Politikus Inggris Desak FIFA Beri Jarell Quansah Perlakuan Seperti Folarin Balogun

Politikus Inggris minta FIFA konsisten, Jarell Quansah harus diperlakukan seperti Folarin Balogun.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 07 Juli 2026, 14:00 WIB
Bek Inggris bernomor punggung 26, Jarell Quansah, meninggalkan lapangan setelah menerima kartu merah saat pertandingan babak 16 besar Piala Dunia 2026 antara Meksiko dan Inggris di Stadion Kota Meksiko, Kota Meksiko, pada 6 Juli 2026. (Alfredo ESTRELLA/AFP)

Bola.com, Jakarta - Kontroversi hukuman Folarin Balogun jadi "preseden buruk". Kini, sejumlah politikus Inggris meminta FIFA memberikan keringanan serupa kepada Jarell Quansah, sementara Federasi Sepak Bola Inggris (FA) mempertimbangkan langkah banding.

Menurut Reuters, FA sedang mengkaji berbagai opsi terkait kemungkinan mengajukan banding.

Advertisement

Di sisi lain, FIFA belum memberikan tanggapan atas permintaan Reuters mengenai kemungkinan kasus Quansah diproses menggunakan ketentuan Pasal 27 seperti yang diterapkan kepada Balogun.

Kasus kartu merah Balogun tersebut menjadi satu di antara kontroversi terbesar di Piala Dunia setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengakui telah menghubungi Presiden FIFA, Gianni Infantino, terkait hukuman Balogun.


Tekanan Politik

Presiden AS, Donald Trump, berpose dnegan jersey yang diberikan presiden FIFA, Gianni Infantino, selama pertemuan di Oval Office Gedung Putih, Selasa (28/8). Presiden FIFA bertemu Trump untuk membahas kesiapan Piala Dunia 2026. (AFP/Mandel Ngan)

Infantino sebelumnya menyatakan kepada Trump bahwa keputusan akan ditentukan secara independen oleh badan peradilan FIFA.

Namun, penangguhan hukuman Balogun memunculkan tudingan dari otoritas sepak bola dan politikus di Eropa bahwa tekanan politik mungkin memengaruhi proses disiplin FIFA.

Langkah para anggota parlemen Inggris menjadi upaya pertama untuk meminta FIFA menerapkan keputusan serupa kepada pemain lain.

Situasi itu juga menjadi ujian apakah pendekatan yang digunakan dalam kasus Balogun akan diterapkan secara konsisten.


Pemintaan Anggota Parlemen Inggris

Folarin Balogun #20 dari Timnas Amerika Serikat memperhatikan sebelum pertandingan babak 16 besar Piala Dunia 2026 antara AS dan Belgia di Stadion Seattle pada 7 Juli 2026 di Seattle, Washington. (David Ramos/Getty Images via AFP)

Dalam surat terpisah yang diunggah di media sosial, anggota parlemen dari Partai Buruh, Noah Law dan Melanie Onn, meminta Infantino menunda hukuman larangan bermain satu pertandingan yang diterima Quansah setelah kartu merah saat Inggris menang 3-2 atas Meksiko di Stadion Azteca.

Seperti Balogun, Quansah juga menerima hukuman larangan bermain otomatis satu pertandingan setelah mendapat kartu merah.

"Saya percaya Jarell Quansah memang pantas menerima kartu merah. Namun, saya juga percaya penangguhan hukumannya hingga Piala Dunia berakhir merupakan langkah yang tepat," tulis Noah Law.

Melanie Onn menilai terdapat alasan kuat untuk menunda hukuman Quansah. Menurutnya, sulit dibenarkan apabila satu pemain memperoleh penundaan hukuman, sementara pemain lain yang berada dalam situasi serupa tidak mendapat perlakuan yang sama.

Kedua anggota parlemen itu juga menilai FIFA berisiko mengurangi kepercayaan terhadap sistem disiplinnya apabila aturan tidak diterapkan secara konsisten.


Desak FIFA Beri Penjelasan

Presiden FIFA, Gianni Infantino, berbicara di KTT Semafor World Economy 2026 pada 15 April 2026 di Washington, DC. KTT ini mempertemukan para pemimpin bisnis dan CEO teknologi untuk membahas ekonomi, kecerdasan buatan, dan tren bisnis. (Alex Wong/Getty Images via AFP)

Sementara itu, Ketua Komite Kebudayaan, Media, dan Olahraga DPR Inggris, Caroline Dinenage, mendesak FIFA segera memberikan penjelasan mengenai keputusan menangguhkan hukuman Balogun.

"Kemenangan inspiratif Inggris menunjukkan sisi terbaik Piala Dunia. Namun, keputusan FIFA ini mengancam menciptakan bayang-bayang terhadap turnamen yang seharusnya menjadi perayaan sepak bola dunia," kata Dinenage.

"Jika olahraga ingin tetap bermakna, aturan harus diterapkan secara setara kepada semua tim. FIFA perlu segera menjelaskan dasar keputusannya sekaligus menjawab dugaan adanya campur tangan politik dalam proses tersebut," lanjutnya.

FIFA sebelumnya menyatakan badan peradilannya bertindak secara independen dalam mengambil keputusan pada kasus Balogun.

Inggris dijadwalkan menghadapi Timnas Norwegia pada babak perempat final di Miami, Minggu (12-7-2026) dini hari WIB.

 

Sumber: Reuters