Menjadi Saksi Ketegaran Didier Deschamps di Piala Dunia 2026: Motivasi Lebih untuk Juara setelah Ibu Tiada

Timnas Prancis difavoritkan untuk menjadi juara di Piala Dunia 2026.

BolaCom | Hery KurniawanDiterbitkan 14 Juli 2026, 20:45 WIB
Pelatih kepala Timnas Prancis, Didier Deschamps, tiba menjelang pertandingan Grup I Piala Dunia 2026 antara Prancis dan Irak di Stadion Philadelphia di Philadelphia pada 23 Juni 2026. (Mauro PIMENTEL / AFP)

Bola.com, Jakarta - Timnas Prancis menjadi salah satu tim yang difavoritkan untuk menjadi juara di Piala Dunia 2026. Sejauh ini Les Bleus mampu menghadapi beban itu dengan baik.

Timnas Prancis ada di babak semifinal Piala Dunia 2026. Mereka akan menantang Timnas Spanyol dalam laga yang akan digelar di Dallas Stadium, Arlington pada Rabu (14/7/2026) dini hari WIB.

Advertisement

Ada motivasi lain di balik penampilan apik Timnas Prancis di Piala Dunia 2026. Motivasi itu bisa dikatakan datang dari sebuah tragedi yang menyedihkan. 

Seperti diketahui pada 23 Juni lalu ibunda dari pelatih Timnas Prancis, Didier Deschamps meninggal dunia. Deschamps bahkan harus kembali dulu ke Paris untuk menghadiri pemakaman sang ibunda. 


Tetap Tegar

Suasana berbeda langsung terjadi begitu pelatih kepala Prancis, Didier Deschamps dan N'Golo Kante memasuki ruangan konferensi pers. (Bola.com/Hery Kurniawan/Adv/Powerade)

Bola.com sempat menjadi saksi bagaimana ketegaran Didier Deschamps setelah ditingal meninggal ibunya. Deschamps mengaku terpukul tetapi tetap menunjukkan kekuatan yang luar biasa. 

Menurut Didier Deschamps, kematian ibunya memang tidak bisa dihindari. Kini, ia hanya perlu menjalani apa yang perlu dijalani bersama Timnas Prancis.

"Bagaimana kabar saya? Saya baik-baik saja. Jelas saya mengalami hari-hari yang sulit di mana saya merasa sangat terpukul. Tetapi demi kesejahteraan pribadi saya dan demi kebaikan tim Prancis, saya harus pergi. Setelah itu, mereka melakukan apa yang diperlukan," tegas Deschamps.


Gelar Piala Dunia Ketiga

Les Bleus datang sebagai salah satu kandidat kuat juara, sementara Senegal berusaha mengulang kejutan yang pernah mereka ciptakan saat menumbangkan Prancis di Piala Dunia 2002. (Bola.com/Hery Kurniawan)

Didier Deschamps sejauh ini sudah mengoleksi dua gelar juara Piala Dunia. Satu gelar diraih sebagai pemain pada edisi 1998. Saat itu ia bertindak sebagai kapten.

Menariknya, 20 tahun kemudian, Didier Deschamps berkesempatan mengantarkan Timnas Prancis menjadi juara di Piala Dunia 2018 sebagai pelatih kepala. 

Kesempatan untuk menambah koleksi medali emas Piala Dunia kembali hadir tahun ini. Melihat skuad yang ada, peluang untuk hal itu terwujud sangat besar. 

Berita Terkait