Bola.com, Jakarta - Bek Timnas Argentina, Lisandro Martinez dan Cristian Romero, melontarkan respons keras terhadap Gary Neville setelah La Albiceleste menyingkirkan Inggris dan memastikan tempat di final Piala Dunia 2026.
Pada semifinal yang berlangsung di Atlanta, Kamis (16-7-2026) dini hari WIB, Inggris sempat unggul lebih dulu melalui gol Anthony Gordon pada menit ke-55. Namun, Argentina mampu membalikkan keadaan lewat gol Enzo Fernandez dan Lautaro Martinez untuk menang 2-1.
Metro melaporkan, beberapa hari sebelum pertandingan krusial tersebut, Neville sempat mengkritik Romero dan Martinez, tepatnya setelah kemenangan 3-2 atas Mesir di babak 16 besar.
Kritik Neville
Dalam siaran Piala Dunia di ITV, mantan bek Manchester United itu menyebut Romero dan Martinez sebagai duet bek tengah terbaik sekaligus terburuk di dunia.
"Mereka terus kebobolan, tetapi sepertinya mereka tidak peduli karena mereka selalu bisa mencetak gol, di sisi lain. Mereka punya karakter yang luar biasa dan terus berjuang," kata Neville.
"Pada momen ketika Mesir mencetak gol kedua, Anda merasa Argentina sedang berjuang mati-matian."
"Mereka berjuang habis-habisan dan Romero menjadi bagian dari kebangkitan itu," kata Neville.
"Mengapa dia berada di sana? Pertanyaan itu selalu muncul. Mengapa Martinez mencetak gol pada pertandingan sebelumnya?"
"Mereka tidak pernah menyerah. Mereka terus berjuang, terus berjuang, dan terus berjuang," imbuhnya.
Tak Peduli
Usai mengalahkan Inggris, Romero dan Martinez memberikan wawancara bersama kepada DSports Argentina.
Keduanya mengaku tidak terlalu memedulikan komentar Neville.
"Kami sudah terbiasa orang-orang selalu membicarakan kami. Sepertinya mereka memang senang membahas kami," ujar Lisandro Martinez.
"Kami tidak perlu menanggapi. Kami membiarkan permainan di lapangan yang berbicara, tentu saja selalu dengan rasa hormat," lanjutnya.
Sindiran Balik Romero
Ketika diminta menanggapi komentar Neville, Romero melontarkan sindiran pedas. Bek Tottenham Hotspur itu mengaku hanya berharap tidak menjadi sosok yang gemar mengkritik pemain lain ketika pensiun nanti.
"Satu-satunya yang saya harapkan adalah ketika saya pensiun nanti, saya tidak bersikap seperti orang bodoh," ujar Romero.
Ia menambahkan bahwa setiap pemain selalu berusaha memberikan kemampuan terbaik untuk klub maupun tim nasional.
Menurut bek tengah berusia 28 tahun itu, hasil di lapangan tidak selalu berjalan sesuai harapan.
"Kami sedang menciptakan sejarah di sini. Ini sangat berarti bagi kami. Kami mengenakan seragam ini dengan sepenuh hati, dan kami sangat bahagia bisa menjadi bagian dari sejarah," kata Romero.
Argentina selanjutnya akan menghadapi Spanyol pada final Piala Dunia 2026 yang berlangsung Senin (20-7-2026) dini hari WIB.
Sumber: Metro