Folarin Balogun Akui Kontroversi Skorsingnya Mengusik Ruang Ganti Timnas AS, Bikin Gugup

Skorsing kartu merah Falorin Balogun yang ditangguhkan FIFA di Piala Dunia 2026 hingga sekarang masih memicu peredebatan.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 15 Juli 2026, 15:00 WIB
Striker Timnas Amerika Serikat di Piala Dunia 2026, Folarin Balogun. (Bola.com/Dok.JAMIE SQUIRE / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / Getty Images via AFP).

Bola.com, Jakarta - Striker Timnas Amerika Serikat, Folarin Balogun, mengakui pencabutan hukuman skorsing yang diterimanya pada Piala Dunia 2026 memicu kontroversi dan turut memengaruhi kondisi mental rekan-rekan setimnya.

Penyerang AS Monaco itu sebelumnya mendapat kartu merah langsung saat Amerika Serikat menghadapi Bosnia-Herzegovina pada babak 32 besar.

Advertisement

Namun, Komite Disiplin FIFA kemudian menangguhkan hukuman larangan bermain satu pertandingan selama satu tahun sehingga Balogun tetap bisa tampil pada laga 16 besar melawan Belgia.

Keputusan tersebut memicu perdebatan luas. Pada Selasa pagi waktu setempat, kelompok pemerhati hak asasi manusia FairSquare mengajukan pengaduan kepada Komite Olimpiade Internasional (IOC).

Mereka menuding Presiden FIFA, Gianni Infantino, melanggar aturan netralitas politik terkait hubungannya dengan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang mengaku telah melakukan intervensi untuk membantu Balogun dan tuan rumah bersama Piala Dunia tersebut.


Timbulkan Polemik

Wasit Raphael Claus dari Brasil memberikan kartu merah kepada Folarin Balogun (Amerika Serikat), kanan, saat pertandingan sepak bola babak 32 besar Piala Dunia 2026 antara Amerika Serikat dan Bosnia di Santa Clara, California, dekat San Francisco, Kamis, 2 Juli 2026. (AP Photo/Julio Cortez)

Balogun mengaku senang bisa kembali membela tim, tetapi menyadari keputusan itu akan menimbulkan polemik.

"Reaksi pertama saya tentu senang bisa kembali ke tim. Namun, setelah merenungkannya, saya tahu keputusan itu akan menimbulkan banyak kontroversi. Saya bahkan bisa melihat rekan-rekan setim sedikit gugup karena situasi seperti ini sangat tidak biasa," kata Balogun kepada CBS.

"Semakin dekat ke hari pertandingan, saya berusaha tetap fokus sebaik mungkin. Namun, itu tidak mudah karena ada begitu banyak sorotan dari luar yang sulit dihindari," lanjutnya.

Balogun mengungkapkan rekan-rekan setimnya banyak memberikan dukungan selama menghadapi situasi tersebut.

"Itu bukan sesuatu yang bisa saya ubah. Situasinya memang tidak menguntungkan, tetapi dukungan mereka memberi saya kepercayaan diri," ungkapnya.


Bukan Keputusan Tepat

Folarin Balogun (20) dari Amerika Serikat bermain bola selama pertandingan babak 32 besar Piala Dunia antara Amerika Serikat dan Bosnia di Santa Clara, California, dekat San Francisco, Kamis, 2 Juli 2026. (AP Photo/Julio Cortez)

Pemain jebolan akademi Arsenal itu juga tetap meyakini kartu merah yang diterimanya saat melanggar Tarik Muharemovic bukan keputusan yang tepat.

"Saya benar-benar terkejut. Itu bahkan bukan sebuah tekel. Reaksi saya saat itu mungkin sudah menggambarkan semuanya, tetapi saya harus menerima keputusan tersebut dan tetap mendukung tim," tutur Balogun.

"Kalau tidak ada unsur kesengajaan, seharusnya itu tidak berujung kartu merah. Situasi itu sangat disayangkan dan menurut saya justru memberikan tekanan yang tidak perlu kepada tim," lanjutnya.

Hingga kini, FIFA belum memberikan penjelasan mengenai alasan penangguhan hukuman larangan bermain yang dijatuhkan kepada Balogun.

 

Sumber: ESPN

Berita Terkait