Jaminton Campaz Diteror Ancaman Pembunuhan usai Kolombia Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Tragedi Andres Escobar Terbayang Lagi,

Ancaman pembunuhan menghantui Jaminton Campaz usai Kolombia tersingkir dari Piala Dunia 2026.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 11 Juli 2026, 09:15 WIB
Gelandang Kolombia bernomor punggung 21, Jaminton Campaz, merayakan gol ketiga timnya selama pertandingan Grup K Piala Dunia 2026 antara Uzbekistan dan Kolombia di Stadion Kota Meksiko, Kota Meksiko, pada 18 Juni 2026. (YURI CORTEZ/AFP)

Bola.com, Jakarta - Federasi Sepak Bola Kolombia (FCF) mengecam ancaman pembunuhan yang ditujukan kepada pemain timnas, Jaminton Campaz, beserta keluarganya setelah langkah Kolombia di Piala Dunia 2026 terhenti.

Campaz gagal memanfaatkan peluang mencetak gol kemenangan pada babak tambahan waktu saat Kolombia akhirnya kalah melalui adu penalti dari Swiss di babak 16 besar.

Advertisement

Menurut Portal One Football via DPA, penyerang berusia 25 tahun itu memutuskan untuk sementara waktu tidak kembali ke Kolombia karena alasan keamanan.

Dalam pernyataan yang dirilis pada Jumat waktu setempat, FCF menegaskan tidak seorang pun atlet maupun anggota keluarga terdekatnya seharusnya menjadi sasaran intimidasi hanya karena membela negaranya di arena olahraga.

'Tidak ada atlet, atau anggota lingkaran dalam mereka, yang boleh menjadi sasaran intimidasi karena mewakili negara mereka di arena olahraga," kata FCF dalam sebuah pernyataan.

"Sepak bola harus menjadi ruang untuk persatuan, rasa hormat, dan harapan, bukan tempat untuk kebencian, intimidasi, atau kekerasan," imbuh FCF seraya menyerukan kepada para penggemar untuk memastikan bahwa kekecewaan dalam olahraga tidak pernah berujung pada agresi di dunia nyata.


Tragedi Escobar

Mengenang Andres Escobar (AFP/Mike Nelson)

Kasus tersebut kembali mengingatkan publik Kolombia pada tragedi yang menimpa Andres Escobar.

Pada Piala Dunia 1994 yang juga berlangsung di Amerika Serikat, bek Kolombia itu mencetak gol bunuh diri dalam kekalahan 1-2 dari tuan rumah.

Beberapa hari setelah Kolombia tersingkir dan kembali ke negaranya, Escobar dibunuh di Medellín. Peristiwa tersebut saat itu memicu keprihatinan dunia.

FCF juga meminta kantor jaksa agung untuk mengintensifkan penyelidikan guna mengidentifikasi pihak-pihak yang berada di balik ancaman terhadap Campaz.


Pesan Campaz

Bek Ghana bernomor punggung 02, Alidu Seidu, dan gelandang Kolombia bernomor punggung 21, Jaminton Campaz, berebut bola selama pertandingan babak 32 besar Piala Dunia 2026 antara Kolombia dan Ghana di Stadion Kansas City, Kansas City, pada 4 Juli 2026. (JUAN MABROMATA/AFP)

Campaz, yang kini memperkuat klub Argentina, Rosario Central, turut menyampaikan pesannya melalui media sosial.

"Sepak bola juga menghadirkan momen-momen sulit. Kolombiaku, jangan pernah kehilangan rasa hormat. Kita boleh memiliki pendapat yang berbeda atau merasakan frustrasi dan kesedihan, tetapi tidak ada gairah yang membenarkan kebencian atau membuat seseorang hidup dalam ketakutan," tulis Campaz.

 

Sumber: DPA

Berita Terkait