Bola.com, Jakarta - Perjalanan Timnas Norwegia di panggung Piala Dunia 2026 akhirnya terhenti di perempat final. Erling Haaland dan kawan-kawan kalah 1-2 dari Inggris melalui perpanjangan waktu di Miami Stadium, Minggu (12/7/2026) pagi WIB.
Salah satu mantan pemain Timnas Norwegia, Erik Mykland sangat marah dengan adanya kontroversi dalam pertandingan melawan Inggris. Satu di antaranya adalah momen ketika bola tendangan kiper Norwegia, Orjan Haskjold Nyland yang mengenai spidercam, sebelum gol pertama Jude Bellingham.
Dalam laga sengit ini, Norwegia berhasil mengejutkan dengan menjebol gawang Inggris terlebih dahulu lewat gol Andreas Schjelderup di menit ke-36. Memasuki injury time babak pertama, Inggris menyamakan kedudukan lewat gol Jude Bellingham.
Skor 1-1 bertahan sampai waktu normal 90 menit. Membuat pemenang harus ditentukan lewat babak perpanjangan waktu. Hanya butuh tiga menit di awal ekstra time bagi Inggris untuk berbalik unggul.
Jude Bellingham kembali mencetak gol keduanya, sekaligus memastikan kemenangan Inggris 2-1 atas Norwegia. Hasil ini memastikan langkah The Three Lions melaju ke semifinal, menantang pemenang antara Argentina atau Swiss.
Kemarahan Erik Mykland
FIFA kemudian menyatakan teknologi mereka tidak mendeteksi adanya kontak yang seharusnya membuat gol tersebut dianulir. Situasi itu yang kemudian membuat Erik Mykland sangat marah. Pemain jebolan Piala Dunia 1998 itu bahkan menyebutnya sebagai sebuah skandal.
"Ini benar-benar sebuah skandal," ujar Erik Mykland tersebut kepada media Norwegia, Dagbladet via Metro.
"Ironis sekali bahwa teknologi yang seharusnya membantu kita justru menghancurkan kita," lanjut eks pemain Panathinaikos.
Kekecewaan lebih lanjut dialami Norwegia pada menit ke-10 babak kedua ketika gol Torbjorn Lysaker Heggem dianulir. VAR memutuskan bahwa lebih dulu ada pelanggaran yakni saat Elliot Anderson didorong oleh Erling Haaland sebelum tendangan sudut dilakukan.
Tidak Puas
Di sisi lain, pelatih Timnas Inggris, Thomas Tuchel mengaku tak puas dengan performa timnya, meski meraih hasil lolos ke semifinal Piala Dunia 2026. Harry Kane dkk. lebih banyak dinaungi keberuntungan selama meladeni Norwegia.
"Kami membuat situasi menjadi sangat sulit bagi diri kami sendiri hari ini. Hasilnya fantastis. Kami berhasil menembus empat besar. Itu luar biasa, tetapi saya tidak puas dengan performanya, dalam segala aspek," tutur Tuchel.
"Komitmen itu ada, namun kami mempersulit diri sendiri lewat cara kami bermain, permainan yang ceroboh, banyak kesalahan teknis, tempo yang kurang cepat, serta kurangnya pengulangan pola permainan yang efektif. Kami beruntung hari ini."
"Ini bukan soal mentalitas. Ini bukan tentang mentalitas—kalau bisa, mentalitas itu sudah bisa dikemas dan dijual. Masalahnya ada pada kualitas—kami harus bermain lebih baik," tandas Thomas Tuchel.
Sumber: Metro