Belgia Sindir Donald Trump dengan Dua Aksi usai Gilas Amerika Serikat di 16 Besar Piala Dunia 2026

Belgia punya cara pedas mengejek Presiden AS, Donald Trump, usai menyingkirkan The Yanks dari Piala Dunia 2026.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 07 Juli 2026, 20:40 WIB
Pemain Belgia Romelu Lukaku merayakan gol keempat timnya selama pertandingan babak 16 besar Piala Dunia FIFA 2026 antara AS dan Belgia di Stadion Seattle, Seattle, Washington, Senin, 6 Juli 2026. (AFP/Getty Images/ David Ramos).

Bola.com, Jakarta - Timnas Belgia merayakan kemenangan telak 4-1 atas Timnas Amerika Serikat di Seattle Stadium, Selasa (7-7-2026) pagi WIB, dengan selebrasi yang disebut meniru gaya tarian khas Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Belgia memastikan langkah ke perempat final Piala Dunia 2026 setelah menyingkirkan tuan rumah lewat kemenangan meyakinkan.

Advertisement

Tim berjuluk Red Devils itu memanfaatkan tiga kesalahan lini belakang Amerika Serikat sebelum menambah satu gol lagi pada akhir pertandingan.

Laga tersebut diawali kontroversi setelah FIFA mengizinkan penyerang Amerika Serikat, Folarin Balogun, tampil meski sebelumnya menerima kartu merah pada babak 32 besar.

Donald Trump menyambut baik keputusan FIFA tersebut. Ia juga mengakui sempat berbicara dengan Presiden FIFA, Gianni Infantino, sebelum hukuman Balogun ditangguhkan.

Keputusan itu memicu reaksi keras dari Belgia. Asosiasi Sepak Bola Belgia (RBFA) menuntut penjelasan dari FIFA dan mengancam akan menempuh langkah lanjutan. Namun, Belgia memberikan jawaban di lapangan lewat kemenangan besar atas Amerika Serikat.


Bayang-Bayang Kontroversi

Seleberasi Charles de Ketelaere saat Belgia melawan Amerika Serikat di 16 besar Piala Dunia 2026

Penyerang Belgia, Charles De Ketelaere, mencetak dua gol pada babak pertama. Sementara satu-satunya gol Amerika Serikat lahir melalui tendangan bebas Malik Tillman.

Pada babak kedua, Hans Vanaken menambah keunggulan Belgia dengan gol ke gawang kosong. Setelah itu, Romelu Lukaku mencetak gol keempat sebelum merayakannya dengan gaya yang disebut menyerupai tarian khas Donald Trump.

Kontroversi mengenai Balogun terus membayangi pertandingan tersebut. Belgia sebelumnya mempersiapkan laga babak 16 besar dengan asumsi Balogun tidak bisa bermain, hingga FIFA mengubah keputusan menjelang pertandingan.

Kartu merah yang diterima Balogun pada babak 32 besar memang memicu perdebatan. Keputusan FIFA menangguhkan hukuman tersebut juga menimbulkan kontroversi, termasuk munculnya pertanyaan mengenai integritas proses pengambilan keputusan.


Sindiran Kedua

Pemain Belgia Charles De Ketelaere merayakan setelah mencetak gol pembuka timnya selama pertandingan sepak bola babak 16 besar Piala Dunia antara Amerika Serikat dan Belgia di Seattle, Senin, 6 Juli 2026. (AP Photo/Maddy Grassy)

Kendati Gianni Infantino telah mengeluarkan pernyataan terkait kasus tersebut, upaya Belgia untuk menggugat status kelayakan Balogun bermain dinyatakan "tidak dapat diterima" oleh FIFA. Belgia kemudian meminta penjelasan atas keputusan tersebut.

Saat Balogun tetap masuk susunan starting XI Amerika Serikat, RBFA menegaskan masih membuka peluang untuk mengambil langkah lanjutan.

"Semua langkah selanjutnya tetap terbuka," demikian pernyataan RBFA.

Tak hanya melalui selebrasi di lapangan, akun resmi tim nasional Belgia juga menyampaikan sindiran setelah pertandingan berakhir. Mereka mengunggah foto skor akhir disertai kalimat, "Batalkan yang ini."

Belgia selanjutnya akan menghadapi Timnas Spanyol pada laga perempat final Piala Dunia 2026, Sabtu (11-7-2026). Pemenang laga tersebut akan bertemu satu di antara dari Timnas Prancis atau Maroko di semifinal.

 

Sumber: Express 

Berita Terkait