5 Pertempuran Kunci yang Bakal Menentukan Hasil Duel Inggris Vs Argentina Menuju Final Piala Dunia 2026

Simak ulasan duel kunci yang bakal jadi penentu hasil laga Inggris kontra Argentina di semifinal Piala Dunia 2026.

Bola.com, Jakarta - Timnas Inggris dan Argentina akan kembali berhadapan untuk pertama kalinya dalam 21 tahun, kali ini di semifinal Piala Dunia 2026. Setidaknya, ada lima pertempuran yang diprediksi akan menjadi kunci kemenangan menuju final.

Menurut jadwal, duel Inggris menghadapi Argentina ini akan tersaji di Stadion Atlanta, Kamis (16-7-2026) pukul 02.00 WIB.

Laga ini menjadi satu di antara partai menarik yang patut dinantikan di Piala Dunia 2026.

Pelatih Timnas Inggris, Thomas Tuchel, hanya berjarak dua pertandingan lagi untuk menyelesaikan tugas utama yang dibebankan kepadanya, yakni menambahkan bintang kedua di atas lambang The Three Lions dan membawa pulang trofi Piala Dunia untuk Inggris.

Sementara itu, Lionel Messi dan Argentina berambisi untuk memenangkan gelar Piala Dunia secara berturut-turut. Setidaknya, ada lima duel yang akan menjadi penentu hasil laga ini.

Berikut Bola.com menyajikan ulasannya.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Duel Alvarez Vs Guehi

Piala Dunia 2026 berjalan tidak sesuai ekspektasi bagi Julian Alvarez, terutama setelah penampilan impresifnya di Piala Dunia Qatar 2022. Ditambah rumor seputar masa depannya di Atletico Madrid yang membayangi penyerang berusia 26 tahun tersebut.

Namun, Alvarez berhasil menunjukkan kemampuannya untuk mengubah arah permainan saat Argentina melawan Swiss. Lini pertahanan Inggris harus selalu waspada setiap saat jika ingin menghentikannya.

Sang penyerang mencetak gol pertamanya di turnamen ini saat melawan Swiss lewat tendangan yang memukau. Ia akan berusaha menambah pundi-pundi golnya saat bersua Three Lions.

Di sisi lain, setelah memulai laga dari bangku cadangan pada laga pertama fase grup melawan Kroasia, Marc Guehi bertransformasi menjadi pilar tak tergantikan di lini pertahanan Inggris sepanjang turnamen ini. Ia bermain di setiap menit.

Bintang Manchester City itu menjadi fondasi utama bagi tim asuhan Tuchel di jantung pertahanan berkat kecepatan, kekuatan, dan kemampuannya dalam memenangkan duel udara. Dia bakal bertugas meredam dampak Alvarezi di semifinal ini.

Duel Mantan Rekan

Pencetak gol terbanyak sepanjang masa Inggris, Harry Kane, akan berhadapan dengan mantan rekan setimnya, Cristian Romero. Pertemuan ini diprediksi akan menjadi duel fisik yang sengit di antara keduanya.

Cristian Romero berhasil pulih dari cedera lutut yang dideritanya di akhir musim Premier League demi bisa tampil di Piala Dunia 2026, dan sejauh ini ia menjadi tembok kukuh di lini belakang Argentina. Dia diandalkan saat timnya berada di bawah tekanan besar.

Sementara itu, Harry Kane telah menjadi penyelamat Inggris dalam lebih dari satu kesempatan selama menjabat sebagai kapten Three Lions.

Di Piala Dunia kali ini, torehan enam gol Kane menempatkannya dalam persaingan memperebutkan sepatu emas.

Penampilannya melawan Meksiko dan Panama dalam situasi sulit menunjukkan betapa berharganya pemain berusia 32 tahun ini. Namun, Romero sangat mengenalnya dengan baik, dan ia akan mencoba menguras tenaga Kane dengan fisik serta agresivitasnya.

Pertempuran Dua Superstar

Sebagai pemain bintang di tim masing-masing, Lionel Messi dan Jude Bellingham sama-sama tampil bersinar di Piala Dunia kali ini, dan tanpa diragukan lagi merupakan pemain bintang bagi negara mereka.

Baru saja menginjak usia 39 tahun, Messi mengusung misi besar di Piala Dunia kali ini untuk mempertahankan gelar bagi negaranya. Kontribusinya masih tetap tinggi di edisi ini dengan torehan delapan gol.

Dalam prosesnya, ia telah menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang masa Piala Dunia, dan setiap alur permainan Argentina akan berpusat kepadanya.

Menghadapi Inggris untuk pertama kalinya dalam kariernya yang gemilang, Messi akan berusaha menambahkan Three Lions ke dalam daftar panjang tim yang pernah ia kalahkan.

Di kubu sebelah, Bellingham adalah anak emas Timnas Inggris. Ia telah menggendong negaranya melewati laga-laga fase gugur dengan penampilan yang penuh inspirasi, terutama saat melawan Meksiko dan Norwegia.

Pemain berusia 23 tahun ini telah melesat ke dalam persaingan Sepatu Emas, bersanding dengan Kane, yang juga mengoleksi enam gol.

Baik Bellingham maupun Messi kemungkinan besar harus kembali menghasilkan performa hebat jika ingin melaju.

Adu Kekuatan Enzo Vs Rice

Peraih penghargaan pemain muda terbaik (Golden Boy) pada Piala Dunia 2022, Enzo Fernandez, berhasil melupakan musim yang mengecewakan di Chelsea untuk kembali menjadi satu di antara individu kunci yang menggerakkan Argentina menuju gelar Piala Dunia beruntun.

Pemain berusia 25 tahun ini telah menjadi motor serangan utama tim di lini tengah. Dia mencetak gol kemenangan dalam laga comeback yang dramatis Argentina atas Mesir dengan skor 3-2 di babak 16 besar.

Orang yang bakal ditugaskan untuk menghentikan Fernandez adalah Declan Rice. Gelandang Arsenal itu sempat digantikan saat Inggris menang 2-1 melalui babak perpanjangan waktu melawan Norwegia, setelah sempat sakit menjelang pertandingan.

Pemain berusia 27 tahun ini harus bergelut dengan penyakit dan masalah hamstring yang terus-menerus mengganggunya sepanjang turnamen, serta harus memaksakan diri melewati pertandingan demi pertandingan.

Namun, ancaman yang ia berikan dari situasi bola mati akan tetap vital bagi Inggris jika mereka ingin mengalahkan Argentina. Rice telah menunjukkan kekuatan mental dan ketahanan yang luar biasa.

Adu Taktik Dua Master

Laga ini menjadi momen pertemuan seorang juara dunia yang mencoba mempertahankan mahkota keduanya secara beruntun, melawan seorang manajer kelas dunia yang ingin meraih trofi Piala Dunia pertamanya.

Sebelumnya, Lionel Scaloni membawa Argentina meraih gelar Piala Dunia pertama mereka dalam 36 tahun pada edisi 2022 di Qatar, dan telah sukses membawa negaranya mencapai semifinal berturut-turut.

Sempat banyak dikritik di awal masa jabatannya bersama La Scaloneta, Scaloni sejak saat itu memimpin Lionel Messi dkk. meraih rekor 36 laga tak terkalahkan, satu trofi Copa America, satu Finalissima, dan satu Piala Dunia.

Sementara itu, setelah sempat hampir juara dalam dua edisi Euro berturut-turut dan mencapai semifinal Piala Dunia di bawah asuhan Gareth Southgate, Inggris beralih ke mantan juru taktik Chelsea dan Bayern Munchen, Thomas Tuchel.

Pelatih asal Jerman ini adalah pelatih kelas dunia dan pemenang trofi yang terbukti di level klub, termasuk ketika berhasil mengantarkan The Blues menjuarai Liga Champions pada musim 2020/2021.

Mengambil satu di antara pekerjaan tersulit dalam sepak bola internasional, pelatih berusia 52 tahun itu tampaknya telah menanamkan mentalitas menang dengan cara apa pun ke dalam skuad Three Lions.

 

Sumber: Hayters.com

Video Populer

Foto Populer