Bola.com, Jakarta - Erling Haaland memberikan tanggapan terhadap lamanya proses sebelum Kylian Mbappe mengeksekusi penalti yang akhirnya gagal berbuah gol saat Prancis menghadapi Maroko pada perempat final Piala Dunia 2026 di Stadion Boston, Jumat (10-7-2026) dini hari WIB.
Mbappe memperoleh peluang emas membawa Prancis unggul pada babak pertama setelah dijatuhkan bek Manchester United, Noussair Mazraoui, di dalam kotak penalti. Wasit asal Argentina, Facundo Tello, langsung menunjuk titik putih.
Namun, keputusan tersebut lebih dulu ditinjau VAR selama lebih dari tiga menit.
Setelah pemeriksaan selesai, Mbappe maju sebagai eksekutor, tetapi tendangannya berhasil digagalkan kiper Maroko, Yassine Bounou.
Mbappe sempat terlihat berbicara dengan Tello ketika kedua tim memasuki jeda pendinginan pertama. Ia tampak menunjukkan rasa frustrasi karena proses pemeriksaan VAR yang berlangsung cukup lama.
Kegagalan penalti itu membuat Prancis dan Maroko mengakhiri babak pertama dengan skor imbang 0-0.
Haaland Mengecam
Haaland kemudian mengunggah foto dirinya yang sedang menyaksikan pertandingan melalui televisi di hotel tempat timnya menginap.
Dalam unggahan Snapchat yang kemudian dihapus, penyerang Norwegia itu menulis, "Need to wait 5 min to take a penalty is way too long." (Harus menunggu lima menit untuk mengambil penalti itu terlalu lama)
Give Me Sport melaporkan, Mbappe disebut harus menunggu selama tiga menit 12 detik hingga VAR memastikan keputusan Tello tetap berlaku.
Penundaan tersebut dinilai membuat bintang Real Madrid itu tidak tampil dengan kepercayaan diri seperti biasanya saat mengeksekusi penalti.
Kendati gagal mencetak gol dari titik putih, Mbappe mampu menebusnya pada babak kedua. Ia membuka keunggulan Prancis melalui gol indah setelah bergerak ke dalam sebelum melepaskan tembakan keras yang bersarang di sudut atas gawang Bono.
Perangkat Pertandingan Jadi Sorotan
Penunjukan perangkat pertandingan untuk laga Prancis melawan Maroko juga sempat menjadi sorotan. FIFA menugaskan seluruh tim wasit asal Argentina, termasuk petugas VAR, untuk memimpin pertandingan tersebut.
Prancis dan Argentina merupakan rival sejak final Piala Dunia 2022 yang dimenangkan Argentina lewat adu penalti.
Itu menjadi kali pertama seluruh anggota tim wasit berasal dari negara yang sama pada pertandingan di Piala Dunia 2026.
Menjelang laga, pelatih Prancis, Didier Deschamps, meremehkan isu tersebut dan menegaskan fokus timnya hanya tertuju pada penampilan sendiri.
Kualitas kepemimpinan wasit sepanjang turnamen juga mendapat banyak kritik menyusul sejumlah keputusan kontroversial.
Mesir bahkan menuding FIFA telah mengatur turnamen agar Argentina dan Lionel Messi bertahan selama mungkin di kompetisi tersebut.
Tuduhan itu muncul setelah Mesir kalah 2-3 dari Argentina pada babak 16 besar. Mereka memprotes keputusan wasit yang menganulir sebuah gol akibat pelanggaran yang dinilai serupa dengan insiden sebelum gol penentu kemenangan Enzo Fernandez, tetapi tidak dihukum.
Sumber: Give Me Sport