Francois Letexier, Wasit Kontroversial Argentina Vs Mesir di Piala Dunia 2026 yang Pernah Curangi Timnas Indonesia U-23

Keberhasilan Timnas Argentina ke babak perempat final Piala Dunia 2026 diwarnai oleh anggapan keuntungan yang diberikan oleh wasit Francois Letexier dari Prancis.

Bola.com, Atlanta - Keberhasilan Timnas Argentina ke babak perempat final Piala Dunia 2026 diwarnai anggapan keuntungan yang diberikan wasit Francois Letexier dari Prancis.

Secara luar biasa, Argentina mengembalikan kedudukan untuk menang 3-2 atas Timnas Mesir setelah tertinggal dua gol dalam 16 besar Piala Dunia 2026 di Atlanta Stadium, Atlanta, pada Rabu (8/7/2026) dini hari WIB.

Mesir mencetak dua gol lebih dulu melalui Yasser Ibrahim pada menit ke-15, assist dari Marwan Ateya dan Mostafa Ziko pada menit ke-67 assist dari Haissem Hassan.

Mesir sebenarnya bisa membuat gol kedua lebih cepat lewat Mostafa Ziko pada menit ke-58, namun Letexier membatalkannya setelah mengecek VAR.

Wasit Letexier menganggap gelandang Mesir, Marwan Attia, lebih dulu melanggar bek Argentina, Lisandro Martinez, sebelum terjadinya gol Mostafa Ziko yang berawal dari serangan balik.

Insiden itu dinilai merugikan Mesir.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Drama Injury Time

Argentina perlahan bangkit dengan memperkecil keadaan lewat Christian Romero pada menit ke-79 assist dari Lionel Messi, sebelum Messi mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-83.

Pada masa injury time, serangan Mesir melalui Salah dipatahkan oleh penyerang Argentina, Julian Alvarez.

Beberapa pihak menganggap Alvarez melakukan pelanggaran di kotak penalti Argentina karena kakinya tersangkut di kaki Salah.

Namun, wasit Letexier bergeming dan membiarkan Argentina melancarkan serangan balik yang berujung gol kemenangan Enzo Fernandez pada menit 90+2 umpan dari Lautaro Martinez.

Rugikan Timnas Indonesia U-23

Wasit Letexier memang sudah akrab dengan kontroversi, termasuk dua tahun lalu ketika kinerjanya merugikan Timnas Indonesia U-23.

Akibat sejumlah keputusan kelirunya, Timnas Indonesia U-23 takluk 0-1 dari Guinea U-23 dalam play-off Olimpiade Paris 2024 di Stade Pierre Pibarot, Clairefontaine, Prancis, pada 9 Mei 2024.

Wasit Letexier memberikan dua tendangan penalti kontroversial kepada Guinea U-23, satu di antaranya berujung dengan gol dan memupuskan ambisi Timnas Indonesia U-23 bermain di Olimpiade 2024.

Pada menit ke-18, striker Guinea U-23, Algassime Bah, jatuh di kotak penalti Timnas Indonesia U-23. Wasit Letexier lalu menunjuk titik putih.

Dia menganggap Algassime dilanggar Witan Sulaeman di kotak penalti Timnas Indonesia U-23. Padahal dari tayangan ulang, kenyataannya tidak demikian.

Ketika hendak menerima umpan mendatar dari rekan setimnya, kaki Algassime terserempet kaki Witan di luar kotak penalti Timnas Indonesia U-23.

Namun, entah disengaja atau tidak, penyerang yang waktu itu membela klub Yunani, Olimpiakos, itu seolah tersandung dan merebahkan diri di dalam kotak 16 pas Timnas Indonesia U-23.

Kubur Mimpi Timnas Indonesia U-23

Witan merasa tidak menjatuhkan Algassime Bah. Tetapi, Francois Letexier bergeming. Dia tetap kekeuh dengan keputusannya memberikan tendangan penalti kepada Guinea U-23 yang dieksekusi oleh Ilaix Moriba pada menit ke-29.

Sialnya, FIFA tidak menerapkan VAR dalam play-off Olimpiade 2024 sehingga keputusan keliru Francois Letexier tak dapat ditinjau ulang.

Pada menit ke-72, peluit wasit Letexier kembali berbunyi tanda penalti untuk Guinea U-23. Tekel Alfeandra Dewangga yang menyentuh bola lebih dulu sebelum merobohkan Algassime, dinilainya sebagai pelanggaran.

Padahal wasit Letexier dalam posisi yang ideal ketika kejadian itu berlangsung. Dia hanya beberapa meter di belakang duel Dewangga dengan Algassime Bah.

Buntut dari kebijakan kontroversial wasit Letexier, pelatih Timnas Indonesia U-23 saat itu, Shin Tae-yong, melancarkan protes keras. Dia marah-marah sampai menunjuk-nunjuk wajah pengadil yang berlisensi FIFA sejak 2017 ini.

Wasit Letexier meresponsnya dengan memberikan kartu kuning kepada Shin Tae-yong, yang berakhir dengan kartu kuning kedua alias kartu merah karena arsitek asal Korea Selatan itu terus menunjukkan kekesalannya.

Video Populer

Foto Populer