Folarin Balogun Akhirnya Komentari Kontroversi Kartu Merahnya, Paham Kenapa Jadi Polemik

Penyerang Timnas Amerika Serikat, Folarin Balogun, mengatakan dia bisa memahami keributan yang disebabkan oleh keputusan FIFA yang mengizinkan dia bermain melawan Belgia, meski mendapat skorsing kartu merah.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 07 Juli 2026, 12:45 WIB
Pemain Amerika Serikat Folarin Balogun melakukan selebrasi aksi setelah mencetak gol pertama timnya selama pertandingan sepak bola babak 32 besar Piala Dunia antara Amerika Serikat dan Bosnia di Santa Clara, California, dekat San Francisco, Rabu, (01/07/2026). (AP Photo/Julio Cortez)

Bola.com, Jakarta - Folarin Balogun akhirnya angkat bicara mengenai kontroversi yang mengiringi keputusannya tetap tampil bersama Timnas Amerika Serikat saat menghadapi Belgia pada babak 16 besar Piala Dunia 2026, Selasa (7-7-2026) pagi WIB.

Balogun mengaku memahami mengapa keputusan FIFA yang mengizinkannya bermain memicu polemik.

Advertisement

Pernyataan itu disampaikannya setelah Amerika Serikat tersingkir usai kalah 1-4 dari Belgia di Stadion Seattle.

"Tentu saja situasi ini menjadi kontroversial ketika keputusan itu dibatalkan. Kami menerima keputusan saat saya mendapat kartu merah, dan kami juga menerima keputusan ketika diberi tahu bahwa saya boleh bermain," kata Folarin Balogun.

Itu menjadi kali pertama pemain AS Monaco tersebut berbicara mengenai kasus tersebut.


Kronologi Kontroversi

Folarin Balogun #20 Timnas Amerika Serikat dihibur oleh Rudi Garcia, Pelatih Timnas Belgia, usai pertandingan babak 16 besar Piala Dunia 2026 antara AS dan Belgia di Stadion Seattle pada 7 Juli 2026 di Seattle, Washington. (David Ramos/Getty Images melalui AFP)

Balogun sebelumnya menerima kartu merah saat Amerika Serikat menghadapi Bosnia dan Herzegovina pada babak 32 besar.

Kartu merah tersebut membuat Balogun harus menjalani hukuman larangan bermain satu pertandingan secara otomatis.

Namun, FIFA kemudian menangguhkan hukuman tersebut sehingga Balogun dapat tampil melawan Belgia. Banding yang diajukan Belgia juga ditolak FIFA.

Keputusan FIFA itu memicu kontroversi di Piala Dunia 2026 dan menuai kritik dari berbagai pihak. FIFA dituding menyerah terhadap dugaan campur tangan politik dalam proses pengambilan keputusan.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, sebelumnya mengaku meminta peninjauan atas kartu merah Balogun karena menilai insiden tersebut bukan pelanggaran. Trump juga mengatakan hukuman larangan bermain akan menjadi noda besar bagi Piala Dunia.


Komentar Kubu Belgia

Pemain Belgia Charles De Ketelaere merayakan setelah mencetak gol pembuka timnya selama pertandingan sepak bola babak 16 besar Piala Dunia antara Amerika Serikat dan Belgia di Seattle, Senin, 6 Juli 2026. (AP Photo/Maddy Grassy)

Satu di antara sosok yang paling keras mengkritik keputusan FIFA adalah pelatih Belgia, Rudi Garcia. Meski demikian, Garcia mengaku sempat berbicara langsung dengan Balogun setelah pertandingan.

"Dia menghampiri saya dan saya menghargai itu. Ini bukan kesalahannya. Dia tidak melakukan kesalahan apa pun. Saya menghormatinya," ujar Rudi Garcia.

Sementara itu, kiper Timnas Belgia, Thibaut Courtois, menilai timnya mendapat perlakuan yang tidak menghormati dalam beberapa hari terakhir di Amerika Serikat. Adapun kapten Belgia, Youri Tielemans, mengatakan kontroversi Balogun justru menjadi tambahan motivasi bagi timnya.

"Sejujurnya, kami mengadakan pertemuan setelah mendengar kabar itu. Kami mengatakan kepada diri sendiri bahwa jawaban terbaik harus diberikan di lapangan, dan itulah yang kami lakukan hari ini. Saya sangat bangga kepada tim ini," kata Youri Tielemans.


Hadirkan Keadilan

Para pemain Timnas Belgia bertepuk tangan kepada para penggemar setelah kemenangan tim mereka 4-1 dalam pertandingan babak 16 besar Piala Dunia 2026 antara AS dan Belgia di Stadion Seattle pada 7 Juli 2026 di Seattle, Washington. (Luke Hales/Getty Images via AFP)

Gelandang Belgia, Nicolas Raskin, menyebut kemenangan atas Amerika Serikat menghadirkan rasa keadilan.

"Saya percaya selalu ada keadilan dalam hidup. Apa yang terjadi memang bisa diperdebatkan, tetapi kami merasa itu bukan keputusan yang adil. Hari ini kami mendapatkan sedikit keberuntungan. Kami memang harus memenangkan pertandingan ini," ujar Nicolas Raskin.

Setelah pertandingan berakhir, akun resmi tim nasional Belgia di X juga ikut menyindir kontroversi tersebut. Mereka mengunggah pesan singkat bertuliskan "Batalkan ini" disertai foto selebrasi gol para pemain Belgia.

Dalam unggahan lainnya, akun tersebut menulis "Namanya football", sambil mencoret kata "soccer" yang umum digunakan di Amerika Serikat.

 

Sumber: DPA

Berita Terkait