Inggris Disambut Cemoohan di Mexico City, Keamanan Diperketat Jelang 16 Besar Piala Dunia 2026 Vs Meksiko

Inggris dicemooh setiba di Mexico City. FIFA sempat ingin memajukan kick-off 6 jam, batal. Keamanan hotel diperketat jelang 16 besar di Azteca.

BolaCom | Asad ArifinDiperbarui 04 Juli 2026, 21:53 WIB
Pelatih Timnas Inggris, Thomas Tuchel. (Richard Pelham/Getty Images/AFP)

Bola.com, Jakarta - Inggris menghadapi tekanan sejak tiba di Mexico City jelang babak 16 besar Piala Dunia 2026. Duel kontra tuan rumah Meksiko di Stadion Azteca dijadwalkan Senin (6/7/2026) dini hari waktu Inggris.

Sebelumnya, laga sempat diwarnai ketidakpastian akibat ancaman badai petir dan pertimbangan keamanan. FIFA mempertimbangkan memajukan kick-off enam jam lebih awal, namun rencana itu dibatalkan setelah ditolak kedua kubu.

Advertisement

Fokus The Three Lions kian diuji setibanya di hotel. Rombongan disambut siulan dan ejekan suporter lokal, sementara pengamanan di sekitar lokasi diperketat.


Jadwal dan Keputusan FIFA

Ilustrasi Meksiko vs Inggris di 16 besar Piala Dunia 2026. (Bola.com/Foto by AI)

Wacana perubahan jam tanding muncul karena prakiraan cuaca yang menyebut potensi badai petir. Opsi yang dipertimbangkan adalah memajukan kick-off enam jam untuk alasan keselamatan.

Namun, baik pihak Inggris maupun Meksiko menolak rencana tersebut. Setelah menerima penolakan dari kedua belah pihak, FIFA membatalkan perubahan waktu pertandingan.

Dengan demikian, laga 16 besar tetap digelar sesuai jadwal semula di Stadion Azteca, salah satu arena paling bersejarah dalam sepak bola dunia. Keputusan ini memastikan kepastian agenda bagi kedua tim tanpa mengubah ritme persiapan mereka.


Sambutan Panas di Mexico City

Upaya rombongan Inggris merahasiakan lokasi hotel tidak sepenuhnya berhasil. Setibanya di Mexico City pada Jumat waktu setempat, para pemain langsung menjadi sorotan pendukung tuan rumah yang sudah menunggu.

Saat turun dari bus menuju lobi, Inggris disambut siulan dan ejekan yang memecah suasana. Chant "Meksiko, Meksiko" bergema dari kerumunan sebagai bentuk tekanan psikologis kepada skuad asuhan Thomas Tuchel.

Aparat memasang pagar pembatas logam untuk memisahkan suporter dari rombongan tim. Pengamanan di sekitar hotel disebut jauh lebih ketat dari biasanya, dengan polisi dan personel militer berjaga di berbagai titik. “Ada banyak polisi di luar hotel tim Inggris, dan warga setempat mengatakan jumlah polisi dan tentara di sini belum pernah terjadi sebelumnya,” lapor Angelina Kelly dari talkSPORT dari luar hotel tim.


Antisipasi Inggris Menjelang Laga

Di tengah sorotan tersebut, Thomas Tuchel terlihat tenang. Pelatih asal Jerman itu sempat melambaikan tangan kepada para penggemar saat memasuki hotel bersama rombongan.

Ancaman gangguan belum sepenuhnya hilang karena lokasi hotel kini diketahui publik. Potensi teror psikologis dari suporter tuan rumah menjelang hari pertandingan masih terbuka.

Kasus serupa sebelumnya menimpa Ekuador saat menghadapi Meksiko di babak 32 besar. Tim asal Amerika Selatan itu terganggu suara kembang api hingga larut malam di sekitar hotel dan kemudian melayangkan protes resmi kepada FIFA setelah tersingkir dari turnamen.

Belajar dari kejadian tersebut, staf pelatih Inggris telah menyiapkan langkah antisipasi. Para pemain dibekali obat tidur alami serta penutup telinga untuk meminimalkan gangguan jika aksi serupa kembali terjadi.

Seluruh persiapan itu diarahkan untuk menjaga kualitas istirahat skuad sebelum laga hidup-mati melawan Meksiko di Stadion Azteca. Inggris membutuhkan fokus penuh menghadapi atmosfer kandang yang intens.

Berita Terkait