Mantan Pemain Inggris Nilai Cristiano Ronaldo Jadi Biang Keladi Kegagalan Portugal di Piala Dunia 2026

Cristiano Ronaldo disebut jadi alasan Portugal tersingkir dari Piala Dunia 2026.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 08 Juli 2026, 08:30 WIB
Pemain Portugal Cristiano Ronaldo bereaksi setelah Portugal kalah dalam laga babak 16 besar Piala Dunia 2026 antara Portugal vs Spanyol di Arlington, Texas, dekat Dallas, Senin, 6 Juli 2026. (AP Photo/Sam Hodde)

Bola.com, Jakarta - Mantan penyerang Timnas Inggris, Gabriel Agbonlahor, melontarkan kritik keras kepada Cristiano Ronaldo setelah Portugal tersingkir dari Piala Dunia 2026.

Portugal harus mengakhiri langkahnya pada babak 16 besar setelah kalah 0-1 dari Timnas Spanyol, Selasa dini hari WIB kemarin. Gol tunggal Mikel Merino pada masa injury time memastikan Spanyol melaju ke perempat final untuk menghadapi Belgia.

Advertisement

Kekalahan tersebut juga menjadi pertandingan terakhir Roberto Martinez sebagai pelatih Portugal. Martinez kembali memainkan Ronaldo selama 90 menit penuh dalam laga itu.

Usai pertandingan, Ronaldo menyampaikan pencapaiannya bersama Timnas Portugal.

"Saya bermain selama 23 tahun di tim nasional dan memenangi tiga gelar. Sebelum Cristiano, Portugal tidak pernah memenangkan apa pun. Gelar Euro adalah yang paling penting. Bagi saya, trofi 2016 memiliki nilai yang sama dengan Piala Dunia," ujar pemain Al Nassr tersebut.


Pengaruhi Langkah Portugal

Ekspresi kekecewaan Cristiano Ronaldo saat Portugal kalah dari Spanyol di 16 besar Piala Dunia 2026 (AFP)

Komentar Ronaldo kemudian mendapat sorotan dari Gabriel Agbonlahor. Dalam program talkSPORT, mantan pemain Aston Villa itu menilai Ronaldo tidak memberikan kontribusi maksimal sepanjang pertandingan.

"Ronaldo seperti bermain jalan kaki. Seharusnya dia bergerak membuka ruang dan berlari ke berbagai area. Fakta bahwa Goncalo Ramos, yang mencetak gol kemenangan saat melawan Kroasia pada babak sebelumnya, tidak dimainkan, sudah menjelaskan semuanya," kata Agbonlahor.

Menurut Agbonlahor, keputusan memainkan Ronaldo sepanjang pertandingan turut memengaruhi langkah Portugal di Piala Dunia 2026.

"Ini bukan salah Ronaldo karena dia tentu ingin bermain dan pelatih terus memainkannya. Namun, itu membuat Portugal gagal di Piala Dunia. Saya yakin pemain seperti Bruno Fernandes, Joao Neves, Vitinha, dan Nuno Mendes akan berpikir bahwa Ronaldo adalah legenda Portugal, tetapi karena dia, mereka harus pulang," ulasnya.


Kritik Sikap Ronaldo

Ekspresi kekecewaan Cristiano Ronaldo usai Portugal kalah dari Spanyol di 16 besar Piala Dunia 2026 (AFP)

Agbonlahor juga mengutip pernyataan mantan bek Timnas Inggris, Jamie Carragher, yang pernah mengatakan kepada Casemiro agar meninggalkan sepak bola sebelum sepak bola meninggalkannya.

Ia bahkan menilai siapa pun yang menjadi pelatih Portugal berikutnya sebaiknya tidak lagi memasukkan Ronaldo ke skuad.

Agbonlahor turut mengkritik sikap Ronaldo setelah peluit panjang berbunyi. Menurutnya, Ronaldo lebih banyak menjadi pusat perhatian daripada memberikan dukungan kepada rekan-rekan setimnya yang lebih muda.

"Dia minim melakukan pressing, tidak banyak memberikan kontribusi, dan beberapa kali mengangkat tangan kepada rekan-rekannya. Setelah pertandingan selesai, semua perhatian tertuju kepadanya. Dia tidak mendatangi para pemain muda untuk memastikan kondisi mereka, justru mereka yang menghampirinya," kata Agbonlahor.


Planet Saya

Pemain Spanyol Pedro Porro dan Pau Cubarsi bereaksi gembira sementara pemain Portugal Cristiano Ronaldo tertunduk lesu setelah Spanyol mengalahkan Portugal dalam pertandingan sepak bola babak 16 besar Piala Dunia di Arlington, Texas, dekat Dallas, Senin, 6 Juli 2026. (AP Photo/Ashley Landis)

Penyerang Aston Villa pada 2005-2018 juga menyinggung momen ketika Roberto Martinez datang membawa iPad pada akhir pertandingan.

"Ronaldo mengangkat kedua tangannya dan Martinez tampak terkejut. Setelah itu Ronaldo berjalan ke arah lain. Selama ini masalahnya adalah Ronaldo lebih besar daripada Portugal," ujar Agbonlahor.

Saat pembawa acara talkSPORT, Jeff Stelling, menyebut Ronaldo hidup di "planet saya", Agbonlahor kembali melanjutkan kritiknya.

"Itulah masalahnya. Banyak yang bertanya mengapa Lionel Messi lebih disukai banyak penggemar. Anda tidak akan mendengar hal seperti itu dari Messi. Saya juga mendengar Ronaldo mengatakan gelar Euro sama besarnya dengan Piala Dunia. Menurut saya, itu tidak masuk akal," ujar Agbonlahor.

Hingga kini belum diketahui apakah Portugal masih akan memainkan Ronaldo pada pertandingan UEFA Nations League pada September dan Oktober mendatang atau mengakhiri karier internasionalnya setelah 23 tahun membela timnas.

 

Sumber: Give Me Sport

Berita Terkait