Bola.com, Jakarta - Skuad Timnas Tanjung Verde mendapat sambutan bak pahlawan saat kembali pulang ke negaranya pada Senin (6/7/2026) dini hari WIB. Mereka disambut gegap gempita setelah mencatat perjalanan bersejarah di Piala Dunia 2026.
Langkah Tanjung Verde terhenti di babak 32 besar usai kalah dramatis 2-3 dari Argentina melalui babak perpanjangan waktu. Pencapaian tersebut tetap disambut dengan penuh kebanggaan oleh warga Tanjung Verde.
Ribuan suporter memadati bandara di ibu kota Praia untuk menyambut kedatangan para pemain. Ratusan penggemar yang membawa bendera nasional juga berjejer di sepanjang jalan ketika skuad diarak menggunakan bus atap terbuka menuju Pantai Quebra Canela dalam rangka perayaan kepulangan mereka.
Suasana semakin semarak karena momen tersebut bertepatan dengan Hari Kemerdekaan Tanjung Verde yang diperingati setiap 5 Juli. Para pemain berjuluk Blue Sharks bersama pelatih Bubista ikut menari mengikuti alunan musik di atas panggung yang dihiasi tulisan "Obrigado! Cabo Verde" atau "Terima kasih, Tanjung Verde".
Kiper sekaligus sensasi media sosial, Vozinha, menjadi pusat perhatian ketika menyapa para pendukung. "Apa kabar, Praia!" serunya melalui mikrofon yang langsung disambut sorakan meriah dari ribuan suporter.
Torehkan Sejarah di Panggung Dunia
Tanjung Verde merupakan negara kepulauan yang terdiri dari 10 pulau vulkanik dengan populasi sekitar 500 ribu jiwa di lepas pantai Afrika Barat. Negara ini baru mulai mengikuti kualifikasi Piala Dunia pada awal abad ke-21 dan datang ke edisi 2026 dengan status peringkat ke-67 dunia.
Meski tidak diunggulkan, Tanjung Verde sukses mencuri perhatian dengan menahan imbang dua mantan juara dunia, Spanyol dan Uruguay, pada fase grup.
Hasil tersebut mengantarkan mereka menjadi negara dengan jumlah penduduk paling sedikit yang berhasil menembus babak gugur Piala Dunia.
Perjalanan impresif mereka ditutup dengan penampilan penuh semangat saat menghadapi juara bertahan Argentina di Miami. Tanjung Verde memberikan perlawanan sengit hingga pertandingan harus berlanjut ke babak perpanjangan waktu sebelum akhirnya menyerah 2-3.
Meski gagal melangkah lebih jauh, perjuangan tanpa rasa takut yang diperlihatkan Blue Sharks membuat mereka mendapat apresiasi luas dari para pencinta sepak bola dan pulang sebagai kebanggaan bagi seluruh rakyat Tanjung Verde.
Sumber: BeinSport
Penulis: Fauzi Ananta Rhamadan