuka melawan satu di antara tuan rumah, Amerika Serikat. Pada pertandingan tersebut Paraguay kalah telak 1-4.


Percaya Takhayul

Pemain Paraguay Jose Canale mencetak gol penalti sudden death untuk memenangkan pertandingan selama pertandingan sepak bola babak 32 Piala Dunia antara Jerman dan Paraguay di Foxborough, Mass., dekat Boston, AS, Senin (29/06/2026). AP Photo/Martin Meissner

Setelah itu, Pena tidak lagi datang ke stadion, dan Paraguay justru bangkit dengan mengalahkan Turki 1-0, bermain imbang tanpa gol melawan Australia, lalu menyingkirkan Jerman melalui adu penalti pada babak 32 besar.

Sebenarnya, Pena ingin menyaksikan langsung kemenangan bersejarah atas Jerman. Namun, saat itu ia harus menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi Mercosur di ibu kota Asuncion.

Seusai Paraguay lolos ke babak 16 besar, ia bahkan menetapkan hari libur nasional untuk merayakan pencapaian tersebut.

Kini, tantangan yang lebih berat sudah menanti. Paraguay harus berhadapan dengan Prancis yang menjadi satu di antara favorit juara Piala Dunia 2026.


Badai Petir

Timnas Prancis menjalani sesi latihan di NY Red Bulls Training Facility, New York, Senin (15/6/2026) siang waktu setempat. (AFP/FRANCK FIFE)

Pelatih Timnas Paraguay, Gustavo Alfaro, menggambarkan kekuatan lini serang Prancis dengan perumpamaan badai petir.

Menurutnya, tim yang diperkuat Kylian Mbappe, Ousmane Dembele, dan Michael Olise memiliki ancaman yang harus diantisipasi dengan sangat baik.

"Saya berasal dari daerah pedesaan. Setiap kali badai petir datang ke Rafaela, saya tahu harus mencari tempat berlindung, tetapi bukan di bawah pohon karena petir bisa menyambar di sana," kata Alfaro.

"Prancis adalah badai petir, dan hampir semua sambaran petirnya mengenai sasaran. Tugas kami adalah melindungi diri dari badai tersebut," ucapnya.


Duel Penuh Makna

Pemain Paraguay merayakan kemenangan atas Jerman pada babak 32 Besar Piala Dunia 2026 bersama fans di stadion (AP Photo/Charles Krupa)

Alfaro menegaskan duel melawan Prancis memiliki arti yang sangat besar bagi Paraguay. Ia berharap timnya lebih sering mendapatkan kesempatan memainkan pertandingan besar seperti ini pada masa mendatang.

"Pertandingan besok bukan pertandingan biasa. Kami akan menghadapi tim peringkat satu dunia. Saya berharap Paraguay akan memiliki lebih banyak pertandingan seperti ini di masa depan."

Meski begitu, Alfaro menilai kemenangan atas Jerman telah mendongkrak kepercayaan diri para pemain. Menurutnya, hasil tersebut menjadi suntikan moral yang sangat berharga menjelang duel melawan Prancis.

"Kepercayaan diri itu seperti seember air. Ketika Anda menang, isinya akan bertambah. Kemenangan atas Jerman seperti mendapat tambahan satu tangki air lagi," ujar Alfaro.

 

Sumber: DPA