Bola.com, Jakarta - Jorge Martin mengakui masih menghadapi kesulitan untuk kembali bersaing memperebutkan kemenangan jelang MotoGP Jerman di Sirkuit Sachsenring akhir pekan ini.
Pemuncak klasemen MotoGP itu sempat menjadi andalan Aprilia pada awal musim 2026 setelah memenangi MotoGP Prancis, Mei lalu.
Namun, sejak kemenangan tersebut, pembalap asal Spanyol itu belum mampu mengulangi performa serupa.
Martin memang berhasil lolos langsung ke sesi kualifikasi kedua (Q2) di Sachsenring. Meski begitu, ia menjadi pembalap Aprilia paling lambat pada sesi latihan hari Jumat.
Situasi itu kembali terulang setelah tiga pembalap Aprilia lainnya masing-masing telah meraih setidaknya satu kemenangan di sprint race sejak akhir pekan sukses Martin di Le Mans.
"Setiap hari Jumat saya selalu merasa tertinggal satu langkah karena saya belum pernah membalap di sini bersama Aprilia. Jadi, saya selalu merasakan hal itu dan perbedaannya cukup besar dibandingkan terakhir kali saya membalap di sini," ujar Martin.
Situasi Berat
Martin menyadari start yang kurang meyakinkan masih bisa dimaklumi karena ia melewatkan sebagian besar balapan musim 2025 akibat cedera. Namun, menurutnya, persoalan yang dihadapi saat ini lebih dari sekadar itu.
"Saya masih cukup jauh dari persaingan untuk meraih kemenangan. Saya pikir kami masih bisa bersaing untuk podium, tetapi kami harus bekerja lebih keras."
"Saat ini saya tidak merasakan grip ban belakang, sementara bagian depan motor banyak bergerak saat berada di tikungan. Jadi, saat ini saya tidak memiliki keunggulan apa pun," ungkapnya.
"Saya hanya berusaha memberikan yang terbaik. Namun, jika kondisinya terus seperti ini, balapan akan berlangsung sulit. Saya benar-benar berharap kami bisa menemukan sesuatu yang membantu saya bersaing memperebutkan podium," imbuh Martin.
Tingkatkan Pede
Martin menegaskan target utamanya saat ini adalah terus meningkatkan rasa percaya dirinya bersama motor Aprilia.
"Bagi saya, satu-satunya target adalah terus meningkatkan feeling. Saya menjalani paruh pertama musim dengan sangat baik jika melihat dari posisi saya sebelumnya. Namun, target saya selalu berkembang, dan saat ini saya merasa masih cukup jauh dari performa ketika menang di Le Mans maupun pada balapan lainnya," ucap rider berusia 28 tahun tersebut.
Martin juga menilai Aprilia harus terus melakukan pengembangan karena para pesaing, terutama Ducati, terus menunjukkan kemajuan.
"Saya tahu para rival, katakanlah Ducati, berkembang sangat pesat. Pabrikan lain juga mengalami peningkatan. Karena itu kami harus terus berkembang. Jika tidak, kami akan tertinggal," ujar juara dunia musim 2024 itu.
Penulis: Arif Anggara Mulya
Sumber: Motorsport